<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205</id><updated>2011-04-21T12:35:16.823-07:00</updated><title type='text'>Cinta - Muslimah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783798146776818</id><published>2005-09-27T09:13:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:15:32.366-07:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH ( 4 )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;MUSLIMAH ( 4 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaahi Robbal'aalamiin, washolatu wassalamu'ala Rasulillah&lt;br /&gt;wa'ala alihi washobihi wassalam. InsyaAllah kali ini saya tayangkan bagian&lt;br /&gt;terakhir dari artikel mengenai Muslimah ini. Selamat menikmati dan semoga&lt;br /&gt;bisa mengambil hikmah dan manfaat darinya. Amiin yaa Robbal'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAIN-LAIN HAK KAUM WANITA&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLIGAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah membenarkan lelaki menikah lebih dari satu hingga empat&lt;br /&gt;orang istri dan hukumnya tidak wajib dan juga tidak sunat, hanya berupa&lt;br /&gt;kebolehan yang tergantung pada keadaan jika itu dianggap baik dilaksanakan;&lt;br /&gt;jika tidak maka lebih utama ditinggalkan. Allah SWT berfirman : "Dan jika&lt;br /&gt;kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang&lt;br /&gt;yatim (bila mana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang&lt;br /&gt;kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat&lt;br /&gt;berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.&lt;br /&gt;Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (An Nisa':3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adil terhadap istri, baik mengenai nafkah atau lainnya&lt;br /&gt;yang dapat dilaksanakan keadilannya. Firman-Nya :"Dan kamu sekali-kali tidak&lt;br /&gt;akan dapat berlaku adil di antara istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat&lt;br /&gt;demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai)&lt;br /&gt;sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan&lt;br /&gt;perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, maka sesungguhnya Allah Maha&lt;br /&gt;Pengampun lagi Maha Penyayang." (An Nisa' : 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara beberapa perkara yang mendorong poligami ialah istrinya mandul,&lt;br /&gt;istri yang menderita sesuatu penyakit sehingga tidak dapat menunaikan tugasnya&lt;br /&gt;dan sebagai tanda kemurahan hati seorang lelaki yang bersedia mengawini anak&lt;br /&gt;yatim, janda atau kaum keluarganya yang tidak mendapat kesempatan menikah&lt;br /&gt;ataupun selepas terjadi peperangan di mana banyak terdapat ramai wanita yang&lt;br /&gt;kehilangan tempat bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THALAQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara halal yang paling dibenci Allah ialah perceraian. Sebelum suami&lt;br /&gt;memutuskan perceraian, pertamanya ia hendaklah bersabar dan menasihati istrinya&lt;br /&gt;itu karena sudah tentu dia mengetahui bagaimana hal ini bisa terjadi. Setelah&lt;br /&gt;itu suami hendaklah memisahkan diri dari tempat tidur (bukan di kamar yang lain&lt;br /&gt;tetapi memadailah dengan membelakangkan istrinya) jika istrinya masih keras&lt;br /&gt;kepala. Di tahap ini, istri yang sayang pada suaminya tentu sekali akan kembali&lt;br /&gt;menurut nasihat suaminya. Kemudian jika istri masih tidak ingin taat, maka&lt;br /&gt;bolehlah suami memukulnya dengan pukukan yang tidak membahayakan dan yang tidak&lt;br /&gt;bisa membawa kecacatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan suami istri adalah satu ikatan yang kukuh bukan seperti&lt;br /&gt;hubungan dengan manusia yang lain. Andainya sudah terjadi perselisihan dan&lt;br /&gt;setelah segala-galanya tidak dapat menyelesaikan perselisihan itu, maka carilah&lt;br /&gt;pendamai dari kedua belah pihak. Firman-Nya : "Dan jika kamu khawatirkan ada&lt;br /&gt;persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki-&lt;br /&gt;laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakim itu&lt;br /&gt;bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri&lt;br /&gt;itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (An Nisa' : 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami tidak boleh membebani wanita itu untuk mencintainya, jika sudah&lt;br /&gt;ternyata dia tidak sanggup lagi berlaku demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam membatasi thalaq hanya tiga kali. Di samping itu Islam menetapkan&lt;br /&gt;waktu yang tertentu di mana diperbolehkan menjatuhkan thalaq yang diikuti&lt;br /&gt;dengan iddah. Dalam iddah itu kedua suami istri berkesempatan kembali berdamai&lt;br /&gt;dan bersatu kembali. Jika thalaq terus akan diputuskan maka Allah akan&lt;br /&gt;merahmati mereka dan akan memberi kepada mereka suami atau istri yang lebih&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan hak wanita itu dalam harta warisan baik sebagai ibu,&lt;br /&gt;atau istri, atau puteri, baik yang sudah dewasa, atau yang masih kecil atau&lt;br /&gt;yang masih dalam rahim ibu. Islam menetapkan wanita mendapat setengah dari&lt;br /&gt;bagian lelaki. Dan hak ini wajar sekali, karena lelaki dikenakan memberi&lt;br /&gt;nafkah dan mahar serta lain-lain keperluan rumah tangga kepada wanita. Wanita&lt;br /&gt;pula boleh menyimpan hartanya dan tidak dituntut mencari nafkah diri dan&lt;br /&gt;keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSAKSIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menetapkan bahwa hak seseorang dapat ditetapkan dengan adanya&lt;br /&gt;dua saksi lelaki yang adil, atau seorang lelai dan dua orang wanita. Hal ini&lt;br /&gt;diterangkan dalam ayat berikut, mengenai masalah hutang piutang : "Dan&lt;br /&gt;hendaklah kamu menetapkan dua orang saksi dari kaum pria, kalau dua orang saksi&lt;br /&gt;itu tidak ada, maka digantikan dengan seorang lelaki dan dua orang wanita, yang&lt;br /&gt;kamu setujui sebagai saksi, kalau-kalau lupa salah seorang dari wanita yang dua&lt;br /&gt;itu, maka akan diingatkan oleh temannya yang satu lagi." (Al Baqarah :282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketetapan ini adalah di luar kemuliaan dan kemanusiaan wanita. Kalau&lt;br /&gt;kita perhatikan di samping wanita itu bebas mempergunakan hartanya, Islam juga&lt;br /&gt;menekankan bahwa tugas wanita yang utama ialah menguruskan rumah tangga,&lt;br /&gt;memelihara kesejahteraannya dan keluarganya. Di dalam hal ini, wanita biasanya&lt;br /&gt;banyak berada di rumah. Oleh karena itu kesaksian wanita terhadap sesuatu hak&lt;br /&gt;yang berhubungan dengan jual beli, adalah jarang sekali terjadi. Maka adalah&lt;br /&gt;salah satu hal yang wajar kalau wanita tidak mementingkan usaha untuk mengi-&lt;br /&gt;ngatkan hal ini yang mana apabila dibawa kesaksian, dua wanita adalah perlu&lt;br /&gt;untuk mendapat bukti yang meyakinkan. Allah SWT menetapkan bahwa dua wanita&lt;br /&gt;itu perlu bagi menggantikan seorang pria karena jika seorang wanita terlupa,&lt;br /&gt;maka bisa diingatkan oleh yang satunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ahli fiqh menetapkan bahwa kesaksian wanita tidak diterima&lt;br /&gt;dalam masalah pidana atau pembunuhan. Seperti sebab-sebab yang di atas juga,&lt;br /&gt;tidaklah mudah bagi wanita menyaksikan pertengkaran yang bisa mengakibatkan&lt;br /&gt;pembunuhan. Dan juga wanita itu tidak sanggup menyaksikan pembunuhan dengan&lt;br /&gt;tenang, bisa saja ia terkejut dan memejamkan matanya, menangis atau jatuh ping-&lt;br /&gt;san, yang mana hilang daya tahan dan keseimbangannya. Menurut Islam hukuman&lt;br /&gt;tidak dapat dijalankan, malahan dapat ditolak kalau adanya keragu-raguan. Maka&lt;br /&gt;kesaksian wanita terahadap sesuatu pembunuhan yang diliputi keragu-raguan&lt;br /&gt;tidak dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, dalam hal-hal yang biasa dihadiri wanita, dan tidak&lt;br /&gt;biasa dihadiri lelaki seperti melahirkan anak, maka kesaksian wanita itu dite-&lt;br /&gt;rima, walaupun hanya sendirian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN BERPERANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tidak diwajibkan berperang seperti lelaki. Tetapi jika bantuan&lt;br /&gt;mereka diperlukan, tugas mereka adalah yang sesuai bagi mereka seperti merawati&lt;br /&gt;yang cedera, membawa senjata atau menyediakan makanan dan memberi air kepada&lt;br /&gt;askar-askar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah serba sedikit tentang wanita dalam Islam. Jelaslah bahwa&lt;br /&gt;kedudukannya penuh kemuliaan dan kemanusiaan. Hak-haknya diberi tanpa ada pak-&lt;br /&gt;saan dan penuh kesadaran bahwa tugas kewanitaannya lebih tinggi dan lebih qud-&lt;br /&gt;dus daripada tugas-tugas lain di luar rumah tangganya. Tugasnya adalah sesuai&lt;br /&gt;dengan pembawaannya dan tabiatnya dan tidak membebaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesejahteraan keluarga, masyarakat dan wanita itu sendiri, maka&lt;br /&gt;setiap Muslimah yang telah sadar akan implikasi kalimah tayyibah hendaklah&lt;br /&gt;mengetahui prinsip-prinsip Islam atasnya dan seterusnya mengambil langkah-lang-&lt;br /&gt;kah yang positif untuk mengeluarkan dirinya dari cengkraman jahiliah yang hanya&lt;br /&gt;semata-mata rekaan manusia yang serba lemah, serba kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang terpikul di bahu para Muslimah ialah untuk membentuk gener-&lt;br /&gt;rasi yang bertakwa kepada Allah SWT, dan menegakkan daulah Islamiyah adalah&lt;br /&gt;berat. Tugas ini memerlukan pengorbanan yang bukan sedikit dan perjuangan yang&lt;br /&gt;bukan sambil lalu saja. Kesungguhan setiap pendukung risalah dan perjuangan&lt;br /&gt;yang tiada putus-putus itulah yang akan mendapatkan pertolongan Allah SWT.&lt;br /&gt;Setiap amalan kita akan diperhitungkan di akhirat nanti. Biarkanlah kehidupan&lt;br /&gt;yang sementara dan sedikit ini untuk berjuang menegakkan kalimah yang suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Rujukan :&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;1. Al Ukht Al Muslimah Asas Al Mujtama' Al Fadhil&lt;br /&gt;(Mahmud Muhammad Al Johari)&lt;br /&gt;2. Al-Mar-atu Bainal Fiqhi wal Qanun&lt;br /&gt;(Dr. Mustafa As-Siba'y)&lt;br /&gt;3. Usul Da'wah&lt;br /&gt;(Dr. Abdul Karim Zaidan)&lt;br /&gt;4. Terjemahan Riyadush Salihin&lt;br /&gt;5. Huquq An-Nisa' fil Islam&lt;br /&gt;(Muhammad Rashid Redha)&lt;br /&gt;6. Guideline for Workers&lt;br /&gt;(S. Abdul A'la Maududi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtifillah,&lt;br /&gt;hanies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783798146776818?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783798146776818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783798146776818' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783798146776818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783798146776818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/muslimah-4.html' title='MUSLIMAH ( 4 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783756058927570</id><published>2005-09-27T08:54:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:14:48.010-07:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH ( 3 )</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;MUSLIMAH ( 3 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;PERANAN WANITA SEBAGAI ISTRI&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Tugas wanita yang utama dan penting adalah mewujudkan suasana&lt;br /&gt;yang tenang dan tentram bagi suami dan setiap anggota keluarganya&lt;br /&gt;mengenal Allah dan seterusnya beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu&lt;br /&gt;Islam telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada kaum wanita&lt;br /&gt;untuk menunaikan tugas ini dengan meringankan kewajiban lain seperti&lt;br /&gt;tidak wajib berjemaah di masjid dan sembahyang Jum'at dan dibolehkan&lt;br /&gt;meninggalkan puasa bila mengandung atau menyusui dan menggantikannya&lt;br /&gt;kemudian dan lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita mesti melayani suami dan taat pada suaminya dalam batas-batas&lt;br /&gt;yang dibenarkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadits disebutkan sebagai berikut : "Andaikata&lt;br /&gt;saya dapat menyuruh seseorang bersujud pada orang, niscaya saya suruh&lt;br /&gt;wanita sujud pada suaminya." (Tirmidzi); "Apabila seorang suami memanggil&lt;br /&gt;istrinya untuk sesuatu hajatnya, maka harus segera disambut, walau ia&lt;br /&gt;sedang menjaga masakan di atas api." (Tirmidzi) ; "Tiada halal bagi&lt;br /&gt;seorang istri berpuasa sunat di waktu ada suaminya, melainkan dengan&lt;br /&gt;izin suaminya. Juga tidak boleh istri mengizinkan orang masuk ke rumahnya&lt;br /&gt;melainkan dengan izin suaminya." (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, lihat nasihat Umm Iyas kepada anaknya di hari&lt;br /&gt;perkawinannya : "Hendaklah kau berpuas hati dengannya dan apa yang dapat&lt;br /&gt;diberikan kepadamu dan taat kepadanya. Hendaklah jangan dia melihat apa-apa&lt;br /&gt;yang tidak baik pada dirimu, ataupun mencium apa-apa yang tidak baik dari&lt;br /&gt;dirimu. Hendaklah kau diam bila dia sedang tidur dan menyediakan makanan&lt;br /&gt;bila tiba masa makannya. Hendaklah kamu memelihara hartanya dan mengawasi&lt;br /&gt;dan memelihara anak-anaknya. Hendaklah kamu menyimpan rahasianya dan&lt;br /&gt;jangan sekali-kali ingkar akan perintahnya. Janganlah kamu bergembira bila&lt;br /&gt;dia bersedih dan janganlah kamu bersedih apabila dia bergembira."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik tugas-tugas istri pada suaminya, istri pun berhak untuk&lt;br /&gt;dipergauli dengan baik oleh suaminya. Firman Allah SWT :"Hai orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa&lt;br /&gt;dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali&lt;br /&gt;sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila&lt;br /&gt;mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka&lt;br /&gt;secara patut. Kemudian bila kau tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah)&lt;br /&gt;karena mungkin kamu tidak menyukai sebagian padahal Allah menjadikan padanya&lt;br /&gt;kebaika yang banyak." (An Nisa' : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri juga adalah tempat suami bermain dan berhibur dengannya.&lt;br /&gt;Suami juga boleh merasa cemburu terhadap istrinya hanya untuk kebaikan&lt;br /&gt;seperti menyuruh istrinya menutup aurat di hadapan bukan muhrimnya. Tidak&lt;br /&gt;boleh kedua suami istri menjadikan suasana rumah tangga tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami hendaklah membelanjakan hartanya menurut kemampuannya kepada&lt;br /&gt;istri dan keluarganya. Firman Allah SWT : "Hendaklah orang yang mampu&lt;br /&gt;memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya&lt;br /&gt;hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah&lt;br /&gt;tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah&lt;br /&gt;berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan."&lt;br /&gt;(At Thalaq : 7 ) Sabda Rasulullah SAW : "Satu dinar kau dermakan dalam&lt;br /&gt;perjuangan fi sabilillah, dan satu dinar kau belanjakan untuk memerdekakan&lt;br /&gt;budak, dan satu dinar kau sedekahkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang&lt;br /&gt;kau belanjakan untuk keluargamu, yang terbesar pahalanya ialah yang kau&lt;br /&gt;belanjakan untuk keluargamu." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri juga berhak mendapatkan hubungan intim (sexual) dengan suaminya&lt;br /&gt;sebagai salah satu pemenuhan nafkah batinnya. Sabda Nabi SAW :"Sesungguhnya&lt;br /&gt;pada setiap tasbih itu sedekah, pada setiap takbir juga sedekah, setiap&lt;br /&gt;tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah. Begitu pula dengan menyuruh berbuat&lt;br /&gt;baik dan melarang berbuat jahat pun sedekah, dan persetubuhan dengan istrinya&lt;br /&gt;juga sedekah." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami juga hendaklah mendidik istrinya ataupun memberi kemudahan&lt;br /&gt;untuk istrinya mendapat didikan Islam baik dari segi aqidah Islam ataupun&lt;br /&gt;akhlaq Muslimah. Firman-Nya :"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah&lt;br /&gt;dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia&lt;br /&gt;dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak&lt;br /&gt;mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan&lt;br /&gt;selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6) Dalam hadits :&lt;br /&gt;"Kamu sekalian memimpin dan kamu masing-masing ditanya tentang rakyatnya.&lt;br /&gt;Raja pemimpin, suami pemimpin pada keluarganya, dan istri memimpin rumah&lt;br /&gt;tangga suaminya dan anak-anaknya. Maka kamu sekalian memimpin dan akan&lt;br /&gt;bertanggung jawab atas pimpinan terhadap rakyatnya." (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memuliakan wanita dan mengaitkan kesempurnaan iman lelaki&lt;br /&gt;dengan kebaikan pergaulannya dengan istrinya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Sesempurna-sempurnanya orang mu'min dalam imannya, ialah yang baik budi&lt;br /&gt;pekertinya. Dan sebaik-baik kamu ialah yang terbaik pergaulannya terhadap&lt;br /&gt;istrinya." (Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita mempunyai tanggung jawab yang besar dalam rumahnya. Oleh sebab&lt;br /&gt;itu mereka tidak dibebankan keluar mencari nafkah dan hendaknya menunaikan&lt;br /&gt;kewajibannya yang penting yaitu mengurus rumah tangga dan mendidik anak-&lt;br /&gt;anaknya sehingga bila suaminya pulang dari pekerjaannya akan merasa&lt;br /&gt;gembira. Hasil kerja suaminya itu digunakan untuk memberi nafkah anak&lt;br /&gt;dan istrinya. Tugas menguruskan rumah ini bisa menghabiskan semua waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghendaki wanita selalu berada di dalam rumah dan tidak&lt;br /&gt;meninggalkan rumah terkecuali ada kepentingan yang mendesak. Ini untuk&lt;br /&gt;memastikan bahwa tiada ruang baik syeitan untuk menghasut suami supaya&lt;br /&gt;marah kepada istri, karena begitu pentingnya ridho suami atas istrinya ini,&lt;br /&gt;sebagaimana sabda Nabi SAW : "Tiap istri yang mati dan diridhoi oleh suaminya&lt;br /&gt;akan masuk surga." (Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita lihat zaman sekarang ini, boleh dikatakan setiap wanita&lt;br /&gt;keluar bekerja atas alasan membantu lelaki atau mempunyai alasan-alasan lain.&lt;br /&gt;Apabila wanita keluar bekerja bertambahlah masalah dan beban karena rumah&lt;br /&gt;tangga dan anak-anaknya bisa terlantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita hanya dibenarkan keluar bekerja apabila terdesak karena tiada&lt;br /&gt;siapa pun yang dapat memberi nafkah kepada mereka seperti suaminya sendiri.&lt;br /&gt;Contoh yang dapat diambil ialah bagaimana kedua anak-anak perempuan Nabi&lt;br /&gt;Syu'aib yang terpaksa keluar mengambil air karena tiada orang lain lagi yang&lt;br /&gt;dapat membantu mereka. Bapak mereka telah tua, akhirnya mereka terpaksa&lt;br /&gt;menunggu kesemua orang lelaki habis mengambil air barulah mereka pergi ke&lt;br /&gt;tempat air itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila wanita terpaksa keluar bekerja, mereka hendaklah berakhlaq&lt;br /&gt;baik sebagai Muslimah dan mematuhi landasan syari'ah seperti misalnya mereka&lt;br /&gt;tidak boleh bercampur gaul dengan bebas dengan lelaki lain, menutup aurat&lt;br /&gt;mereka seperti yang dijelaskan dalam Al Qur'an dan Sunnah dan mematuhi hukum&lt;br /&gt;hijab. Wanita boleh membantu suaminya di tempat yang sama dengan suaminya&lt;br /&gt;bekerja dan mudah pula baginya untuk menguruskan rumahnya dan anak-anaknya&lt;br /&gt;yaitu hanya bila anak-anaknya sudah besar, seperti di kedai suaminya atau&lt;br /&gt;di ladang suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bekerja adalah satu perkara biasa buat masa ini. Sebenarnya&lt;br /&gt;wanita telah dijadikan senjata untuk memusnahkan Islam oleh musuh Islam&lt;br /&gt;seperti Yahudi. Mereka mengubah kedudukan wanita Islam yang sebenarnya&lt;br /&gt;dengan membebaskan wanita dari tatasusila Islam ; wanita mesti bekerja&lt;br /&gt;seperti lelaki atau menjadi ketua negara, atau wanita boleh memakai apa&lt;br /&gt;saja yang mereka suka. Mereka telah mengasaskan sistem pelajaran di mana&lt;br /&gt;wanita dididik dengan apa yang tidak mereka perlukan di rumah. Setengah&lt;br /&gt;masyarakat Barat telah sadar seperti 90% wanita Perancis ingin kembali&lt;br /&gt;kepada tugas asal mereka yaitu di dalam rumah. Salah satu sebab anak-anak&lt;br /&gt;tidak mengenal ibu bapa ialah karena ibu bekerja. Islam telah punya suatu&lt;br /&gt;penyelesaiannya sebelum mereka ini menemukan jawaban atas pertanyaan&lt;br /&gt;mengenai masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah gambaran rumah yang harus diuruskan oleh Muslimah&lt;br /&gt;Shalihin ? Rumah Muslim yang sebenarnya ialah rumah yang mengenal Allah&lt;br /&gt;dan Rasul-Nya dan mencintai mereka. Di dalamnya senantiasa didengarkan&lt;br /&gt;nama Allah dan Rasul-Nya melalui bacaan Qur'an, perbincangan dan ucapan&lt;br /&gt;yang baik-baik dan cerita-cerita perjuangan sahabat dan peperangan ummat&lt;br /&gt;Islam dahulu. Rumahnya juga hendaklah menyediakan perpustakaan mini, yang&lt;br /&gt;isinya antara lain al Qur'an, Hadits dan buku-buku Islam yang baik yang&lt;br /&gt;dituliskan oleh orang-orang yang berilmu atau pejuang Islam yang ternama.&lt;br /&gt;Wanita hendaklah memastikan bahwa buku-buku ini dibaca dan senantiasa&lt;br /&gt;digunakan oleh setiap anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahnya senantiasa dijadikan pusat penyebaran Al Islam dan tempat&lt;br /&gt;masyarakat mendapat ilmu dan nasihat tentang Deen. Wanitanya senantiasa&lt;br /&gt;membelanjakan hartanya di jalan Allah dan berjihad. Kepemimpinan rumahnya&lt;br /&gt;adalah terletak di tangan lelaki sebagaimana firman Allah SWT : "Kaum&lt;br /&gt;laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah&lt;br /&gt;melebihkan sebagian mereka (lelaki) atas sebagaian yang lain (wanita),&lt;br /&gt;dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka."&lt;br /&gt;(An Nisa' : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanitanya tidak boleh keluar rumah tanpa kebenaran atau izin suaminya.&lt;br /&gt;Dia senantiasa menjaga kebersihan rumahnya. Keluarganya senantiasa mencari&lt;br /&gt;tahu tentang kesejahteraan tetangga mereka dan melayani tamu mereka dengan&lt;br /&gt;sebaik-baiknya pelayanan. Rumahnya senantiasa sederhana baik dari segi&lt;br /&gt;penataan maupun isinya yaitu tiada unsur kemewahan seperti pinggan mangkuk&lt;br /&gt;dari emas atau perak atau sutra untuk lelaki. Sabda Nabi SAW : "Termasuklah&lt;br /&gt;kebahagiaan hidup seseorang manusia ialah mempunyai istri yang baik, tempat&lt;br /&gt;tinggal yang baik dan kendaraan yang baik." (Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka senantiasa melakukan perkara yang dipermudahkan Allah (kecuali&lt;br /&gt;yang membawa dosa), sepeti menjama' dan mengqasharkan sholat bila dalam&lt;br /&gt;perjalanan dan tidak berpuasa di bulan Ramadhan bila bermusafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang telah memilih istri yang sholehah dapat menjamin bahwa&lt;br /&gt;dia akan teguh pendiriannya dalam amalan deennya, baik di waktu senang&lt;br /&gt;maupun susah. Dia selalu mendorong suami dalam tugas-tugas da'wah dan tidak&lt;br /&gt;menjadi batu penghalang dengan sifat, kelakuan dan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN IBU DAN PENDIDIK&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;Sifat wanita sesuai dengan tugas ibu seperti tahan sabar dengan&lt;br /&gt;kelakuan anak karena kasih sayang yang telah tertanam dalam jiwanya sesuai&lt;br /&gt;dengan sifat keibuannya. Wanita telah diciptakan Allah melahirkan anak.&lt;br /&gt;Mereka jugalah yang paling sesuai untuk memelihara dan seterusnya mendidik.&lt;br /&gt;Proses pertumbuhan manusia adalah lebih lambat jika dibandingkan dengang&lt;br /&gt;mahluk yang lain. Ibulah yang paling rapat dengan anak dan mengetahui apa&lt;br /&gt;yang diperlukan anaknya. Ibu mengikuti setiap perkembangan anak dan dia dapat&lt;br /&gt;mengetahui kemampuan anak-anaknya yang berbeda menurut umur dan kebijaksanaan&lt;br /&gt;anak. Oleh karena itu mudahlan baginya untuk mendidik anak-anaknya mengikuti&lt;br /&gt;tiap-tiap individu anak itu. Ibu dikatakan sekolah, karena jika anak itu&lt;br /&gt;dididik dengan baik oleh sang ibu, maka terwujudlah masyarakat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :"Tiada anak yang dilahirkan kecuali suci&lt;br /&gt;(fitrah), maka kedua ibu bapanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi,&lt;br /&gt;Nasrani atau Majusi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan manusia yang patuh&lt;br /&gt;kepada Allah dan Rasul-Nya, yang mempunyai akhlaq yang mulia mengikuti&lt;br /&gt;Al Qur'an dan Sunnah, yang berjiwa keIslaman dan yang berjuang berjihad&lt;br /&gt;menegakkan kalimah La ilaha illa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN SEBAGAI INDIVIDU DALAM MASYARAKAT&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;Selain sebagai istri dan ibu, wanita juga tidak dikecualikan dari&lt;br /&gt;menyampaikan risalah pada kalangan wanita, yang tidak dapat dilakukan oleh&lt;br /&gt;pihak lelaki seperti memberi contoh sebagai wanita berkepribadian mu'min,&lt;br /&gt;mengajar tentang sesuatu yang sulit seperti perincian dalam hal bersuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN WANITA&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Keluarga Islam dan masyarakat Islam tidak akan sempurna jika wanitanya&lt;br /&gt;tidak mendapat didikan yang wajar sesuai dengan tugas mereka sebagai istri&lt;br /&gt;dan ibu. Hak menuntut ilmu adalah sama atas lelaki dan wanita : "Menuntut ilmu&lt;br /&gt;itu wajib bagi setiap orang Islam." (Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat fuqaha', pendidikan wanita terbagi dalam dua bagian&lt;br /&gt;yaitu fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Ilmu fardhu 'ain yang mesti dituntut&lt;br /&gt;oleh setiap orang Islam ialah berkenaan dengan aqidah dan ibadah yaitu seperti&lt;br /&gt;sholat, puasa, zakat, haji dan juga ilmu untuk menyeru yang ma'ruf dan mencegah&lt;br /&gt;yang mungkar. Wanita perlu pula mendapat didikan yang berupa kemahiran bagi&lt;br /&gt;seorang ibu dan istri seperti hal urusan rumah tangga dan hal urusan asuhan&lt;br /&gt;dan didikan kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam juga mesti dididik tata susila Islam untuk menjaga&lt;br /&gt;kehormatan dirinya baik dalam perkataan, pakaian, perbuatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di antara ilmu pengetahuan agama yang terpenting dan di antaranya yang&lt;br /&gt;bersangkut-paut dengan masalah yang halal dan yang haram yaitu soal-soal&lt;br /&gt;fiqh yang berdasarkan al Qur'an dan Hadits. Pemahaman yang benar dan&lt;br /&gt;menyeluruh dalam soal ini dapat diamalkan terus oleh wanita dan anggota&lt;br /&gt;keluarganya dalam urusan pribadi, kehidupan keluarga dan masyarakat. Ini&lt;br /&gt;dapat menghindarkan amalan-amalan yang tidak berasal dari Islam dan adat-&lt;br /&gt;adat yang dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ilmu pengetahuan fardhu kifayah ialah ilmu pengetahuan umum&lt;br /&gt;yang hanya merupakan kebolehan saja. Apabila mereka tidak ingin mempelajarinya&lt;br /&gt;tidaklah mereka berdosa dan apabila mereka ingin mempelajarinya harus pula&lt;br /&gt;dengan cara-cara dan syarat yang sesuai dengan fitrah mereka dan ajaran&lt;br /&gt;Islam dan tidak menyinggung kehormatan wanita itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita juga diperbolehkan mempelajari ilmu apa saja yang sesuai&lt;br /&gt;dengan tabiat kewanitaannya dan untuk menambah keahliannya dalam mendidik&lt;br /&gt;anak-anaknya (seperti misalnya ilmu tentang penyakit anak-anak), memelihara&lt;br /&gt;dan mengatur kehidupan rumah tangganya, jika dia berkeinginan menambah ilmu&lt;br /&gt;pengetahuannya dalam bidang yang lain seperti perbidanan dan perguruan untuk&lt;br /&gt;kaum wanita, tidaklah mengapa asalkan tidak mengganggu tugas-tugasnya sebagai&lt;br /&gt;ibu dan istri dan dengan syarat mempelajarinya dengan cara yang diperkenankan&lt;br /&gt;agama, ialah tidak bercampur dengan kaum lelaki dengan dalih belajar, tidak&lt;br /&gt;boleh membuka aurat di depan lelaki yang bukan mahramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783756058927570?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783756058927570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783756058927570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783756058927570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783756058927570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/muslimah-3.html' title='MUSLIMAH ( 3 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783628652923198</id><published>2005-09-27T08:48:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:13:10.933-07:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH ( 2 )</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;MUSLIMAH ( 2 )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN II )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Islam memerintahkan supaya kita memuliakan wanita, baik sebagai ibu,&lt;br /&gt;isteri, atau anak perempuan. Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang&lt;br /&gt;mempunyai anak puteri, lalu ia mengajarinya dengan baik dan mendidiknya&lt;br /&gt;dengan baik, maka anak itu kelak akan menjadi tabir yang melindunginya&lt;br /&gt;dari neraka." (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dewasa, wanita ditetapkan harus berada dalam pemeliharaan&lt;br /&gt;walinya, dan kekuasaan wali terhadap puteri itu berupa kekuasaan memelihara&lt;br /&gt;dan mendidik, serta memperhatikan segala keperluannya dan mengembangkan har-&lt;br /&gt;ta hak miliknya; jadi bukanlah kekuasaan memiliki dan bertindak sewenang-we-&lt;br /&gt;nangnya. Kemudian setelah anak puteri itu dewasa, maka Islam menetapkan bahwa&lt;br /&gt;ia mempunyai hak yang penuh dan memiliki kecakapan yang sempurna untuk memper-&lt;br /&gt;gunakan hartanya, sama seperti lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak boleh menyusahkan dan berbuat sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;baik dalam pergaulannya dengan isteri, dengan maksud supaya isterinya itu hen-&lt;br /&gt;dak menebus dirinya dengan mengembalikan semua atau sebagian dari harta yang&lt;br /&gt;telah diberikan kepadanya, selama isteri itu tidak berbuat jahat. Allah SWT&lt;br /&gt;berfirman : "Jangan kamu berlaku kasar terhadap mereka itu lantaran kamu hen-&lt;br /&gt;dak pergi dengan membawa sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepada me-&lt;br /&gt;reka, kecuali apabila mereka berbuat kejahatan yang terang-terangan." (QS. An-&lt;br /&gt;Nisa' : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu dimuliakan seperti dalam ayat ini : "Sebagian dari tanda-&lt;br /&gt;tanda kekuasaan Allah bahwa Dia menciptakan untuk kamu kaum pria, isteri-isteri&lt;br /&gt;kamu yang sejenis dengan kamu, agar kamu merasa tenang di sampingnya dan Dia&lt;br /&gt;menciptakan kasih sayang di antara kamu." (QS. Ar-Rum :21) Dan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;juga bersabda : "Kesenangan dunia yang paling baik ialah isteri yang saleh,&lt;br /&gt;kalau engkau menoleh kepadanya, maka dia membuat engkau merasa gembira dan&lt;br /&gt;kalau engkau bepergian, maka ia menjaga nama baikmu." (Muslim dan Ibn Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sebagai ibu adalah juga mulia di dalam Islam sebagaimana firman&lt;br /&gt;Allah SWT : "Dan Kami memerintahkan kepada manusia supaya ia berbuat baik ke-&lt;br /&gt;pada kedua ibu-bapanya, ibunya mengandungkan dia dengan susah payah dan mela-&lt;br /&gt;hirkannya dengan susah payah." (QS. Al Ahqaf : 15) Ada sebuah hadits yang me-&lt;br /&gt;ngisahkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah SAW&lt;br /&gt;dan bertanya : "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya&lt;br /&gt;berbuat baik kepadanya ?"&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab : 'Ibumu'&lt;br /&gt;Orang itu bertanya lagi : 'Kemudian siapa lagi ?'&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab : 'Ibumu'&lt;br /&gt;Orang itu bertanya lagi : 'Kemudian siapa lagi ?'&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab : 'Ibumu'&lt;br /&gt;Lalu orang itu bertanya lagi : 'Kemudian siapa lagi ?'&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab : 'Kemudian ayahmu."&lt;br /&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadits lain diterangkan, "Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah&lt;br /&gt;SAW lalu berkata :'Ya Rasulullah, saya ingin turut jihad berjuang menegakkan&lt;br /&gt;agama Allah.' Rasulullah SAW bertanya kepadanya,'Adakah ibumu masih hidup ?'&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, 'Ya' Lalu Rasulullah SAW bersabda : 'Tetaplah engkau ber-&lt;br /&gt;ada di dekat kaki ibumu itu, maka di sanalah syurga itu berada." (At-Thabarany)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa wanita yang menjadi ibu dalam Islam, amat tinggi nilai-&lt;br /&gt;nya dan derajatnya. Anak-anak dituntut untuk menghormatinya dan tidak boleh&lt;br /&gt;mengabaikannya walaupun dengan sebab dan tujuan yang lebih besar seperti ber-&lt;br /&gt;jihad, yang diutarakan seperti dalam hadits di atas. Untuk merealisasikan mak-&lt;br /&gt;sud hadits di atas bahwa syurga di dekat kaki ibu itu, tentu saja memerlukan&lt;br /&gt;ibuyang beriman, bertaqwa serta berilmu pengetahuan dan bijaksana lagi saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Allah SWT menciptakan wanita itu berbeda dari kejadian lelaki seperti bentuk&lt;br /&gt;tubuh, kemampuan dan kekurangan masing-masing. Wanita mempunyai batas sebagai&lt;br /&gt;seorang wanita dan begitu juga lelaki. Tetapi mereka bertanggung jawab mengem-&lt;br /&gt;bangkan zuriat dan pembesaran anak-anak, menurut perbedaan kejadian masing-ma-&lt;br /&gt;sing. Wanita tidak boleh iri hati dan mengatakan bahwa Allah telah melebihkan&lt;br /&gt;kaum lelaki. Allah SWT telah berfirman : "Dan janganlah kamu iri hati terhadap&lt;br /&gt;apa yang dikurniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian&lt;br /&gt;yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usaha-&lt;br /&gt;kan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan&lt;br /&gt;mohonlah kepada Allah sebagaian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Menge-&lt;br /&gt;tahui segala sesuatu." (QS. An Nisa' : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita juga tidak boleh meminta atau meniru apa yang telah Allah SWT&lt;br /&gt;berikan kepada lelaki. Rasulullah SAW bersabda : "Bukanlah dari golongan kami&lt;br /&gt;orang-orang yang menyerupai laki-laki dari golongan wanita, dan laki-laki yang&lt;br /&gt;menyerupai wanita." (Al Hadith)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Allah telah menciptakan lelaki untuk bekerja keras dan berjerihpayah mencari&lt;br /&gt;nafkah hidup. Ketetapan ini sejak Adam a.s. sampai ke anak cucunya. Allah SWT&lt;br /&gt;berfirman : "Maka kami berkata : "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah&lt;br /&gt;musuh bagimu dan isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan&lt;br /&gt;kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka." (Thaha : 117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah telah berfirman kepada Adam saja. Apabila Adam&lt;br /&gt;diturunkan ke bumi, dia terpaksa melakukan segala-galanya untuk mendapat makan-&lt;br /&gt;an, minuman dan pakaian dan lain-lain yang jauh bedanya dari penghidupannya di&lt;br /&gt;syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga telah menciptakan Hawa untuk memberikan ketentraman pada&lt;br /&gt;kaum Adam dalam suasana rumah tangga. Wanita adalah sebagai rumah tempat lelaki&lt;br /&gt;mengistirahatkan dirinya dengan menerbitkan kasih sayang dan belas kasih serta&lt;br /&gt;rahmah antara keduanya. Wanita dicipta oleh Allah untuk melahirkan anak sejak&lt;br /&gt;Hawa lagi. Allah SWT berfirman : "Dan di antara kekuasaan-Nya ialah Dia mencip-&lt;br /&gt;takan untukmu isteri-isterimu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan&lt;br /&gt;merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum&lt;br /&gt;yang berfikir." (QS. Ar Rum : 21) Firman-Nya yang lain : "Allah menjadikan bagi&lt;br /&gt;kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari ister-&lt;br /&gt;isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-&lt;br /&gt;baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni'mat&lt;br /&gt;Allah ? " (QS. An Nahl : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN WANITA ISLAM DALAM AL QUR'AN DAN SUNNAH&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan wanita dalam masyarakat mempengaruhi corak masyarakat. Pene-&lt;br /&gt;tapan yang telah ditetapkan Allah SWT mengenai hak dan kewajiban masing-masing&lt;br /&gt;baik lelaki maupun perempuan adalah untuk menjamin supaya tiada golongan dalam&lt;br /&gt;masyarakat itu dizalimi atau ditindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita jelas bahwa ciptaan wanita tidak sama dengan lelaki, ke-&lt;br /&gt;mampuannya juga berbeda dengan lelaki, maka wajar sekali bila kewajiban yang&lt;br /&gt;diberikan Allah SWT berbeda sesuai menurut kejadiannya itu. Walaupun begitu,&lt;br /&gt;mereka tidaklah dipisahkan sama sekali karena peranan wanita dan lelaki dalam&lt;br /&gt;Islam adalah saling membantu antara satu sama lain. Allah SWT berfirman : "Dan&lt;br /&gt;orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi pe-&lt;br /&gt;nolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, men-&lt;br /&gt;cegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka&lt;br /&gt;taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; se-&lt;br /&gt;sungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. At Taubah : 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menerangkan bahwa mukminin dan mukminat sama-sama tolong-me-&lt;br /&gt;nolong, bantu-membantu dan mengerjakan amar ma'ruf nahi mungkar sebagaimana&lt;br /&gt;firman-Nya : "...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan&lt;br /&gt;takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan ber-&lt;br /&gt;takwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya." (QS. Al&lt;br /&gt;Maidah : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita juga dituntut berjuang di jalan Allah untuk menegakkan hakimiah&lt;br /&gt;lillah bersama dengan lelaki dan bergerak dengan jemaah. Walaupun begitu, jema-&lt;br /&gt;ah tidak menuntut lebih dari apa yang telah digariskan Al Qur'an karena mereka&lt;br /&gt;punya tugas-tugas khusus yang sesuai dengan kejadian dan kemampuan mereka. Tu-&lt;br /&gt;gas-tugas khusus ini adalah sebagian dari tugas penegakkan hakimiah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783628652923198?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783628652923198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783628652923198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783628652923198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783628652923198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/muslimah-2.html' title='MUSLIMAH ( 2 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783603333145077</id><published>2005-09-27T07:52:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:12:27.170-07:00</updated><title type='text'>MUSLIMAH ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;MUSLIMAH ( 1 )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUSLIMAH : TULANG BELAKANG MASYARAKAT YANG BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kita sedang menghadapi masalah aqidah yang amat hebat sekali.&lt;br /&gt;Di mana-mana tempat, mereka mengaku sedang dalam kemajuan ataupun sedang dalam&lt;br /&gt;proses pembangunan untuk mencapai kemajuan yang lebih tinggi lagi. Tapi di ba-&lt;br /&gt;lik kata-kata itu, kita dapat melihat pada hakikatnya mereka telah jatuh ke&lt;br /&gt;lembah yang hina dan menuju kehancuran dengan keruntuhan nilai-nilai hidup yang&lt;br /&gt;sebenarnya. Di sana sini, sistem jahiliyah telah menguasai umat manusia, baik&lt;br /&gt;yang bukan Islam maupun yang mengaku Islam. Manusia yang ingkar kepada hukum&lt;br /&gt;Allah dan petunjuk Rabbani yang disampaikan oleh Ar-Rasul SAW juga telah memak-&lt;br /&gt;sa manusia lain menyembahnya dengan membuat hukum-hukumnya sendiri supaya dipa-&lt;br /&gt;tuhi oleh manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keingkaran makhluq kepada khaliqnya (pencipta) menjadikan mereka seren-&lt;br /&gt;dah-rendah kejadian setelah pada mulanya diciptakan sebagai sebaik-baik dan se-&lt;br /&gt;sempurna makhluq Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian kepada segala masalah di dunia ini adalah hanya dengan&lt;br /&gt;Islam. Islam adalah satu-satunya ad-Deen, satu cara hidup yang lengkap lagi&lt;br /&gt;syamil (menyeluruh). Risalah yang diutus kepada para Anbiyaa' dan ar-Rasul SAW&lt;br /&gt;adalah hanya membawa manusia kembali menyembah Allah SWT semata-mata dan menja-&lt;br /&gt;lankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islam-lah yang dapat mengatur kehidupan individu, keluarga dan&lt;br /&gt;masyarakat 'amnya dengan sempurna dan teratur. Bagi penghayatnya yang benar-be-&lt;br /&gt;nar beriman, Allah SWT menjamin kebahagiaan dan ketenangan jiwa di dunia dan&lt;br /&gt;balasan yang paling baik di akhirat, kehidupan yang tiada kesudahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN WANITA SEBELUM ISLAM DAN DALAM AGAMA-AGAMA LAIN&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga juga ada manfaatnya dalam pembahasan ini, kita kemukakan lebih&lt;br /&gt;dahulu bagaimana kedudukan wanita jahiliyah sebagai bahan perbandingan dalam&lt;br /&gt;memberikan penilaian sampai sejauh mana ketinggian dan kebaikan Islam meletak-&lt;br /&gt;kan kedudukan wanitanya. Setelah diadakan perbandingan, dapatlah kita melihat&lt;br /&gt;kelemahan dan kezhaliman manusia atau undang-undang manusia terhadap kaum wani-&lt;br /&gt;tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum Islam dilahirkan, bangsa Arab menganggap suatu kehinaan kalau mereka&lt;br /&gt;mendapat anak perempuan. Dan jika sampai pada puncak kemarahan, mereka mena-&lt;br /&gt;nam anak perempuan mereka hidup-hidup. Wanita di zaman jahiliyah tidak mene-&lt;br /&gt;rima sedikitpun harta pewarisan dari kaum keluarganya dan mereka senantiasa&lt;br /&gt;berada dalam aniaya oleh kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari tamaddun Greek, Socrate pernah berkata : "Wanita itu diumpamakan seper-&lt;br /&gt;ti pokok yang beracun. Rupanya cantik tetapi apabila burung-burung datang&lt;br /&gt;memakan buah-buahannya, burung-burung itu akan mati."&lt;br /&gt;Ahli sains Romawi mengatakan bahwa wanita itu tidak punya roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari agama Hindu, lelaki yang ingin mengawinkan anak perempuannya adalah se-&lt;br /&gt;akan-akan dia menjual anaknya itu. Apabila suaminya mati, dia juga mesti tu-&lt;br /&gt;rut sama dengan membakar dirinya, jika dia ingkar dia dihina oleh masyarakat&lt;br /&gt;sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Agama Yahudi menganggap wanita yang dalam haid itu kotor dan najis. Dia mes-&lt;br /&gt;ti tinggal dalam rumahnya saja dan tidak boleh keluar. Dia tidak boleh me-&lt;br /&gt;nyentuh apa-apa, makanan, pakaian ataupun orang lain. Sesuatu yang tidak ba-&lt;br /&gt;ik atau celaka yang tertimpa ke atas lelaki adalah berpuncak dari wanitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dalam agama Nasrani pula wanitalah yang dianggap telah menyuruh Adam melang-&lt;br /&gt;gar perintah Tuhan. Oleh karena itu Tuhan mengutuskan anaknya Isa untuk mem-&lt;br /&gt;bersihkan dosa setiap manusia. Setengah daripada ketua-ketua gereja berkata&lt;br /&gt;bahwa wanita adalah tubuh syaita dan pintu masuk bagi syaitan. Wanita adalah&lt;br /&gt;seperti kalajengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua agama selain Islam menganggap wanita sebagai makhluq yang bera-&lt;br /&gt;cun dan berbahaya. Wanita tidak diberi taraf sebagai manusia dan menjatuhkan&lt;br /&gt;derajatnya ke serendah-rendah tempat. Bagi mereka wanita hanyalah mendatangkan&lt;br /&gt;kecelakaan, dosa dan kemusnahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah mengangkat derajat wanita ke tingkat paling tinggi dan&lt;br /&gt;mulia di sisi Allah SWT. Islam menetapkan hak-hak wanita itu dengan sempurna&lt;br /&gt;dan meletakkannya di tempat yang sebenarnya. Allah SWT menciptakannya dengan&lt;br /&gt;sempurna dan menetapkan undang-undang di mana ia dipelihara dari permainan&lt;br /&gt;hawa nafsu manusia. Al Qur'an menggambarkan kecantikan, keadilan dan kasih-&lt;br /&gt;sayang terhadap wanita dan wanita adalah satu unsur yang turut sama melibatkan&lt;br /&gt;diri dalam pembentukan masyarakat Islam. Wanita juga bertanggung jawab menjaga&lt;br /&gt;keutuhan dan kesejahteraan ummah yang beriman kepada Allah SWT dan pengikut&lt;br /&gt;Ar-Rasul SAW. Islam telah menggariskan batas-batas yang tertentu buat wanita&lt;br /&gt;untuk kesejahteraan wanita itu sendiri. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui&lt;br /&gt;tentang ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman dalam ayat-ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah mencipta-&lt;br /&gt;kan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan&lt;br /&gt;daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang ban-&lt;br /&gt;yak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu&lt;br /&gt;saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesung-&lt;br /&gt;guhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An Nisa' : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk-&lt;br /&gt;mu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram&lt;br /&gt;kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada&lt;br /&gt;yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."&lt;br /&gt;(QS. Ar Rum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP ISLAM MENGENAI WANITA&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di dalam Islam wanita dan lelaki mempunyai kedudukan yang sama, baik dari&lt;br /&gt;segi kemanusiaannya maupun dari segi haknya ataupun dari segi kewajibannya ter-&lt;br /&gt;hadap Allah SWT. Allah SWT telah berfirman : "Barangsiapa yang mengerjakan amal&lt;br /&gt;saleh baik lelaki maupun wanita sedang ia orang yang beriman maka mereka masuk&lt;br /&gt;ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya (dizhalimi) walau sedikit pun."&lt;br /&gt;(QS. An Nisa' : 124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita juga adalah hamba Allah SWT dan perlu melaksanakan beberapa&lt;br /&gt;tanggung jawabnya yang digariskan oleh Allah SWT. Ia mempunyai hak untuk mela-&lt;br /&gt;kukan segala jenis ibadah untuk dijadikan bekalnya di yaumul akhirat nantinya.&lt;br /&gt;Di saat itu nanti akan berhadapan dengan Allah SWT sebagai seorang makhluq in-&lt;br /&gt;dividu, tidak terikat apakah ia seorang isteri ataupun ibu semasa di dunia ini.&lt;br /&gt;Tarafnya dengan kaum lelaki adalah sama di sisi Allah SWT, hanya apa yang ber-&lt;br /&gt;beda adalah ketaqwaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu&lt;br /&gt;dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-&lt;br /&gt;bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang&lt;br /&gt;yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa di antara&lt;br /&gt;kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurat&lt;br /&gt;13 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islam membebaskan tuduhan, kutukan dan penghinaan yang dikenakan ke atas&lt;br /&gt;wanita oleh ahli-ahli agama sebelum Islam; Islam menetapkan bahwa hukuman yang&lt;br /&gt;dikenakan kepada Adam, yaitu keluar dari syurga, bukanlah berasal dari Hawa&lt;br /&gt;saja, tetapi adalah dari mereka berdua.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :"Syaitan menggelincirkan mereka berdua dari itu,&lt;br /&gt;kemudian Allah mengeluarkan mereka berdua dari keadaannya semula...." (QS. Al&lt;br /&gt;Baqarah : 36) Juga dalam ayat lain, Allah berfirman :"Maka syaitan menggoda me-&lt;br /&gt;reka berdua untuk menampakkan kepada mereka berdua bagian yang tertutup dari&lt;br /&gt;aurat mereka...." (QS. Al A'araf : 20) Dan mengenai taubat mereka berdua, Allah&lt;br /&gt;berfirman : "Mereka berdua berkata :"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri&lt;br /&gt;kami sendiri, dan kalau Tuhan tidak mengampuni dosa kami dan memberi rahmat ke-&lt;br /&gt;pada kami niscaya pastilah kami akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al&lt;br /&gt;A'araf : 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan lebih dari itu, karena beberapa ayat dalam Al Qur'an menghu-&lt;br /&gt;bungkan kesalahan itu kepada Adam a.s. saja, seperti : "Maka Adam durhaka kepa-&lt;br /&gt;da Tuhannya, maka ia pun sesat." (QS. Thaha : 121 ), kemudian ditetapkan prin-&lt;br /&gt;sip lain, bahwa kaum wanita bebas dari pertanggungjawaban ibunya, Hawa; malahan&lt;br /&gt;secara menyeluruh, yakni kebebasan itu berlaku bagi pria dan wanita bersama-&lt;br /&gt;sama, sebagaimana firman Allah SWT : "Mereka itu adalah ummat yang telah berla-&lt;br /&gt;lu; baginya apa yang diusahakannya dan bagi kamu apa yang kamu usahakan. Kamu&lt;br /&gt;tidak akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang telah mereka kerjakan."&lt;br /&gt;(QS. Al Baqarah : 134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita juga mempunyai kewajiban untuk beragama yaitu menjalankan segala pe-&lt;br /&gt;rintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan itu wanita juga&lt;br /&gt;diberi ganjaran yang sama seperti laki-laki. Jika ia berbuat baik, maka menda-&lt;br /&gt;pat pahala dan jika ia melakukan perbuatan yang dilarang Allah, maka ia akan&lt;br /&gt;disiksa. Allah SWT telah berfirman dalam ayat-ayat berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki ataupun perem-&lt;br /&gt;puan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepada mereka&lt;br /&gt;pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS. An Nahl : 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka dengan berfirman:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal dari orang-orang yang beramal di an-&lt;br /&gt;tara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah ketu-&lt;br /&gt;runan dari sebagian yang lain...." (QS. Ali Imran : 195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diperkuat lagi dengan ayat : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan&lt;br /&gt;yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perem-&lt;br /&gt;puan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar dalam&lt;br /&gt;perbuatan dan perkataannya, laki-laki dan perempuan yang tekun beribadah, laki-&lt;br /&gt;laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,&lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan&lt;br /&gt;yang menyebut-nyebut nama Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka itu ampu-&lt;br /&gt;nan dan pahala yang besar." (QS. Al Ahzab : 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tidak boleh menyuruh atau memaksa wanita ingkar kepada Allah&lt;br /&gt;SWT, seperti isteri Fir'aun dengan cerita sebagaimana yang difirmankan Allah :&lt;br /&gt;"Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaannya bagi orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;ketika ia berkata : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu da-&lt;br /&gt;lam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkan-&lt;br /&gt;lah aku dari kaum yang zhalim." (QS. At-Tahrim : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Islam menghapuskan dan melarang perasaan sedih dan penyesalan apabila lahir-&lt;br /&gt;nya bayi perempuan, seperti yang biasa dibuat oleh bangsa Arab sebelumnya, dan&lt;br /&gt;juga di masa kini di setengah-setengah bangsa di Barat. Ini diceritakan Allah&lt;br /&gt;SWT di dalam Al Qur'an : "Kalau salah seorang di antara mereka diberi kabar&lt;br /&gt;gembira tentang lahirnya seorang anak puteri, maka wajahnya menjadi hitam dan&lt;br /&gt;ia lalu menahan marahnya sambil menyembunyikan dirinya di tengah-tengah orang&lt;br /&gt;banyak, karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya, ia berpikir-pikir,&lt;br /&gt;apakah anak puterinya itu akan dipeliharanya dengan menanggung perasaan malu,&lt;br /&gt;ataukah dikuburkannya saja ke dalam tanah hidup-hidup ? Ketahuilah, sungguh&lt;br /&gt;jahat sekali ketetapan yang mereka lakukan itu." (QS. An-Nahl : 58-59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik anak laki-laki atau anak perempuan mempunyai hak hidup yang sama.&lt;br /&gt;Tidak boleh menyambut kelahiran mereka dengan sedih karena takutkan kelaparan&lt;br /&gt;dan kemiskinan, ataupun bila lahir bayi perempuan, takut pula akan tercela,&lt;br /&gt;karena ini bisa memutuskan hubungan kekeluargaan dan mencetuskan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah ditanya, dosa apakah yang teramat besar ? Jawab&lt;br /&gt;beliau : "Yaitu engkau menyekutukan Allah padalah Dia-lah yang menjadikan kamu.&lt;br /&gt;Kemudian apa lagi ? Maka jawab beliau : "Yaitu engkau membunuh anakmu lantaran&lt;br /&gt;kamu takut dia makan bersama kamu." (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Islam mengharamkan penguburan anak-anak puteri dalam keadaan hidup dan me-&lt;br /&gt;nerangkan ancaman yang keras terhadap orang yang melakukannya. Allah SWT ber-&lt;br /&gt;firman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah, kelak apabila bayi-bayi perempuan itu ditanya : karena dosa&lt;br /&gt;apakah mereka dibunuh ? " (QS. At-Takwir : 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh telah merugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodoh-&lt;br /&gt;annya dan tidak mengetahui (bahwa Allah yang akan memberi rezki kepada&lt;br /&gt;mereka)." (QS. Al An'am : 140)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783603333145077?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783603333145077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783603333145077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783603333145077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783603333145077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/muslimah-1.html' title='MUSLIMAH ( 1 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783271108544866</id><published>2005-09-27T07:46:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:11:42.713-07:00</updated><title type='text'>PERANAN MUSLIMAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;PERANAN MUSLIMAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN MUSLIMAH DALAM MENEGAKKAN DAULAH ISLAMIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Petikan daripada Taklimat Masulah, perkemahan Muslimah Musim Panas)&lt;br /&gt;====================================================================&lt;br /&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah satu sistem hidup yang unik yang mempunyai nilai-nilai&lt;br /&gt;hidup tersendiri yang Rabbani, yang tidak dapat ditandingi oleh apa-apa isme&lt;br /&gt;pun hasil ciptaan manusia. Di dalam setiap wahyu yang diturunkan Allah SWT&lt;br /&gt;kepada Ar-Rasul SAW telah nyata ada terselipnya unsur-unsur keselamatan dan&lt;br /&gt;kebahagiaan manusia seluruhnya; khususnya bagi mereka-mereka yang mau tunduk&lt;br /&gt;untuk mengabdikan diri mereka kepada Pencipta Yang Maha Agung. Adalah menjadi&lt;br /&gt;satu ciri yang unggul di dalam perencanaan sistem hidup Islam yang mana&lt;br /&gt;tanggung jawab setiap anggota masyarakatnya telah disusun rapi dan teratur,&lt;br /&gt;agar dapat melahirkan satu masyarakat yang dapat hidup di dalam kedamaian dan&lt;br /&gt;keluhuran serta tinggi budi pekertinya, di mana kaum lelaki dan wanita saling&lt;br /&gt;membantu di dalam rangka usaha mereka mencari keridhoan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi malangnya...sesudah berlalunya generasi Al Qur'an yang unik,&lt;br /&gt;nilai-nilai murni Islam telah mulai pudar dan mulai dilupakan. Muslimin dan&lt;br /&gt;Muslimah mulai suka mengkhayal dan terlena didendangkan oleh irama jahiliyah&lt;br /&gt;yang tidak henti-hentinya berusaha untuk menidurkan ummat Islam di seluruh&lt;br /&gt;muka bumi ini. Islam tidak mati...cuma ummatnya saja yang sudah lama nyenyak&lt;br /&gt;tidurnya. Kini sudah sampailah saatnya ummat Islam dikejutkan dan dibangkitkan,&lt;br /&gt;supaya dapat menjalankan tanggung jawab mereka sebagai khalifatullah fil ard...&lt;br /&gt;menyambung risalah Rasulullah SAW sebelum tibanya Yaumul Hisab nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui seerah Rasulullah SAW, telah diketahui bagaimana usaha Rasulu-&lt;br /&gt;llah SAW membangkitkan ummah di zaman itu yakni Baginda Rasul SAW telah memulai&lt;br /&gt;kebangkitan itu dari orang perseorangan, kemudian keluarga dan seterusnya ma-&lt;br /&gt;syarakat Islam. Di sinilah wanita Muslim yang merupakan sendi dan anasir Sali-&lt;br /&gt;hah (vital elements) pembinaan masyarakat, memainkan peranan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan wanita Muslim bisa dibagi kepada tiga bagian besar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Sebagai Muslimah sejati&lt;br /&gt;(b) Sebagai isteri/ibu&lt;br /&gt;(c) sebagai individu dalam masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Sebagai Muslimah Sejati&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan yang diciptakan Allah di muka bumi ini perlulah para&lt;br /&gt;Muslimah memahami tentang tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Bukan ciptaan&lt;br /&gt;yang sia-sia malahan berfungsi besar. Allah SWT berfirman :"(Yaitu) orang-orang&lt;br /&gt;yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dalam keadaan berbaring dan&lt;br /&gt;mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : "Ya&lt;br /&gt;Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,&lt;br /&gt;maka peliharalah kami dari siksa neraka." (S. Ali Imran : 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Tauhid dan pengertian Ibadah yang sebenarnya perlu dipahami oleh&lt;br /&gt;Muslimah. Ibadahnya pada Allah SWT tidaklah terbatas di atas hamparan tikar&lt;br /&gt;sembahyang saja. Allah SWT berfirman :"Dan Aku tidak menciptakan jin dan&lt;br /&gt;manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (S. Adz-dzaariyat : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an juga menuntut Muslimah (beserta Muslim semuanya) supaya taat&lt;br /&gt;pada perintah Allah SWT. Pribadi yang tinggi serta akhlaq yang mulia sangatlah&lt;br /&gt;dianjurkan sebagaimana yang telah diterangkan di dalam Al Qur'an (umpamanya&lt;br /&gt;sifat-sifat jujur, ikhlas, sabar, tawadhu', tidak dengki dan iri hati, selalu&lt;br /&gt;berjihad, dsb.) Firman Allah SWT dalam Al Qur'an :"Sesungguhnya laki-laki dan&lt;br /&gt;perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang Mu'min, laki-laki dan pe-&lt;br /&gt;rempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar-benar,&lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-&lt;br /&gt;laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,&lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan&lt;br /&gt;yang banyak menyebut (nama) Allah ; Allah telah menyediakan untuk mereka am-&lt;br /&gt;punan dan pahala yang besar." (S. Al Ahzab : 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa di dalam melaksanakan tuntutan ad-Deen, Muslimin dan&lt;br /&gt;Muslimah mempunyai peranan dan tanggung jawab yang telah disesuaikan oleh&lt;br /&gt;Allah SWT menurut fitrah dan keupayaan masing-masing. Renungkan juga Surah&lt;br /&gt;An Nisa' : 124, Allah SWT berfirman : "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh&lt;br /&gt;baik ia laki-laki ataupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu&lt;br /&gt;masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang wanita Muslim itu berhak menerima ganjaran dari Allah SWT,&lt;br /&gt;semata-mata dengan ikhlasnya menunaikan tanggung jawab yang telah ditentukan&lt;br /&gt;oleh Allah SWT pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Muslimah Sebagai Isteri Dan Ibu&lt;br /&gt;----------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga, sebagai suatu unit sosial telah diberikan kepentingan yang&lt;br /&gt;besar di dalam masyarakat. Islam selanjutnya telah memberikan kedudukan yang&lt;br /&gt;lebih istimewa. Allah SWT berfirman : "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya&lt;br /&gt;ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu&lt;br /&gt;cenderung dan merasa tentram kepadanya; dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa&lt;br /&gt;kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat&lt;br /&gt;tanda-tanda bagi kaum yang berpkir." (S. Ar-Rum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan adalah sebuah institusi untuk mendirikan keluarga, dan di-&lt;br /&gt;sifatkan oleh Islam sebagai satu-satunya cara yang sah untuk memenuhi keinginan&lt;br /&gt;syahwat (Rasulullah SAW telah menyuruh pemuda-pemuda yang telah aqil baligh&lt;br /&gt;dan mampu menikah, dan bagi mereka-mereka yang tidak mampu karena kemiskinan,&lt;br /&gt;dianjurkan supaya berpuasa - Sahih Muslim). Mengambil perempuan simpanan adalah&lt;br /&gt;dilarang karena ini merupakan penghinaan terhadap kaum wanita dan merugikan&lt;br /&gt;anak-anaknya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu perkawinan di sisi Islam adalah ke arah satu perjanjian&lt;br /&gt;individu (civil) dan tidak bisa menjadi sah tanpa kerelaan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Perkawinan juga suatu ikatan yang dapat menguatkan lagi keimanan aqidah dan&lt;br /&gt;untuk seterusnya Muslim dan Muslimah dapat terus-menerus melaksanakan kehendak-&lt;br /&gt;kehendak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas sebagai isteri yang sholehah dan taat pada suami (di dalam batas&lt;br /&gt;syara') amatlah dimuliakan. Di dalam sebuah hadith Ar-Rasul SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Kalau seandainya aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud kepada orang lain,&lt;br /&gt;niscaya aku perintahkan isteri itu sujud pada suaminya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan tanggung jawab di dalam rumah tangganya (menjaga makanan&lt;br /&gt;dan pakaian keluarga serta kebersihan rumah tangga) sehingga dapat menjadikan&lt;br /&gt;rumahnya bersuasana aman damai serta tentram bagi suami untuk pulang sesudah&lt;br /&gt;seharian menjalankan tugas di luar, juga adalah ibadah yang dituntut Islam.&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda : "Semua kamu penggembala, dan bertanggung jawab terhadap&lt;br /&gt;apa yang digembalakannya. Wanita adalah penggembala dalam rumah tangga suaminya&lt;br /&gt;dan bertanggung jawaa (akan diperhitungkan nanti di akhirat) di dalam pengu-&lt;br /&gt;rusannya." (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si isteri jugalah sumber dorongan, daya penggerak dan tidak putus-&lt;br /&gt;putusnya memberi perangsang, mencari tahu dan simpati terhadap suami yang&lt;br /&gt;perlu melaksanakan tugas-tugas dakwah yang berat dan penting di luar rumah.&lt;br /&gt;Janganlah sekali-kali ia menjadi batu penghalang, melemahkan semangat per-&lt;br /&gt;juangan suaminya dengan perkara-perkara remeh karena ini akan mengganggu&lt;br /&gt;keseluruhan proses tajdid yang mana setiap usaha individu-individu masyarakat&lt;br /&gt;perlu digemblengkan ke arah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Surah At Taghabun : 14, Allah SWT berfirman :"Hai orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang&lt;br /&gt;menjadi musuh bagimu, maka barhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu&lt;br /&gt;memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah&lt;br /&gt;Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai satu contoh yang paling baik, lihat saja keistimewaan Khadijah&lt;br /&gt;r.a. isteri Rasulullah SAW. Beliaulah yang membujuk dan memberi semangat di&lt;br /&gt;saat-saat Rasulullah SAW gemetar dan ketakutan setelah berhadapan dengan Jibril&lt;br /&gt;a.s. buat pertama kalinya. Dengan tenangnya dan lemah lembut beliau menentram-&lt;br /&gt;kan hati suaminya agar tak perlu risaukan atas kemurkaan Allah terhadapnya ka-&lt;br /&gt;rena Rasulullah SAW tidak pernah melakukan perkara-perkara terkutuk dan di sam-&lt;br /&gt;ping itu selalu memperhatikan keadaan orang-orang lain dan fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW diangkat menjadi Rasul Allah, beliaulah wanita&lt;br /&gt;yang mula-mulai melafazkan kalimah tauhid dan tanpa berpikir panjang telah&lt;br /&gt;mengambil keputusan untuk berdiri di sisi suami tercinta, ketika risalah sudah&lt;br /&gt;mulai menggegerkan bumi Mekkah dan orang-orang Islam mulai disiksa dan ditin-&lt;br /&gt;das. Sehingga sampai akhir hayatnya, beliau masih tetap dengan kesetiaannya&lt;br /&gt;dan telah dijanjikan Allah SWT syurga yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umm Sulaym r.a. juga merupakan srikandi yang perlu dicontoh oleh para&lt;br /&gt;Muslimah. Kematian anak yang dikasihi diterima dengan kesabaran dan dirahasia-&lt;br /&gt;kannya berita itu dari suaminya yang baru saja pulang dari berjuang yang ketika&lt;br /&gt;itu memerlukan layanan dari isterinya. Setelah kepenatan suami hilang dan sua-&lt;br /&gt;sana agak sesuai, barulah diberitahukannya keadaan yang sebenarnya. Berkat ke-&lt;br /&gt;tabahan dan ketaatan Umm Sulaym, Rasulullah SAW telah mendoakan agar Allah SWT&lt;br /&gt;merahmati kedua pasangan suami istri itu yang mana mereka berdua akhirnya men-&lt;br /&gt;jadi ibu dan ayah sahabat yang muttaqin (Abdullah bin Talha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang isteri, kesetiaan dan kepatuhan kepada suaminya bukan-&lt;br /&gt;lah karena dianggap derajatnya itu lebih rendah, tetapi karena ia menerima&lt;br /&gt;suami sebagai pelindungnya. Al Qur'an telah menjelaskan di dalam Surah An-Nisa'&lt;br /&gt;ayat 34 : "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena&lt;br /&gt;Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain&lt;br /&gt;(wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Sebab&lt;br /&gt;itu maka wanita yang sholeh itu ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara&lt;br /&gt;diri di balik pembelakangan suaminya sebab Allah telah memelihara (mereka)...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi ibu yang baik diperlukan Muslimah yang patuh kepada&lt;br /&gt;ajaran Islam. Seorang ibu Muslim itu membesarkan anak-anaknya dengan satu&lt;br /&gt;keghairahan untuk menanam dan mempertahankan nilai-nilai Islam. Rumah tangganya&lt;br /&gt;perlu mencerminkan keIslaman, pergaulan anggota keluarga penuh kasih sayang&lt;br /&gt;dan saling hormat-menghormati. Ibulah pendidik utama anak-anaknya yang bakal&lt;br /&gt;menyambung tugas para anbiyaa'. Ibulah juga yang bertanggung jawab memupuk&lt;br /&gt;semangat jihad, mencintai kebaikan dan keadilan serta membenci segala kemung-&lt;br /&gt;karan. Di dalam hadith Ar-Rasul SAW bersabda : "Tidak ada dari anak-anak mela-&lt;br /&gt;inkan dilahirkan atas fitrah, dua ibu-bapanya-lah yang menyebabka dia menjadi&lt;br /&gt;Yahudi atau Nasrani atau Majusi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an telah pula memuliakan tugas ibu yang bersusah payah mengan-&lt;br /&gt;dung, melahirkan dan membesarkan serta mendidik zuriatnya dengan tabah dan&lt;br /&gt;tanpa jemu. Allah SWT berfirman :"Dan Kami amanatkan kepada manusia terhadap&lt;br /&gt;dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang&lt;br /&gt;bertambah lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan&lt;br /&gt;kepada dua orang ibu-bapakmu, kepada-Ku-lah kembalimu." (S. Luqman : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas ibu memelihara serta mendidik anak-anaknya adalah satu tugas&lt;br /&gt;besar yang sepenuh masa -tidak 'part time' atau sambilan-sambilan saja. Bukan&lt;br /&gt;tujuan Islam melahirkan generasi yang semata-mata mendapat kepuasan material&lt;br /&gt;yakni cukup makan dan pakaian dan mendapat pelajaran 'tinggi' karena ini adalah&lt;br /&gt;matlamat (tujuan) masyarakat jahiliyah yang materialistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembentukan Daulah Islamiyah kita terus-menerus memerlukan tenaga-&lt;br /&gt;tenaga yang berani lagi ikhlas, berkepribadian keIslaman yang mulia, pendukung-&lt;br /&gt;pendukung dan penyambung risalah dan mujahid-mujahid yang tidak gentar dengan&lt;br /&gt;lambaian maut. Nah, itulah anak-anak yang seharusnya lahir dari sebuah keluarga&lt;br /&gt;Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' bt. Abu Bakr telah berhasil mendidik anaknya Abdullah al Zubair&lt;br /&gt;sejak kecil, supaya cuma takut kepada Allah SWT saja. Pernah suatu ketika,&lt;br /&gt;anak-anak sedang bermain-main di jalan, maka lewatlah Umar Al Khattab yang&lt;br /&gt;terkenal dengan ketegasan dan kegarangannya itu. Semua anak di situ telah lari&lt;br /&gt;menjauhkan diri dari Umar r.a. kecuali Abdullah, dan ketika ditanya Umar r.a.&lt;br /&gt;Abdullah menjawab bahwa jalan itu cukup luas untuk siapa saja, dan di samping&lt;br /&gt;itu ia tidak melakukan apa-apa kesalahan yang menyebabkan ia melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundanya juga merupakan seorang ibu yang teguh imannya, walaupun di&lt;br /&gt;saat-saat yang genting telah menggalakkan anaknya untuk menggadaikan nyawa&lt;br /&gt;untuk Islam. Ketika anaknya mengatakan kerisauannya yang mana mayatnya akan&lt;br /&gt;dipotong-potng oleh musuh jika ia gugur, maka dijawab oleh ibu Muslim sejati&lt;br /&gt;itu, "Apakah dipikir, seekor kambing sesudah disembelih itu akan merasakan&lt;br /&gt;sakit ketika dikoyak-koyak kulitnya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi contoh masyhur tentang keibuan yang matang ialah kisah&lt;br /&gt;Tumadhir, seorang penyair yang mana sebelum Islam, beliau menghabiskan waktu&lt;br /&gt;untuk menangis, meratap dan meraung di atas kematian saudara-saudaranya dengan&lt;br /&gt;mengarang syair sedih. Tatkala peperangan Al-Qadisiah meletus, beliau telah&lt;br /&gt;banyak memberi dorongan kepada empat puteranya supaya turut berjuang. Kese-&lt;br /&gt;dihannya telah melahirkan semangat baru dalam hati putera-puteranya dan mereka&lt;br /&gt;telah berhasil menjadi syuhada'. Tumadhir tidak lagi meratapi atau meraung,&lt;br /&gt;malah telah mengucap syukur ke hadirat Allah yang telah mengaruniakan kematian&lt;br /&gt;putera-puteranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ibu-ibu Muslim yang patut jadi teladan bagi semua Muslimah.&lt;br /&gt;Dan demikianlah nilai-nilai yang mereka tanamkan di dalam diri anak-anak mereka&lt;br /&gt;yang patut dicontoh oleh ibu-ibu Muslimah atau calon ibu-ibu Muslimah sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Sebagai Individu Dalam Masyarakat&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota masyarakat, Muslimah juga berkewajiban untuk menolong&lt;br /&gt;mewujudkan masyarakat yang sejalan dengan kehendak Allah SWT. Tuntutan supaya&lt;br /&gt;berdakwah bagi Muslimin dan juga Muslimah telah dijelaskan Allah dalam Surah&lt;br /&gt;Ali Imran ayat 104 :"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang&lt;br /&gt;menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar,&lt;br /&gt;merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan 'am yang ditujukan kepada laki-laki dan wanita ini patut di-&lt;br /&gt;tunaikan secara berjamaah karena itulah satu cara yang lebih effektif. Pemben-&lt;br /&gt;tukan Daulah Islamiyah memerlukan usaha-usaha gigih bukan orang-orang perseo-&lt;br /&gt;rangan tetapi satu golongan manusia yang bersatu dalam segala usaha dan daya&lt;br /&gt;pemikiran demi mencapai matlamat yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa Muslimah juga berkewajiban melaksanakan dakwah Islamiyah&lt;br /&gt;ini, khususnya kepada golongan wanita di mana Muslimah perlu menjadi contoh&lt;br /&gt;tauladan pribadi mulia dan mengajarkan perkara-perkara yang sulit (bersuci dsb)&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan wanita/keluarga serta penyampaian risalah Al Islam itu&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Ummul Mukminin r.a. merupakan seorang cendekiawan yang telah&lt;br /&gt;meriwayatkan lebih dari 5 ribu buah hadith, dan cuma Abu Huraira r.a. yang&lt;br /&gt;melebihinya. Beliau sering dirujuk oleh sahabat-sahabat Rasulullah SAW dan&lt;br /&gt;kaum Muslimin dan Muslimah 'amnya. Analisanya tepat dan fikirannya tajam dan&lt;br /&gt;terkenal dengan riwayatnya yang sahih dan jujur mengenai sunnah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULANNYA&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu jelaslah bagi kita semua bahwa Muslimah juga mempunyai&lt;br /&gt;tugas-tugas dan kewajiban menegakkan Hakimiah lillah di muka bumi ini. Hakimiah&lt;br /&gt;lillah hanya bisa ditegakkan dengan usaha berjemaah. Setiap tugas mereka adalah&lt;br /&gt;merupakan sebagian dari tugas jemaah itu sendiri. Hanya wanita-wanita yang&lt;br /&gt;bersama-sama dengan jemaah saja yang mampu mendidik anak-anak yang mendukung&lt;br /&gt;risalah Al Islam dan menjadi daya penggerak/pendorong suami-suami mereka untuk&lt;br /&gt;mewarisi perjuangan para Anbiyaa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan terakhir dari Al Qur'an, Surah Al Baqarah : 208 :"Hai orang-&lt;br /&gt;orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah&lt;br /&gt;kamu turuti langkah-langkah syeitan. Sesungguhnya syeitan itu musuh yang nyata&lt;br /&gt;bagimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu,&lt;br /&gt;ukhtifillah,&lt;br /&gt;hanies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783271108544866?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783271108544866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783271108544866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783271108544866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783271108544866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/peranan-muslimah.html' title='PERANAN MUSLIMAH'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783224418750128</id><published>2005-09-27T07:39:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:10:47.776-07:00</updated><title type='text'>WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 2 )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH : Ustadz Abdul Ghani Shamsuddin&lt;br /&gt;(di seminar serikandi Islam)&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Selalu Beribadat ('abidat) dan Sedia Berhijrah karena Prinsip&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah senantiasa mengutamakan prinsip dari yang&lt;br /&gt;lain-lain. Mereka rela berhijrah meninggalkan sanak saudara demi mempertahan-&lt;br /&gt;kan prinsip Islam. Sejarah mencatatkan bahwa Fatimah binti Safwan Ibnu Umiyah&lt;br /&gt;isteri Omar bin Said Ibnu Al'As, Aminah binti Khaif isteri Khalid bin Said,&lt;br /&gt;Ramlah Ummu Habib binti Abi Sufyan isteri Abdullah bin Jahay, Barakah binti&lt;br /&gt;Yasar isteri Qais bin Abdullah, Ummu Harmalah isteri Qais, Ramlah binti Abi&lt;br /&gt;Auf isteri Al Muttalib bin Azhar, Raithah isteri Harith Ibnu Khalid, Hind&lt;br /&gt;binti Abi Ummayah Ibnu Al Mughairah isteri Abi Muslimah bin Abdul Asad, Fati-&lt;br /&gt;mah binti Al Khattab dan banyak lagi yang lain yang telah berhijrah ke Haba-&lt;br /&gt;syah demi agama mereka. Asma' binti Qais telah dua kali berhijrah ke Haba-&lt;br /&gt;syah dan ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang berkepribadian ialah yang teguh dan kuat berpegang kepada&lt;br /&gt;prinsip hidupnya. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 5 : "Boleh&lt;br /&gt;jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih&lt;br /&gt;baik daripada kamu; yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang&lt;br /&gt;mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah kuat beribadat sebab ibadah itu menolong se-&lt;br /&gt;seorang menguatkan iradah dan keimanannya. Iradah yang kuat diperkuat dengan&lt;br /&gt;memaksa diri agar terlibat dengan kerja-kerja yang berat dan besar. Kerja-&lt;br /&gt;kerja ini hendaklah terus-menerus dilakukan dan tidak diabaikan walaupun se-&lt;br /&gt;hari. Ini bisa dilakukan melalui ibadah nawafil atau membaca sejarah para&lt;br /&gt;pejuang besar Islam di zaman silam. Allah menerangkan :"Bila kamu berazzam&lt;br /&gt;(melakukan sesuatu) maka bertawakkallah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Sebagai Ibu Melahirkan Pahlawan Cekatan dan Sabar Menangggung Penderitaan&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah ialah yang dapat membedakan pendidikan ter-&lt;br /&gt;hadap anak lelaki dan anak perempuan. Semangat kepahlawanan, keberanian dan&lt;br /&gt;pengorbanan ditanamkan sejak kecil pada anak lelakinya. Sedangkan sifat ke-&lt;br /&gt;wanitaan yang sempurna dipupuk pada anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam Jameelah menulis dalam bukunya yang berjudul "Islam in Theory&lt;br /&gt;and Practice" : "Tugas utama seorang ibu Muslim adalah berusaha sekuat daya&lt;br /&gt;membujuk anak-anaknya supaya menaati ajaran-ajaran al Qur'an dan Sunnah Ra-&lt;br /&gt;sulullah SAW. Banyak terdapat wanita-wanita Muslim di negara-negara bukan&lt;br /&gt;Arab yang bersungguh-sungguh membaca Al Qur'an dalam bahasa Arab setiap pagi&lt;br /&gt;tanpa sedikitpun memahami maknanya. Kebanyakan gadis-gadis yang cenderung ke&lt;br /&gt;arah Islam terutama sekali mereka-mereka yang mendapat pelajaran modern yang&lt;br /&gt;membaca Al Qur'an, Al-Hadith dan lain-lain tulisan mengenai Islam seolah-olah&lt;br /&gt;ini semua sebagai satu falsafah yang abstrak dan mulia. Tidak sesaatpun ter-&lt;br /&gt;gerak dalam hati mereka agar meninggalkan dari menonton film-film kotor di&lt;br /&gt;bioskop-bioskop, mendengar lagu-lagu lucu di corong radio dan menyanyikan&lt;br /&gt;pula atau menghadiri majlis-majlis sosial yang bercampur lelaki dan wanita&lt;br /&gt;dengan memakai pakaian yang ketat dan tidak sopan. Ibu-ibu Muslim hendaklah&lt;br /&gt;memberitahu anak-anak gadis dan anak-anak tarunanya oleh karena kawan-kawan&lt;br /&gt;yang sebaya dengan mereka di sekolah atau maktab melakukan perkara ini, per-&lt;br /&gt;kara-perkara ini tidaklah semestinya menjadi benar. Wanita-wanita Muslim&lt;br /&gt;seharusnya membaca Al Qur'an dan Al-Hadith supaya arahan-arahannya diamalkan&lt;br /&gt;dalam kehidupan mereka sehari-hari. Terdapat banyak ibu-ibu Muslim yang me-&lt;br /&gt;nyimpan Al Qur'an yang dibungkus dalam kain sutera yang cantik diletakkan&lt;br /&gt;di atas lemari untuk mengumpulkan debu. Beratus-ratus malah beribu-ribu buah&lt;br /&gt;Al Qur'an yang dibiarkan itu menjerit secara senyap :"Wahai, ambillah kami!&lt;br /&gt;Bacalah kami ! PATUHILAH kami! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu telah biasa membaca majalah-majalah wanita sehingga mereka&lt;br /&gt;terpaksa menerima penentangan anak-anak muda mereka terhadap nilai-nilai&lt;br /&gt;moral dan nilai-nilai Islam yang kukuh, kejahilan mereka, kelakuan buruk,&lt;br /&gt;lekas tertarik kepada perkara-perkara remeh dan dangkal, penentangan mereka&lt;br /&gt;terhadap apa saja yang dianggap "tradisional", dan ketidaksabaran mereka ke-&lt;br /&gt;pada "perubahan" yang mendadak - yakni, atheism dan materialism- sebagai&lt;br /&gt;fakta biologi bagi anak-anak muda zaman modern dan tidak ada apapun yang&lt;br /&gt;dapat dilakukan tentang perkara ini kecuali menyerah diri kepada trend yang&lt;br /&gt;ada. Ini adalah tidak benar. Ini bukanlah suatu perkara yang boleh diabaikan,&lt;br /&gt;sebenarnya tenaga yang diperlukan untuk menentang propaganda yang sedang&lt;br /&gt;berjalan ini amatlah sedikit tidak seperti yang dikira. Belia-belia kita se-&lt;br /&gt;cara tabi'i bertindak hasil dari apa yang diajar oleh ibu-bapak mereka, se-&lt;br /&gt;kolah-sekolah dan maktab-maktab dan dari apa yang mereka baca, lihat dan&lt;br /&gt;dengar melalui media massa. Jika kesemuanya ini mengajar cara-cara Islam dan&lt;br /&gt;tidak cara-cara Barat, pemuda-pemudi ini akan mempunyai perasaan, cara ber-&lt;br /&gt;pikir dan kelakuan yang berlainan sama sekali. Untuk mewujudkan perubahan yang&lt;br /&gt;amat perlu ini maka wanita dapat memainkan peranan penting karena ia dapat&lt;br /&gt;memberi pengaruh yang hakiki ke atas anak-anaknya yang sedang tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam mengenai Purdah menghendaki wanita tinggal bersendirian&lt;br /&gt;dan secara hurwat dan menggunakan sebagian besar dari masanya di rumah, ia&lt;br /&gt;hanya keluar apabila keadaan memerlukan atau barangkali karena menziarahi&lt;br /&gt;kaum keluarga dan sahabat handai tolan wanitanya. Pengaruh yang paling baik&lt;br /&gt;yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada anak-anaknya yang sedang tumbuh&lt;br /&gt;berkembang ialah dengan menjadi contoh yang baik bagi mereka. Ibu yang rajin&lt;br /&gt;mengurus kerja-kerja rumah, menjaga, mengawasi dan mendisiplinkan anak-anaknya&lt;br /&gt;dan membuat kerja-kerja lain, menyediakan suatu suasana keIslaman yang sehat&lt;br /&gt;kepada anak-anak kecil yang dapat menolong mengikis pengaruh-pengaruh yang&lt;br /&gt;tidak diingini yang begitu banyak yang akan dihadapi apabila ia besar nanti.&lt;br /&gt;Ibu-ibu hendaklah memberi didikan Islam kepada anak-anak mereka sejak ia masih&lt;br /&gt;kecil. Al-Hadith menerangkan kepada kita tentang anak-anak para Sahabat yang&lt;br /&gt;membaca Al Qur'an sebelum mereka lepas dari menyusu ibunya ! Sebaiknya saja&lt;br /&gt;ketika bayi itu bisa berbicara ia mesti diajar Kalimah Syahadah dan lain-lain&lt;br /&gt;kalimah seperti Bismillah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, InsyaAllah, MasyaAllah,&lt;br /&gt;sholat dan lain-lain, dan apabila dia telah bisa berdiri dan berjalan, dia&lt;br /&gt;harus digalakkan mengikuti ibunya (seperti anak-anak kecil gemar melakukannya)&lt;br /&gt;apabila ia menunaikan sholat. Apabila anak itu meningkat umur tujuh tahun, ibu-&lt;br /&gt;ibu hendaklah menyuruh anak-anaknya mengerjakan sholat tiap waktu dan memukul&lt;br /&gt;mereka jika mereka tidak berbuat demikian apabila mereka berumur sepuluh tahun.&lt;br /&gt;Dengan ini, anak-anak telah membiasakan diri mereka mengerjakan kewajiban-kewa-&lt;br /&gt;jiban mereka terhadap Allah SWT dan tugas-tugas mereka terhadap sesama makhluk&lt;br /&gt;sebelum mereka baligh. Kepatuhan terhadap kewajiban-kewajiban ini hendaklah&lt;br /&gt;diikuti dengan penerangan yang mudah dan jelas sesuai dengan peringkat umur dan&lt;br /&gt;kemampuan anak-anak. Ibu hendaklah menghiburkan anak-anaknya dengan cerita-ce-&lt;br /&gt;rita kegagahan pejuang-pejuang Islam pada masa dahulu dan kini dan coba memberi&lt;br /&gt;perangsang kepada mereka supaya mempunyai cita-cita meneladani mereka. Apabila&lt;br /&gt;anak-anak itu telah bisa membaca, ibu-ibu hendaklah menyediakan di rumahnya ke-&lt;br /&gt;mudahan buku-buku dan risalah-risalah Islam yang menarik dan menggalakkan anak-&lt;br /&gt;anaknya membaca sendiri. Anak-anak yang besar dan belia bukan saja mesti dibe-&lt;br /&gt;ritahu supaya jangan menonton film-film kotor di bioskop-bioskop atau mende-&lt;br /&gt;ngar siaran radio atau televisi yang tidak berfaedah tetapi juga ia hendaklah&lt;br /&gt;menerangkan apakah yang salah mengenai perkara-perkara itu. Jika ibu itu mem-&lt;br /&gt;punyai radio atau televisi, ia sendiri hendaklah mendisiplinkan dirinya untuk&lt;br /&gt;mendengarkan Tilawah, siaran berita, deklamasi-deklamasi sajak yang Syar'ii&lt;br /&gt;dan rancangan pendidikan yang sehat. Tidak ada keadaan yang membolehkan seorang&lt;br /&gt;ibu membenarkan dendangan lagu-lagu pop karena ia merupakan contoh pengaruh&lt;br /&gt;pribadi yang paling tidak baik bagi anak-anaknya. Jika terdapat anak-anaknya&lt;br /&gt;mulai menyanyi lagu-lagu yang mereka dengar atau pelajari dari radio atau tele-&lt;br /&gt;visi tetangga mereka, ia hendaklah menyuruh mereka berhenti dan memberitahu&lt;br /&gt;mereka bahwa hendaklah mereka merasa malu menyanyikan lagu-lagu kotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Muslim dalam setiap keadaan sekalipun jangan rela mengantar anak-&lt;br /&gt;anak mereka ke sekolah-sekolah missionari Kriten atau konven-konven di mana&lt;br /&gt;anak-anak mereka dipisahkan sama sekali dari pusaka kebudayaan Islam walaupun&lt;br /&gt;ia mesti menyadari bahwa sekolah-sekolah kebangsaan negara juga tidak memberi&lt;br /&gt;penyelesaian yang lebih baik dari itu. Ibu-ibu mestilah menambah pelajaran ma-&lt;br /&gt;terialistis itu dengan pelajaran bahasa Arab, Al Qur'an dan Al-Hadith dari&lt;br /&gt;guru-guru tersendiri yang datang ke rumah jika ia mampu atau jika ia tidak&lt;br /&gt;mampu ini bisa dipelajari oleh anak-anak itu di mesjid-mesjid dan diberikan&lt;br /&gt;juga lain-lain latihan yang ia sendiri mampu untuk melakukannya. Ia hendaklah&lt;br /&gt;membaca dengan teliti semua buku-buku teks anaknya dan menunjukkan kepada mere-&lt;br /&gt;ka pelajaran-pelajaran tertentu yang diajarkan di sekolah itu adalah tidak be-&lt;br /&gt;tul, palsu dan bermaksud jahat dan ibu-ibu juga hendaklah memberi penerangan&lt;br /&gt;dengan cara yang meyakinkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Muslim hendaklah menghiasi rumahnya supaya menjadi rumah tangga&lt;br /&gt;yang menarik dalam batas-batas kemampuannya. Banyak rumah-rumah orang-orang&lt;br /&gt;Pakistan yang telah saya perhatikan di Lahore, walaupun rumah-rumah orang-&lt;br /&gt;orang pertengahan, kelihatan seperti tempat buang sampah dan kotor. Banyak&lt;br /&gt;wanita-wanita Pakistan yang saya kenali mempunyai tabiat membiarkan sampah-&lt;br /&gt;sampah di lantai, terutama sekali di halaman dan di dapur. Mereka lebih rela&lt;br /&gt;tinggal dalam keadaan kotor daripada menyapu lantai. Pendidikan Islam hendaklah&lt;br /&gt;mengajarkan kebersihan dan kerapian kepada gadis-gadis. Wanita tidak boleh me-&lt;br /&gt;rasa malu menyapu dan membersihkan rumah mereka sendiri. Mereka tidak boleh&lt;br /&gt;mengharapkan orang-orang gajian yang mengerjakannya selalu. Jika ibu Muslim itu&lt;br /&gt;ialah orang yang berada, ia janganlah menunjuk-nunjukkan atau berbelanja secara&lt;br /&gt;berlebih-lebihan dalam menghiasi rumahnya; bahan-bahan hiasan yang mahal dan&lt;br /&gt;mubazir seperti membeli sofa-sofa ala-Barat, meja hias dan intan permata&lt;br /&gt;hendaklah ia elakkan. Seni khat yang diambil dari Al Qur'an dan Al Hadith yang&lt;br /&gt;digantung di dinding dapat menjadi sebagai hiasan dan lebih dari itu mengi-&lt;br /&gt;ngatkan pula bahwa ini ialah rumah orang Islam. Potret-potret keluarga atau&lt;br /&gt;rekan-rekan jangan dibuat bingkai atau digantung di dinding karena memperli-&lt;br /&gt;hatkan gambar-gambar ini bertentangan dengan ajaran Islam. Pendidikan Islam&lt;br /&gt;hendaklah mengajar gadis-gadis sekurang-kurangnya asas-asas ilmu kesehatan,&lt;br /&gt;pertolongan cemas dan saji makanan tentang bagaimana menyediakan makanan yang&lt;br /&gt;'halal'. Banyak di antara wanita-wanita Islam yang tidak tahu tentang pera-&lt;br /&gt;turan saji makanan yang seimbang dan ada yang tidak tahu memberi makan kepada&lt;br /&gt;anaknya dengan secukupnya walaupun makanan yang sesuai itu mudah didapati dan&lt;br /&gt;mereka mampu membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' binti Umais adalah contoh seorang ibu yang sabar menanggung tri-&lt;br /&gt;bulasi perjuangan. Ia kehilangan tiga orang suami yang merupakan pahlawan dan&lt;br /&gt;pemimpin Islam yang berani. Ja'afar bin Abi Thalib, Abu Bakar Ash-Shidiq,&lt;br /&gt;dan Ali bin Abi Thalib semasa hidupnya. Beliau terpaksa sendirian membela na-&lt;br /&gt;sib anak-anak yatim yang ditinggal mati bapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melibatkan Diri dalam Harakah/Jema'ah&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kekuatan jemaah kerja-kerja membina masyarakat dari segi kemanu-&lt;br /&gt;siaan tentu suka. Sebab itu perlu ada harakah, amal jamaii, organisasi. Pengli-&lt;br /&gt;batan diri dalam Harakah Islamiyah bukti wujudnya kesadaran mendalam dalam diri&lt;br /&gt;wanita Islam Mithaliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelangsungan dan kelicinan dalam berharakah mesti ada kesetiaan&lt;br /&gt;dan ketaatan pada Amir, selama Amir itu tetap berpegang teguh kepada aturan-&lt;br /&gt;aturan Al Qur'an dan Al Hadith yang telah diajarkan Allah SWT melalui Rasul-&lt;br /&gt;Nya SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Berjihad dan sebagai Pembantu di Barisan Belakang&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said Abdullah Seif al Hatimy menerangkan dalam bukunya "Women in Islam"&lt;br /&gt;"Kami melihat wanita Islam mengambil bagian di dalam jihad sewaktu di zaman&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dan selepasnya. Tugas utama mereka adalah di dalam bidang-bidang&lt;br /&gt;berikut : "Merawat dan menjahit pakaian untuk para tentara, menyediakan makanan&lt;br /&gt;untuk mereka, memberi mereka air, dan keperluan-keperluan asas yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah tidak rela tinggal diam tanpa jihad menentang&lt;br /&gt;kepalsuan dan kebatilan. Kecewa hatinya jika ia tidak dapat menyertai rombongan&lt;br /&gt;perjuangan. Sebab itu Nusaibah telah mengetuai delegasi para wanita berjumpa&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memohon kebenaran beliau untuk mereka mengambil bagian di dalam&lt;br /&gt;jihad sebagaimana yang dilakukan oleh pihak lelaki. Rasulullah SAW bertanya&lt;br /&gt;kepada mereka,"Apa yang kamu (kaum wanita) bisa lakukan, O Nusaibah ? " Maka&lt;br /&gt;Nusaibah pun menjawab, "Kami bisa memperbaiki pakaian, menjaga yang cedera dan&lt;br /&gt;sakit dengan menenangkan mereka, merawati yang sakit dan memberi air kepada&lt;br /&gt;semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah memiliki persediaan untuk berjihad bertempur&lt;br /&gt;dan mengobarkan semangat jantan dan kepahlawanan kaum lelaki untuk mengejar&lt;br /&gt;jihad. Allama Syed Sulaiman Nadwi menerangkan dalam bukunya "Heroic Deed of&lt;br /&gt;Muslim Women" : "The historian Tabari makes a special reference to Umm Hakim&lt;br /&gt;the daughter of Harith in this battle (Perang Yarmuk). Ibn Athir says that&lt;br /&gt;Asma, the daughter of Yazid, alone killed nine Roman soldiers. Waqidi give&lt;br /&gt;the name of some women who fought gallantly in the battle of Yarmuk ; Asma&lt;br /&gt;the daughter of Hazrat Abu Bakr, the wife of Abadah and Samit; Khaula, the&lt;br /&gt;daughter of Thalaba; Kand, the daughter of Malik; Salmah, the daughter of&lt;br /&gt;Hashim; Noom, the daughter of Qanas; dan Afira, the daughter of Afara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam zaman modern ini kaum wanita Islam Iran telah membuktikan peng-&lt;br /&gt;libatan dan pengorbanan yang banyak demi menjatuhkan rezim zhalim Shehin Iran&lt;br /&gt;bersama-sama kaum lelaki. Mereka keluar berarak beramai-ramai menunjuk perasa-&lt;br /&gt;an, menentang ketidakadilan, kepalsuan dan kekejaman, menyertai gerakan revo-&lt;br /&gt;lusi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783224418750128?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783224418750128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783224418750128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783224418750128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783224418750128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/wanita-islam-mithaliyyah-2.html' title='WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 2 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112783150142914158</id><published>2005-09-27T07:21:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:09:42.036-07:00</updated><title type='text'>WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 1 )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY : Ustadz Abdul Ghani Shamsuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Empat perkara dari kebahagiaan (yang memba-&lt;br /&gt;hagiakan) adalah : wanita (isteri) yang saleh, tempat tinggal yang lapang, te-&lt;br /&gt;tangga yang saleh dan kendaraan yang baik. Sedang empat perkara dari nasib&lt;br /&gt;malang adalah : tetangga yang jahat, wanita (isteri) yang buruk (perangainya),&lt;br /&gt;kendaraan (yang sering) rusak dan tempat penginapan yang sempit." Dan dalam&lt;br /&gt;sabda beliau yang lain :"Dunia semuanya adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan&lt;br /&gt;adalah wanita (isteri) yang saleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pemuda Islam, wanita Islam mithaliyyah adalah merupakan&lt;br /&gt;impiannya. Ia bercita-cita untuk mendapatkan seorang suri rumahtangga -yang&lt;br /&gt;kalau bisa - mempunyai empat ciri, yaitu cantik rupawan, hartawan, bangsawan&lt;br /&gt;dan berpegang teguh dengan ajaran agama. Tetapi angan-angan ini jarang dapat&lt;br /&gt;terlaksana, sebab wanita yang memenuhi empat ciri ini terlalu sukar untuk di-&lt;br /&gt;temui.&lt;br /&gt;Seorang pemuda akan menyia-nyiakan umurnya sampai tua untuk mencari&lt;br /&gt;Kibrit Al Ahmar seperti ini. Tidak ada pilihan melainkan terpaksa tunduk pada&lt;br /&gt;realita. Rasulullah SAW menganjurkan agar dalam memilih jodoh, dipilih wanita&lt;br /&gt;yang Zatu Addin yang berpegang teguh kepada agama. Inilah yang bisa membawa&lt;br /&gt;berkah kepada seseorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Dunia ini semuanya perhiasan. Sebaik-baik&lt;br /&gt;perhiasan dunia ini adalah wanita (isteri) yang saleh." Beliau menerangkan&lt;br /&gt;lagi dalam sabdanya : "Wanita dinikahi karena empat perkara : karena hartanya,&lt;br /&gt;karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah&lt;br /&gt;yang (kuat) beragama niscaya kamu beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arahan Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa mithaliyyah yang dimaksud-&lt;br /&gt;kan ialah wujudnya sifat-sifat yang terpuji dan mulia dari sudut pandangan&lt;br /&gt;Islam dalam diri wanita yang bersangkutan. Ciri-ciri keunggulan itu dinilai&lt;br /&gt;dan diukur dengan kriteria Islam atau Islamic World View yang selaras dengan&lt;br /&gt;nas-nas syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kesempurnaan pribadi Insan Kamil seperti Rasulullah SAW itu&lt;br /&gt;suatu yang sukar atau mustahil dicapai. Akan tetapi tingkat yang paling hampir&lt;br /&gt;mendekati kesempurnaan mungkin bisa menjadi target bagi insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIRI-CIRI MITHALIYYAH&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surah Al Ahzab 35, Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya lelaki&lt;br /&gt;dan perempuan yang Muslim, lelaki dan perempuan yang mu'min, lelaki dan perem-&lt;br /&gt;puan yang tetap dalam ketaatannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan&lt;br /&gt;perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusu', lelaki dan perempuan&lt;br /&gt;yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang&lt;br /&gt;memelihara kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama)&lt;br /&gt;Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surah At-Taubah 71, Allah SWT menerangkan :"Dan orang-orang yang&lt;br /&gt;beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi&lt;br /&gt;sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari&lt;br /&gt;yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmatullah Allah; sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meneliti ayat-ayat tersebut di atas dan hadits serta tulisan&lt;br /&gt;para ulama' kita bisa merumuskan ciri-ciri mithaliyyah itu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KeIslaman yang Kental dan Murni&lt;br /&gt;----------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Islam sebagai tatacara hidup yang dibuktikan pula dengan&lt;br /&gt;komitmen lahiriah terhadap rukun dan ajaran Islam adalah ciri yang pertama.&lt;br /&gt;Manakala menolak dan mendustakan cara hidup atau "addin Al Islami" adalah&lt;br /&gt;tanda kerendahan martabat dan kehinaan. Orang-orang kafir, derajat mereka&lt;br /&gt;lebih rendah daripada binatang. Sebab itu seorang wanita Islam yang tidak&lt;br /&gt;patuh dengan ketentuan Islam seperti terhadap sholat, kewajiban menutup aurat,&lt;br /&gt;kewajiban mendirikan masyarakat atau negara Islam dan lain-lain tidak bisa&lt;br /&gt;menjadi wanita mithaliyyah. Pimpinan wanita untuk dapat dikaitkan dengan per-&lt;br /&gt;kataan "Islam" pada pimpinan atau pertubuhan mereka hendaklah mengamalkan ajaran&lt;br /&gt;Islam, mendukung World View Islam. Jika tidak, itu adalah suatu kepalsuan dan&lt;br /&gt;sandiwara demi kepentingan sendiri semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah menjauhkan diri dari syirik walaupun berkaitan&lt;br /&gt;dengan amalan tariqat batiniah atau sifat batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keimanan yang Jelas dan Teguh&lt;br /&gt;--------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen lahiriahnya terhadap Islam terpancar dari kepercayaannya yang&lt;br /&gt;tidak terbagi-bagi terhadap rukun iman dan konsep hidup Islam. Keyakinan ter-&lt;br /&gt;hadap Allah sebagai satu-satunya kuasa tertinggi dan mutlak, sebagai pemberi&lt;br /&gt;rezki yang mutlak, sebagai sumber kebaikan dan yang menentukan bencana dan&lt;br /&gt;lain-lain, tidak tergugat oleh tayangan kuasa dari orang-orang yang menyalah-&lt;br /&gt;gunakan kuasa. Mereka bukan wanita-wanita yang munafik. Iman yang hakiki mem-&lt;br /&gt;bentuk keseluruhan sikap dan budi pekerti wanita Islam Mithaliyyah. Kekuatan&lt;br /&gt;jiwa, keikhlasan hati dan kehalusan budi menjadikan mereka lebih kukuh dan&lt;br /&gt;pejal dari batu dan besi. Rasulullah SAW bersabda : "Apabila Allah selesai&lt;br /&gt;menciptakan bumi maka ia begitu rapuh, bergegar dan runtuh lalu Allah pancang-&lt;br /&gt;kan dengan gunung-gunung hingga ia menjadi tegak. Malaikat merasa kagum dengan&lt;br /&gt;kehebatan gunung-gunung tersebut lalu bertanya."Hai Tuhan kami, adakah makhluk&lt;br /&gt;lain yang Engkau ciptakan lebih hebat dari gunung ?" Allah menjawab,"Iya, yaitu&lt;br /&gt;besi." Mereka bertanya lagi adakah makhluk lain yang Engkau cipta lebih hebat&lt;br /&gt;dari besi. Allah menjawab iya, yaitu api. Mereka bertanya lagi adakah makhluk&lt;br /&gt;lain yang Engkau cipta yang lebih hebat dari api. Allah menjawab iya, yaitu&lt;br /&gt;angin. Mereka bertanya lain adakah makhluk lain yang Engkau cipta lebih hebat&lt;br /&gt;dari angin. Allah menjawab, "Iya, yaitu anak Adam yang apabila ia mengeluarkan&lt;br /&gt;sedekah dengan tangan kanan ia sembunyikan dari tangan kirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konsisten dalam Ketaatannya&lt;br /&gt;-------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketetapan diri dalam mematuhi ajaran Islam, tanda kemantapan iman dan&lt;br /&gt;Islam dalam diri. Ia tidak mudah membuka auratnya karena suatu desakan yang&lt;br /&gt;tidak halal dan tidak benar. Wanita Islam Mithaliyyah teguh pendirian dalam&lt;br /&gt;menghadapi keadaan hidup yang serba menggiurkan dan menggoda. Wanita yang sudah&lt;br /&gt;cair oleh tarikan pengaruh luar yang negatif terikut-ikut dengan arus pakaian&lt;br /&gt;asing yang bercanggah dengan Islam, tidak dapat dianggap Mithaliyyah. Wanita&lt;br /&gt;Islam Mithaliyyah menaati suaminya atau ayah bundanya jika ia belum bersuami.&lt;br /&gt;Dalam kontak harakah ia mendisiplinkan diri dengan disiplin harakah. Tertib&lt;br /&gt;dalam kerja-kerja haraki. Konsisten dalam menyukseskan program Gerakan Islam&lt;br /&gt;yang diikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jujur dan Benar&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur perlu untuk mendapat kepercayaan Tuhan dan para hamba-Nya. Sang-&lt;br /&gt;gup mengakui kesalahan diri dan menginsyafi hakikat. Tidak menzhalimi kawan atau&lt;br /&gt;lawan dalam membuat tanggapan dan sebagainya. Semuanya ini adalah penting untuk&lt;br /&gt;seorang wanita Islam Mithaliyyah. Kejujurannya bersandarkan kepada kebenaran&lt;br /&gt;atau neraca pertimbangan syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Tidak beriman orang yang tidak amanah."&lt;br /&gt;Juga : "Kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan membawa ke syurga. Manakala&lt;br /&gt;dusta membawa kepada kebejatan dan kebejatan membawa ke neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memiliki Kesabaran yang Tinggi&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena antara kewajiban orang yang beriman, lelaki dan perempuan&lt;br /&gt;ialah menyuruh yang ma'ruf mencegah yang mungkar, sudah tentulah kewajiban itu&lt;br /&gt;berhadapan dengan rintangan dan ejekan. Sebab itu di samping wanita Islam&lt;br /&gt;Mithaliyyah wajib menjalankan amar ma'ruf nahi'anil mungkar, mereka mestilah&lt;br /&gt;pula memiliki ketabahan hati yang tinggi. Wanita Islam akan diejek, diragukan&lt;br /&gt;dan difitnah dalam pergerakannya. Malah isteri Nabi pun tidak terlepas dari&lt;br /&gt;tuduhan-tuduhan liar yang ingin menghancurkan nama baik. Menutup aurat umpama-&lt;br /&gt;nya dianggap ciri kekunoan dan syarat untuk dipersulit kemasukannya dalam&lt;br /&gt;institusi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah tidak terguncang membuang tudung lingkupnya&lt;br /&gt;karena hendak cepat mendapat jodoh. Allah SWT Maha Pengasih tidak akan menyia-&lt;br /&gt;nyiakan nasib orang yang baik. Hanya masyarakat yang zhalim saja yang memaksa&lt;br /&gt;wanita-wanita mereka bertindak bertentangan dengan kehendak Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Khusyu' dan Wara'&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda hati telah diserapi oleh iman ialah ia menjadi tenang dan bening.&lt;br /&gt;Ia merendah diri dan stabil. Hatinya khusyu' terpaut kepada alam tinggi, senan-&lt;br /&gt;tiasa mesra dan menengadah kepada Ilahi ketika ramai dan seorang diri. Senanti-&lt;br /&gt;asa ingat akan pandangan Allah tertumpu pada dirinya. Ia peka dengan peristiwa&lt;br /&gt;sekitar dirinya yang dianggapnya punya pertanda tertentu tentang derajat ke-&lt;br /&gt;kentalan hubungannya dengan Allah. Wanita Islam Mithaliyyah mestilah seorang&lt;br /&gt;yang wara' menjauhi tempat atau suasana yang bisa membawa fitnah dan omongan&lt;br /&gt;orang yang tidak baik tentang marwah diri dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau wanita Islam justru menari-nari dan berfoya-foya di khalayak&lt;br /&gt;ramai, jari-jemarinya menjadi sentuhan ramai tangan lelaki atau tubuhnya menja-&lt;br /&gt;di hidangan para peminat, tentulah sulit sekali mendapat julukan Mithaliyyah.&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah amat menghindarkan diri dari perkara haram. Jika sua-&lt;br /&gt;minya keluar mencari nafkah, hati dan lidahnya mengingatkannya tentang mereka&lt;br /&gt;adalah tanggungan dan amanah Allah. Mereka harus dibiayai dari rezki yang ha-&lt;br /&gt;lal. Jika tidak para isteri dan anak-anak akan hidup dan membesar dari rezki&lt;br /&gt;yang haram. Daging yang tumbuh dari rezki yang haram ke nerakalah tempatnya.&lt;br /&gt;Kewara'annya mencegah suami dari melakukan yang haram walaupun bakal mengha-&lt;br /&gt;dapi keadaan hidup yang agak sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sedia Berkorban dan Bersedekah&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binti Ubaid bin Tha'labah atau 'Affra' seorang ibu dari Bani Malik&lt;br /&gt;bin Hajjar mengorbankan tiga orang anaknya dalam perjuangan bersama-sama&lt;br /&gt;Rasulullah SAW yaitu : Auf, Mu'aas dan Mu'awwis. Yang pertama dan kedua telah&lt;br /&gt;bersama-sama membunuh Abu Jahal. Asma' binti Abu Bakr mengatakan : "Bagiku&lt;br /&gt;tidak ada masalah untuk mengotorkan kaki dengan debu-debu sewaktu-waktu demi&lt;br /&gt;perjuangan Fisabilillah." Dalam menasihati Abdullah Ibnu Zubair anaknya, Asma'&lt;br /&gt;berkata : "Hai anakku, hiduplah dalam keadaan mulia, atau mati dalam keadaan&lt;br /&gt;mulia. Jangan rela menjadi tawanan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam yang baik harus sanggup berkorban karena harakah dan bukan&lt;br /&gt;mengorbankan harakah karena kepentingan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menguasai Nafsu dan Sering Berpuasa&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa celakalah hamba isteri, hamba&lt;br /&gt;pound (dinar), hamba dollar (dirham) dan hamba baju. Ingatan ini memberikan&lt;br /&gt;suatu isyarat bahwa wanita mungkin menjadi sebab kepada terjerumusnya suami&lt;br /&gt;melakukan yang haram. Emosi yang meluap-luap sehingga memuja isteri dan menurut&lt;br /&gt;telunjuknya yang bertentangan dengan Islam dan lain-lain adalah suatu perbuatan&lt;br /&gt;yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah sering mengamalkan puasa yang sunat apalagi&lt;br /&gt;yang wajib. Selalu mengikuti program latihan rohaniah dan ilmiah untuk menji-&lt;br /&gt;nakkan nafsu dan menguatkan daya penguasaan akal waras. Ia senantiasa mengi-&lt;br /&gt;ngat-ingat ayat-ayat Al Qur'an yang mengandung ancaman seperti : "(Allah&lt;br /&gt;berfirman kepada Malaikat) Tangkap dan belenggulah tangannya ke lehernya. Ke-&lt;br /&gt;mudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belit-&lt;br /&gt;kan dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia da-&lt;br /&gt;hulu tidak beriman kepada Allah yang Maha Besar. Dan juga tidak mendorong&lt;br /&gt;orang lain memberi makan pada orang miskin. Tiada teman seorang pun baginya&lt;br /&gt;hari ini di sini. Makanan sedikit pun tiada baginya kecuali dari darah dan&lt;br /&gt;nanah, yang hanya akan dimakan oleh orang-orang yang berdosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : "(Makanan Syurga) itukah hidangan yang lebih baik&lt;br /&gt;ataukah pohon saqqum. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon saqqum itu sebagai&lt;br /&gt;siksaan bagi orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya dia dalah sebatang pohon&lt;br /&gt;yang keluar dari dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syeitan-&lt;br /&gt;syeitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon&lt;br /&gt;itu maka mereka memenuhi perutnya dengan buah saqqum itu. Kemudian sesudah&lt;br /&gt;makan buah itu mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat&lt;br /&gt;panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka&lt;br /&gt;jahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menjaga Kehormatan Diri dan Marwah&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah bukan pendukung Women's Lib. atau partipasi&lt;br /&gt;wanita yang tidak tunduk kepada garis-garis syara'. Wanita Islam Mithaliyyah&lt;br /&gt;tentu bukan Miss World atau Ratu Cantik Nasional atau sebarang ratu yang&lt;br /&gt;memperagakan keindahan tubuhnya. Wanita Islam yang sebenarnya ialah yang&lt;br /&gt;mengadakan isi Bai'ah Annisa : perjanjian wanita dengan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : "Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-&lt;br /&gt;perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan&lt;br /&gt;mempersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan ber-&lt;br /&gt;zina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka&lt;br /&gt;ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakan dalam&lt;br /&gt;urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonlah ampunan&lt;br /&gt;Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan bebas tanpa mengenal batas bertentangan dengan ciri-ciri&lt;br /&gt;Mithaliyyah. Kebekuan tanpa usaha menggerakkan masyarakat ke arah kebaikan&lt;br /&gt;bertentangan dengan ciri-ciri Mithaliyyah. Pakaian yang tidak menutup aurat,&lt;br /&gt;perlakuan takassur (yaitu kata-kata manja dan lain-lain yang mengobarkan&lt;br /&gt;darah muda dan syahwat melalui cara berkata atau cara berjalan dan bergaul)&lt;br /&gt;dan taghannu, kebiasaan biking dan membonceng kendaraan siapa saja tanpa&lt;br /&gt;sebab atau terdesak, semuanya bertentangan dengan ciri-ciri wanita Islam&lt;br /&gt;yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sumber perangsang berkobarnya libido sexuality orang banyak&lt;br /&gt;dengan fashion atau perlakuan yang menyolok mata membawa fitnah dan maksiat&lt;br /&gt;tidak dapat dianggap wanita Islam yang baik walaupun ia seorang bintang dalam&lt;br /&gt;Merak Kayangan, pemimpin, tokoh atau yang dikatakan sebagai orang dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Selalu Banyak Mengingati Allah&lt;br /&gt;----------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azzakirat, ialah wanita yang selalu berzikir mengingat dan menyebut&lt;br /&gt;nama Allah. Lisannya tidak banyak menceritakan keburukan orang. Ia bukan&lt;br /&gt;tukang umpat, tukang bual dan tukang cacat. Lidahnya lebih banyak menyebut&lt;br /&gt;yang positif dan membangun. Tapi tidak pula membisu dalam menentang kemung-&lt;br /&gt;karan dan kezhaliman. Lidahnya tajam memerangi kebatilan justru ingatannya&lt;br /&gt;yang kuat kepada suruhan Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hendaklah ada unsur-unsur keseimbangan dalam hal tersebut.&lt;br /&gt;Wirid tasbih dan zikir yang ma'thur menjadi basahan lidahnya, setiap hari dan&lt;br /&gt;setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikirullah meneguhkan 'padhail annafsiyah' dalam diri untuk menentang&lt;br /&gt;kecenderungan ke arah kejahatan seperti hasad dengki, bakhil, ujub, riya',&lt;br /&gt;dusta, mengumpat, membawa sulut, menghina dan mengejek, perbuatan sia-sia dan&lt;br /&gt;marah-marah tanpa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berilmu dan Bijaksana&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ilmu banyak mengurangkan nilai kebaikan seseorang. Orang-orang&lt;br /&gt;yang tidak berilmu senantiasa besar kemungkinan untuk mereka terjatuh dan&lt;br /&gt;salah. Sebab itu wanita Mithaliyyah mestilah selalu mengikuti tamrin, usrah,&lt;br /&gt;program-program tarbiyah dan muzakarah sehingga memiliki kebijaksanaan dalam&lt;br /&gt;menggerakkan usaha pergerakan ke arah menunjangi Al Ma'ruf memberantas yang&lt;br /&gt;Mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam Jameelah menerangkan : "Wanita yang buta huruf dan lesu tidak&lt;br /&gt;mungkin menghadapi pengaruh-pengaruh anti-Islam yang mengancam anak-anaknya&lt;br /&gt;siang dan malam. Hanya ibu yang bijak, berpelajaran dan bersemangat saja yang&lt;br /&gt;bisa menghadapi tugas-tugas ini." [Maryam Jameelah "Islam in Theory and Prac-&lt;br /&gt;tice"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu adalah kewajiban tiap muslim lelaki dan perempuan. Ra-&lt;br /&gt;sulullah SAW menerangkan hal ini. Wanita Islam di zaman beliau pernah mengadu&lt;br /&gt;kepada beliau, "Nampaknya orang lelaki telah menghabiskan waktu engkau (wahai&lt;br /&gt;Rasulullah) sehingga kami tidak ada bagian. Berikanlah kepada kami suatu masa&lt;br /&gt;khusus untuk kami." Maka Rasulullah SAW pun menetapkan hari khusus untuk me-&lt;br /&gt;reka berjumpa dengan beliau dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam Mithaliyyah bijaksana dalam bergaul, melayani suami,&lt;br /&gt;membela anak, membagi-bagi waktu antara tugas terhadap keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Berani Menghadapi Resiko Perjuangan&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdullah bin Zubair mengadu kepada ibunya Asma' binti Abu Bakr,&lt;br /&gt;beliau berkata, "Ibuku, nampaknya ramai orang yang berpaling dan tidak setia&lt;br /&gt;mendukung aku. Yang tinggal hanya beberapa orang saja. Paling mampu sabar ber-&lt;br /&gt;tahan untuk beberapa waktu saja. Kalau lawanku menawarkan berapa dan apa saja&lt;br /&gt;yang aku mau dari kenikmatan dunia, apa pendapat ibu ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' pun menjawab, "Engkau, wahai anakku lebih arif tentang dirimu&lt;br /&gt;sendiri. Jika engkau yakin bahwa engkau benar menyeru kepada kebenaran, terus-&lt;br /&gt;kanlah perjuanganmu. Sekiranya engkau hendakkan dunia maka buruk sekalilah&lt;br /&gt;engkau ini. Engkau membinasakan dirimu dan nyawa rekan-rekanmu yang telah per-&lt;br /&gt;gi. Jika engkau beralasan dan mengatakan : 'Sebenarnya dulu aku di pihak yang&lt;br /&gt;benar, kemudian rekan-rekanku hilang semangat, maka aku pun lemah juga,' maka&lt;br /&gt;ini bukanlah sifat orang yang merdeka dan beragama. Berapa lama benarlah&lt;br /&gt;engkau akan hidup ? Mati lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara fenomena berani ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapat mengekalkan kestabilan diri dan normal. Tidak nervous dan kalut dalam&lt;br /&gt;bertukar pikiran, debat, menerangkan pendapat sendiri untuk mempertahankan&lt;br /&gt;pegangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dapat mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Bersedia untuk membetulkan ke-&lt;br /&gt;salahan orang dalam amalan dan aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terus terang menyatakan yang hak. Tidak hirau terhadap ancaman dan dugaan&lt;br /&gt;dalam menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita Islam telah membetulkan kekhilafan Khalifah Rasulullah&lt;br /&gt;yang kedua yaitu Sayyidina Umar r.a. tentang maskawin. Sayyidina Umar tidak&lt;br /&gt;segan-segan mengakui kebenaran pendapat wanita itu dan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam membentuk syakhsiah wanita Islam menjadi insan merdeka dan&lt;br /&gt;berwibawa, sedangkan sistem hidup jahiliyah membentuk insan terbelenggu dan&lt;br /&gt;kecut dengan akta-akta baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112783150142914158?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112783150142914158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112783150142914158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783150142914158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112783150142914158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/wanita-islam-mithaliyyah-1.html' title='WANITA ISLAM MITHALIYYAH ( 1 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112750699087667752</id><published>2005-09-23T13:20:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:08:55.446-07:00</updated><title type='text'>Membuka Aurat Di Hadapan Wanita Non-muslim</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Membuka Aurat Di Hadapan Wanita Non-muslim &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Assalamu alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu Alaa Sayyidil Mursalin, Wa Alaa Aalihi Waashabihi Ajmain, Wa Bad&lt;br /&gt;Jumhurul Ula seperti Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik dan sebagian Al-Imam Asy-Syafi'i menyepakati bahwa kedudukan wanita ajnabiyah yang bukan muslimah sama dengan laki0laki ajnabiyah (asing) yang bukan mahram. Sehingga arat wanita muslimah tidak boleh dilihat oleh lak-laki yang tidak mahram dan juga wanita wanita kafir yang bukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, posisi keharaman memperlihatkan aurat di depan wanita non muslim adalah sama dengan haramnya memperlihatkan aurat di depan laki-laki asing yang bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dari pengharaman ini adalah firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, (QS. An-Nur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, buat pada muslimah yang karena alasan satu dan lain hal harus tinggal serumah dengan wanita non Islam, konsekuensinya adalah mereka tetap harus menutup aurat terus sebagaimana di depan laki-laki asing non mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya hanya boleh berduaan atau khalwat dengan wanita non muslim itu, karena memang sesama jenis. Dan itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan bila dengan laki-laki non mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ada riwayat yang shahih dari Umar bin Al-Khattab bahwa beliau membuat larangan yang tegas kepada wnaita non muslim untuk tidak boleh memasuki tempat pemandian umum. Karena masuknya mereka sama saja dengan masuknya laki-laki asing yang bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bila memang ingin agak bebas berbuka kerudung di dalam kamar, asrama atau tempat umum, pilihlah yang memang khusus untuk wanita yang seagama. Ini bukan berarti kita menganggap bahwa non muslim itu najis dan harus dijauhi. Ini hanya urusan aurat yang dalam hal tertentu memang menjadi urusan yang sangat pribadi. Urursan ini urusan very very private bisnis. Tidak ada kaitannnya dengan suka atau tidak suka, teman atau bukan teman. Demikianlah etika pergaulan antara muslim dengan non muslim. Kita boleh saja bershahabat dengan mereka tapi urusan yang satu ini, tolong jangan diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajmain, Wallahu Alam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.syariahonline.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112750699087667752?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112750699087667752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112750699087667752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750699087667752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750699087667752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/membuka-aurat-di-hadapan-wanita-non.html' title='Membuka Aurat Di Hadapan Wanita Non-muslim'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112750631620043726</id><published>2005-09-23T13:10:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:07:35.030-07:00</updated><title type='text'>Hijab dan Kesucian Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Hijab dan Kesucian Diri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesucian diri berarti kemauan seseorang untuk menjalankan hidupnya di atas&lt;br /&gt;syariah Islam tanpa dipaksa ataupun terpaksa. Seseorang yang benar-benar&lt;br /&gt;beriman kepada ALlah, Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan Hari Pembalasan akan&lt;br /&gt;menta'ati Allah karena taqwa dan mencari ridha Allah semata. Pria dan wanita&lt;br /&gt;yang beriman kepada Allah pasti akan menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke&lt;br /&gt;dalam jurang maksiat dan dosa. Mereka senantiasa menjaga kesucian dan&lt;br /&gt;kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan inilah Islam menetapkan asas-asas pendidikan akhlaq. Dengan&lt;br /&gt;pendidikan akhlak seseorang dapat mewarnai dirinya dengan sifat-sifat yang baik&lt;br /&gt;dan membersihkan dirinya dari sifat-sifat yang keji. Di antara sekian banyak&lt;br /&gt;akhlak yang diutamakan dalam Islam adalah sifat haya' (malu). Pengertian haya'&lt;br /&gt;sendiri sebetulnya tidak terbatas pada pengertian "malu" saja. Haya adalah&lt;br /&gt;satu instrumen yang digunakan untuk membina kesucian dan menghalangi Mukminin&lt;br /&gt;dan Mukminat terjatuh kedalam dosa dan maksiat. Rasulullah telah menegaskan&lt;br /&gt;bahwa:&lt;br /&gt;Setiap agama ada akhlaqnya, dan akhlak Islam adalah haya&lt;br /&gt;(HR Malik, Ibn Majah, Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu dan iman itu adalah teman seiring dan sejalan. Bila yang satu&lt;br /&gt;diangkat maka yang lain pun akan terangkat pula&lt;br /&gt;(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mendidik masyarakat untuk memiliki dan menghayati sifat haya sehingga&lt;br /&gt;mereka bukan saja terlindung dari dosa dan kejahatan, namun juga menyadari&lt;br /&gt;bahaya dari niat-niat dan syahwat yang keji serta berusaha menjauhkan diri&lt;br /&gt;daripadanya. Pria dan wanita yang beriman dan telah memiliki sifat haya'&lt;br /&gt;akan senantiasa menjaga kesucian dirinya dari perbuatan dosa. Dalam&lt;br /&gt;hal ini, hendaklah langkah-langkah berikut diambil dengan sangat serius:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suci dari Syahwat yang Tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hukum Islam, kecenderungan dan syahwat seorang pria terhadap wanita&lt;br /&gt;di luar nikah adalah sama dengan perbuatan zina. Oleh karena itu nafsu&lt;br /&gt;birahi ketika melihat, bercakap, serta mengunjungi wanita adalah perbuatan&lt;br /&gt;zina. Islam menghukumnya sebagai haram karena ini merupakan langkah-langkah&lt;br /&gt;awal bagi seseorang untuk menuju zina yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Suci dari Pandangan-pandangan Birahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan penuh birahi antara pria dan wanita adalah merupakan pintu menuju&lt;br /&gt;maksiat yang sangat berbahaya. Firman Allah:&lt;br /&gt;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan panda-&lt;br /&gt;ngan mereka..."&lt;br /&gt;Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman: "hendaklah mereka&lt;br /&gt;menahan pandangan mereka..."&lt;br /&gt;(An-Nur:30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suci dari Sembarang tabarruj jahiliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu masalah yg biasa terdapat pada wanita yg tidak memiliki sifat haya' adalah&lt;br /&gt;tabarruj, yaitu kesukaan untuk memperlihatkan kecantikan dan perhiasan dirinya.&lt;br /&gt;Biasanya sikap ini bisa dilihat dari pakaian-pakaian yang berwarna-warni serta&lt;br /&gt;berlebih-lebihan, bersolek, hiasan rambut yang menarik, bau-bauan yang harum&lt;br /&gt;semerbak, serta perbuatan-perbuatan lain yang tujuannya untuk menggoda.&lt;br /&gt;AlKuran menamakan segala perbuatan yang bertujuan untuk memikat hati serta&lt;br /&gt;menarik perhatian selain dari suami sebagai tabarruj jahiliyyah.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;...dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang&lt;br /&gt;jahiliyah dahulu&lt;br /&gt;(Al-Ahzab:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;Wanita yang memakai wangi-wangian, kemudian dia keluar dan melewati suatu&lt;br /&gt;kaum (laki-laki ajnabi) agar mereka mencium harum baunya, maka ia adalah&lt;br /&gt;perempuan zina, dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah berzina&lt;br /&gt;(HR Ahmad, Tabarani, Baihaqi, dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suci dari Penampakkan Aurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan ummatnya untuk menjaga kesucian; satu ajaran yang tak&lt;br /&gt;didapati dalam ajaran-ajaran lain. Bagi pria dan wanita yang beriman, memakai&lt;br /&gt;pakaian yang menutup aurat jauh lebih penting daripada memakai pakaian-pakaian&lt;br /&gt;mahal. Secara jelas, Islam telah menetapkan batas-batas aurat pria dan wanita&lt;br /&gt;dan mewajibkan aurat ini tidak diperlihatkan kepada mereka yang bukan muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, dapatlah difahami bahwa sifat haya' menjadikan seseorang&lt;br /&gt;terlindung dari pencemaran kesucian dirinya. Sifat haya' adalah produk dari&lt;br /&gt;didikan akhlak Islami yang menjadikan seorang yang beriman bisa menghapuskan&lt;br /&gt;segala kecenderungan jahat yang ada dalam dirinya. Semua tindakan yang diambil&lt;br /&gt;Islam adalah ditujukan kepada perbaikan masyarakat sehingga kelemahan-kelemahan&lt;br /&gt;individu tidak meluas menjadi penyakit masyarakat. Semuanya ini&lt;br /&gt;bertujuan untuk menciptakan satu suasana yang menghalangi perkembangan&lt;br /&gt;maksiat serta gangguan-gangguan yang disebabkan oleh syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahit Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...&lt;br /&gt;HERYADI@chemvx.tamu.edu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112750631620043726?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112750631620043726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112750631620043726' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750631620043726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750631620043726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/hijab-dan-kesucian-diri.html' title='Hijab dan Kesucian Diri'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112750611384230024</id><published>2005-09-23T13:06:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:06:31.290-07:00</updated><title type='text'>Aurat Wanita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Aurat Wanita&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (24: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (33: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Umar bin al-Khattab r.a katanya: Aku memenuhi kehendak tuhanku di dalam tiga perkara: Iaitu di Maqam Ibrahim, mengenai Hijab dan di dalam tawanan perang Badar Apabila anak wanita telah melihat (darah haidnya), maka dia tidak boleh tampak tubuhnya kecuali mukanya dan kecuali selain ini. Seraya Rasulullah Saw menggenggam hastanya beliau meninggalkan genggaman dan tapak tangan sepanjang genggaman yang lain (HR Thabarani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Asma, sesungguhnya anak wanita itu kalau sudah sampai datang bulan, tidak pantas terlihat tubuhnya, kecuali ini dan ini. Berliau berkata demikian sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangannya." (HR Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi (cemeti)&lt;br /&gt;(2) Perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, cenderung kepada&lt;br /&gt;perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, ... (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: "Aku menengok ke dalam syurga maka kulihat penghuninya adalah orang-orang miskin. Aku menengok ke dalam neraka, maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah kamu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo sukseskan Program 'Jaga Mata, Jaga Hati, Jaga Aurat'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.ukhuwah.or.id/muslimah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112750611384230024?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112750611384230024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112750611384230024' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750611384230024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112750611384230024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/aurat-wanita.html' title='Aurat Wanita'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716740687072921</id><published>2005-09-19T14:59:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:05:26.850-07:00</updated><title type='text'>Tak Mau Berjilbab, Alasan dan Jawaban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Tak Mau Berjilbab, Alasan dan Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah, diperintahkan untuk menutup auratnya ketika keluar rumah, yaitu dengan mengenakan pakaian syar'i yang dikenal dengan jilbab atau hijab. Namun dalam kenyataan masih banyak di antara para muslimah yang belum mau memakainya. Ada yang dilarang oleh orang tuanya, ada yang beralasan belum waktunya atau nanti setelah pergi haji dan segudang alasan yang lain. Nah apa jawaban untuk mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya Belum Bisa Menerima Hijab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ukhti yang belum bisa menerima hijab maka perlu kita tanyakan, "Bukankah ukhti sungguh-sungguh dan yakin dalam memeluk Islam, dan bukankah ukhti telah mengucapkan la ilaha illallah Muhammad rasulullah dengan yakin? Yang berarti menerima apa saja yang diperintahkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dan Rasulullah? Jika ya maka sesungguhnya hijab adalah salah satu syari'at Islam yang harus dilaksanakan oleh para muslimah. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah memerintah kan para mukminah untuk memakai hijab dan demikian pula Rassulullah Shalallaahu alaihi wasalam memerintahkan itu. Jika anda beriman kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya, maka anda tentu akan dengan senang hati memakai hijab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya Menerima Hijab, Namun Orang Tua Melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya tidak taat kepada orang tua, saya bisa masuk neraka. Kepada saudariku kita beritahukan bahwa memang benar orang tua memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia, dan kita diperintahkan untuk berbakti kepada mereka. Namun taat kepada orang tua dibolehkan dalam hal yang tidak mengandung maksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , sebagaimana dalam firman-Nya, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya," (QS. Luqman:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian kita tetap harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita selama di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti permasalahannya adalah, bagaimana saudari taat kepada orang tua namun bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya, padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala adalah yang menciptakan anda, memberi nikmat, rizki, menghidupkan dan juga yang menciptakan kedua orang tua saudari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saya Tidak Punya Uang untuk Membeli Jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kemungkinan wanita muslimah yang mengucapkan seperti ini, yaitu mungkin dia berdusta dan mungkin juga dia jujur. Jika dalam kesehariannya dia mampu membeli berbagai macam pakaian dengan model yang beraneka ragam, mampu membeli perlengkapan ini dan itu, maka berarti dia telah bohong. Dia sebenarnya memang tidak berniat untuk membeli pakaian yang sesuai tuntunan syari'at. Padahal pakaian syar'i biasanya tidak semahal pakaian-pakaian model baru yang bertabarruj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah saudari tidak memilih pakaian yang seharusnya dikenakan oleh seorang wanita muslimah. Apakah anda tidak memilih sesuatu yang dapat menyelamatkan anda dari adzab Allah Subhannahu wa Ta'ala dan kemurkaan-Nya? Ketahuilah pula bahwa kemuliaan seseorang bukan pada model pakaiannya, namun pada takwanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Dia telah berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu." (QS. al-Hujurat:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika memang anda seorang yang jujur, jika benar-benar saudari berniat untuk memakai jilbab maka Allah Subhannahu wa Ta'ala akan memberikan jalan keluar. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah mengatakan, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. ath-Thalaq 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah bahwa untuk mencapai keridhaan Allah dan untuk mendapatkan surga, maka segala sesuatu akan menjadi terasa ringan dan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cuaca Sangat Panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudari beralasan bahwa cuaca sangat panas, kalau memakai jilbab rasanya gerah, maka saudari hendaklah selalu mengingat firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah, "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jikalau mereka mengetahui."(QS. 9:81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda menginginkan sesuatu yang lebih panas lagi daripada panasnya dunia ini, dan bagaimana saudari menyejajarkan antara panasnya dunia dengan panasnya neraka? Yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala , artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah." (QS. 78:24-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku, ketahuilah bahwa surga itu diliputi dengan berbagai kesusahan dan segala hal yang dibenci nafsu, sedangkan neraka dihiasi dengan segala yang disenangi hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Khawatir Nanti Aku Lepas Jilbab Lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang muslimah yang mengatakan, "Kalau aku pakai jilbab, aku khawatir nanti suatu saat melepasnya lagi." Saudariku, kalau seseorang berpikiran seperti anda, maka bisa-bisa dia meninggalkan seluruh atau sebagian ajaran agama ini. Bisa-bisa dia tidak mau shalat, tidak mau berpuasa karena khawatir nanti tidak bisa terus melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua tidak lain merupakan godaan dan bisikan setan, maka hendaklah suadari mencari sebab-sebab yang dapat menjadikan anda selalu beristiqamah. Di antaranya dengan banyak berdo'a agar diberikan ketetapan hati di atas agama, bersabar dan melakukan shalat dengan khusyu'. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. 2:45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudari telah memegang teguh sebab-sebab hidayah dan telah merasakan manisnya iman maka saudari pasti tidak akan meninggalkan perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala , karena dengan melaksanakan itu anda akan merasa tentram dan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aku Takut Tidak Ada Yang Menikahiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku! Sesungguhnya laki-laki yang mencari istri seorang wanita yang bertabarruj, membuka aurat dan senang melakukan berbagai kemaksiatan maka dia adalah laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu. Dia tidak cemburu terhadap yang diharamkan Allah Subhannahu wa Ta'ala, tidak cemburu terhadapmu, dan tidak akan membantumu dalam ketaatan, menuju surga serta menyelamatkanmu dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau wanita yang baik, insya Allah Subhannahu wa Ta'ala engkau mendapatkan suami yang baik pula. Engkau lihat berapa banyak wanita yang tidak berhijab, namun dia tidak menikah, dan engkau lihat berapa banyak wanita berjilbab yang telah menjadi seorang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kita Harus Bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena kecantikan merupakan nikmat dari Allah Subhannahu wa Ta'ala, maka kita harus bersyukur kepada-Nya, dengan memperlihatkan keindahan tubuh, rambut dan kecantikan kita." Mungkin ada di antara muslimah yang beralasan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suadariku! Itu bukanlah bersyukur, karena bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala bukan dengan cara melakukan kemaksiatan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka." (QS. an-Nur:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman-Nya yang lain,&lt;br /&gt;"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS.al-Ahzab:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat terbesar yang Allah Subhannahu wa Ta'ala berikan kepada kita adalah iman dan Islam, jika anda ingin bersyukur kepada Allah maka perlihatkanlah kesyukuran itu dengan sesuatu yang disenangi dan diperintahkan Allah Subhannahu wa Ta'ala, di antaranya adalah dengan mememakai hijab atau jilbab. Inilah syukur yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Belum Mendapatkan Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian muslimah yang mengatakan, "Saya tahu bahwa jilbab itu wajib, namun saya belum mendapatkan hidayah untuk memakainya." Kepada saudariku yang yang beralasan demikian kami katakan, "Bahwa hidayah itu ada sebabnya sebagaimana sakit itu akan sembuh dengan sebab pula. Orang akan kenyang juga dengan sebab, yakni makan. Kalau anda setiap hari meminta kepada Allah agar ditunjukkan ke jalan yang lurus, maka anda harus berusaha meraihnya.Di antaranya, hendaklah anda bergaul dengan wanita yang baik-baik, ini merupakan sarana yang sangat efektif, sehingga hidayah dapat anda raih dan terus-menerus terlimpah kepada ukhti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Aku Takut Dikira Golongan Sesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudariku! Bahwa dalam hidup ini hanya ada dua kelompok, hizbullah (kelompok Allah) dan hizbusy syaithan (kelompok syetan). Golongan Allah adalah mereka yang senantiasa menolong agama Allah Subhannahu wa Ta'ala, melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Sedangkan golongan setan sebaliknya selalu bermaksiat kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan ketika ukhti melakukan ketaatan, salah satunya adalah memakai hijab maka berarti ukhti telah menjadi golongan Allah ƒ¹, bukan kelompok sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya mereka yang mengumbar aurat, bertabarruj, berpakaian mini dan yang semisal itu, merekalah yang sesat. Mereka telah terbius godaan syetan atau menjadi pengekor orang-orang munafik dan orang-orang kafir. Maka berbahagialah anda sebagai kelompok Allah Subhannahu wa Ta'ala yang pasti menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab atau hijab adalah bentuk ibadah yang mulia, jangan sejajarkan itu dengan ocehan manusia rendahan. Dia disyari'atkan oleh Penciptamu, kalau engkau taat kepada manusia dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala maka sungguh engkau akan binasa dan merugi. Mengapa engkau mau diperbudak oleh mereka dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Yang menciptakan, memberi rizki, menghidupkan dan mematikanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buletin Darul Qasim, " Wa man Yamna'uki minal hijab", Dr Huwaidan Ismail&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716740687072921?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716740687072921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716740687072921' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716740687072921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716740687072921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/tak-mau-berjilbab-alasan-dan-jawaban.html' title='Tak Mau Berjilbab, Alasan dan Jawaban'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716686188015073</id><published>2005-09-19T14:44:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:04:20.456-07:00</updated><title type='text'>Jilbab Dalam Al Quran dan Jilbab Zaman Sekarang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Jilbab Dalam Al Quran dan Jilbab Zaman Sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafemuslimah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat kita mengenal kata 'jilbab' (dalam bahasa indonesia) maka yang dimaksud adalah penutup kepala dan leher bagi wanita muslimah yang dipakai secara khusus dan dalam bentuk yang khusus pula.&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah kata 'jilbab' muncul dan digunakan dalam masyarakat arab khususnya pada masa turunya Al Quran kepada Nabi Muhammad Saw dalam surat Al Ahzaab ayat 56 . Apa yang dimaksudkan Al Quran dengan kata 'jalabiib' bentuk jamak (plural) dari kata jilbab pada saat ayat kata itu digunakan dalam Al Quran pertama kali&lt;br /&gt;Sudah samakah arti dan hukum memakai jilbab dalam Al Quran dan jilbab yang dikenal masyarakat Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kata jalabiib (jamak dari 'jilbab'), Al Quran juga memakai kata-kata lain yang maknanya hampir sama dengan kata 'jilbab' dalam bahasa Indonesia, seperti kata khumur (penutup kepala) dan hijab (penutup secara umum), lalu bagaimana kata-kata serupa dalam ayat-ayat Al Quran tersebut diterjemahkaan dipahami dalam bahasa syara` (agama) oleh para shahabat Nabi dan ulama` selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita tidak akan tahu pandangan syara` terhadap hukum suatu permasalahan kecuali setelah tahu maksud dan bentuk kongkrit serta jelas dari permasalahan itu, maka untuk mengetahui hukum memakai jilbabterlebih dahulu harus memahami yang di maksud dengan jilbab itu sendiri secara benar dan sesuai yang dikehendaki Al Quran ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan bangsa arab saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dimensi ijaz (kemukjizatan) Al Quran adalah kata-kata yang dipakai Al Quran sering menggunakan arti kiyasan atau dalam sastra arab disebut majaz (penggunaan satu kata untuk arti lain yang bukan aslinya karena keduanya saling terkait), hal ini menimbilkan benih perbedaan, begitu pula kata-kata dalam nash-nash (teks-teks) Hadist dan bahasa arab keseharian, oleh karena itu tidak jarang bila perselisian antara ulama-ulama Islam dalam satu masalah terjadi disebabkan oleh hal di atas, dan yang demikian itu sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan bisa mengurangi kesucian atau keautentikan teks-teks Al Quran, tapi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita juga pernah mendengar wacana kalau berjilbab maka harus menutup dada, lalu bagaimana kalau jilbabnya berukuran kecil dan tidak panjang ke dada dan lengan, apakah muslimah yang memakainya belum terhitung melaksanakan seruan perintah agama dalam Al Quran itu sebab tidak ada bedanya antara dia dan wanita yang belum memakai jilbab sama sekali, apakah sama dengan wanita yang membuka auratnya (bagian badan yang wajib di tutup dan haram di lihat selain mahram). Benarkah presepsi atau pemahaman yang demikian.&lt;br /&gt;Apa seperti itu Al Qur an memerintahkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti kata jilbab ketika Al Quran diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampai bawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semua pakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang dikatakan Imam Alusiy dalam tafsirnya Ruuhul Maani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan; Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup semua badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas tampaklah jelas kalau jilbab yang dikenal oleh masyarakat indonesia dengan arti atau bentuk yang sudah berubah dari arti asli jilbab itu sendiri, dan perubahan yang demikian ini adalah bisa dipengaruhi oleh berbagai factor, salah satunya adalah sebab perjalanan waktu dari masa Nabi Muhammad Saw sampai sekarang atau disebabkan jarak antar tempat dan komunitas masyarakat yang berbeda yang tentu mempunyai peradaban atau kebudayaan berpakaian yangberbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih penting ketika kita ingin memahami hukum memakai jilbab adalah kita harus memahami kata jilbab yang di maksudkan syara (agama), Shalat lima kali bisa dikatakan wajib hukumnya kalau diartikan shalat menurut istilah syara, lain halnya bila shalat diartikan atau dimaksudkan dengan berdoa atau mengayunkan badan seperti arti shalat dari sisi etemologinya.&lt;br /&gt;Allah Swt dalam Al Quran berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas turun ketika wanita merdeka (seperti wanita-wanita sekarang) dan para budak wanita (wanita yang boleh dimiliki dan diperjual belikan) keluar bersama-sama tanpa ada suatu yang membedakan antara keduanya, sementara madinah pada masa itu masih banyak orang-orang fasiq (suka berbuat dosa) yang suka mengganggu wanita-wanita dan ketika diperingatkan mereka (orang fasiq) itu menjawab kami mengira mereka (wanita-wanita yang keluar) adalah para budak wanita sehingga turunlah ayat di atas bertujuan memberi identitas yang lebih kepada wanita-wanita merdeka itu melalui pakaian jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti Islam membolehkan untuk mengganggu budak pada masa itu, Islam memandang wanita merdeka lebih berhak untuk diberi penghormatan yang lebih dari para budak dan sekaligus memerintahkan untuk lebih menutup badan dari penglihatan dan gangguan orang-orang fasiq sementara budak yang masih sering disibukkan dengan kerja dan membantu majikannya lebih diberi kebebasan dalam berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wanita anshar (wanita muslimah asli Makkah yang berhijrah ke Madinah) mendengar ayat ini turun maka dengan cepat dan serempak mereka kelihatan berjalan tenang seakan burung gagak yang hitam sedang di atas kepala mereka, yakni tenang -tidak melenggang- dan dari atas kelihatan hitam dengan jilbab hitam yang dipakainya di atas kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini terletak dalam Al Quran setelah larangan menyakiti orang-orang mukmin yang berarti sangat selaras dengan ayat sesudahnya (ayat jilbab), sebab berjilbab paling tidak, bisa meminimalisir pandangan laki-laki kepada wanita yang diharamkan oleh agama, dan sudah menjadi fitrah manusia, dipandang dengan baik oleh orang lain adalah lebih menyenangkan hati dan tidak berorentasi pada keburukan, lain halnya apabila pandangan itu tidak baik maka tentu akan berdampak tidak baik pula bagi yang dipandang juga yang melihat, nah, kalau sekarang kita melihat kesebalikannya yaitu ketika para wanita lebih senang untuk dipandang orang lain ketimbang suaminya sendiri maka itu adalah kesalahan pada jiwa wanita yang perlu dibenarkan sedini mungkin dan dibuang jauh jauh terlebih dahulu sebelum seorang wanita berbicara kewajiban berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Cara memakai jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Cara memaki jilbab dengan arti aslinya yaitu sebelum diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bahasa yang baku, adalah aturan yang mana para shahabat dan ulama` berbeda pendapat ketika menafsirkan ayat Al Quran di atas. Perbedaan cara memakai jilbab antara shahabat dan juga antara ulama itu disebab bagaimana idnaa`ul jilbab (melabuhkan jilbab atau melepasnya) yang ada dalam ayat itu. Ibnu Mas`ud dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbas menjelaskan cara yang diterangkan Al Quran dengan kata idnaa` yaitu dengan menutup semua wajah kecuali satu mata untuk melihat, sedangkan shahabat Qotadah dan riwayat Ibnu Abbas yang lain mengatakan bahwa cara memakainya yaitu dengan menutup dahi atau kening, hidung, dengan kedua mata tetap terbuka. Adapun Al Hasan berpendapat bahwa memaki jilbab yang disebut dalam Al Quran adalah dengan menutup separuh muka, beliau tidak menjelaskan bagian separuh yang mana yang ditutup dan yang dibuka ataukah tidak menutup muka sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbedaan pemahaman shahabat seputar ayat di atas itu muncul pendapat ulama yang mewajibkan memaki niqob atau burqo (cadar) karena semua badan wanita adalah aurat (bagian badan yang wajib ditutup) seperti Abdul Aziz bin Baz Mufti Arab Saudi, Abu Al ala Al maududi di Pakistan dan tidak sedikit Ulama ulama Turky, India dan Mesir yang mewajibkan bagi wanita muslimah untuk memakai cadar yang menutup muka, Hal di atas sebagaimana yang ditulis oleh Dr.Yusuf Qardlawi dalam Fatawa Muashirah, namun beliau sendiri juga mempunyai pendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah tidak aurat yang harus ditutup di depan laki-laki lain yang bukan mahram (laki-laki yang boleh menikahinya), beliau juga menegaskan bahwa pendapat itu bukan pendapatnya sendiri melainkan ada beberapa Ulama yang berpendapat sama, seperti Nashiruddin Al Albani dan mayoritas Ulama ulama Al Azhar, Qardlawi juga berpendapat memakai niqob atau burqo (cadar) adalah kesadaran beragama yang tinggi yang man bila dipaksakan kepada orang lain, maka pemaksaan itu dinilainya kurang baik, sebab wanita yang tidak menutup wajahnya dengan cadar juga mengikuti ijtihad Ulama` yang kredibelitas dalam berijtihadnya dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan empat Madzhab, Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah dan Hanabila berpendapat bahwa wajah wanita tidaklah aurat yang wajib ditutupi di depan laki-laki lain bila sekira tidak ditakutkan terjadi fitnah jinsiyah (godaan seksual), menggugah nafsu seks laki-laki yang melihat. Sedangkan Syafiiyah juga ada yang berpendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah aurat (bagian yang wajib ditutup) seperti yang ada dalam kitab Madzahibul Arbaah, diperbolehkannya membuka telapak tangan dan wajah bagi wanita menurut mereka disebabkan wanita tidak bisa tidak tertuntut untuk berinteraksi dengan masyarak sekitarnya baik dengan jual beli, syahadah (persaksian sebuah kasus), berdakwah kepada masyarakatnya dan lain sebagainya, yang semuanya itu tidak akan sempurnah terlaksana apabila tidak terbuka dan kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, para ulama Islam salafy (klasik)sampai yang muashir (moderen)masih berselisih dalam hal tersebut di atas. Bagi muslimah boleh memilih pendapat yang menurut dia adalah yang paling benar dan autentik juga dengan mempertimbangkan hal lain yang lebih bermanfaat dan penting dibanding hanya menutup wajah yang hanya bertujuan menghindari fitnah jinsiyah yang masih belum bisa dipastikan bahwa hal itu memang disebabkan membuka wajah dan telapak tangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Imam Zamahsyari dalam Al Kasysyaf menyebutkan cara lain memakai jilbab menurut para ulama`yaitu dengan menutup bagian atas mulai dari alis mata dan memutarkan kain itu untuk menutup hidung, jadi yang kelihatan adalah kedua mata dan sekitarnya. Cara lain yaitu menutup salah satu mata dan kening dan menampakkan sebelah mata saja, cara ini lebih rapat dan lebihbisa menutupi dari pada cara yang tadi. Cara selanjutnya yang disebutkan oleh Imam Zamahsyari adalah dengan menutup wajah, dada dan memanjangkan kain jilbab itu ke bawah, dalam hal ini jilbab haruslah panjang dan tidak cukup kalau hanya menutup kepala dan leher saja tapi harus juga dada dan badan, Cara-cara di atas adalah pendapat Ulama` dalam menginterpretasikan ayat Al Qur an atau lebih tepatnya ketika menafsirkan kata idnaa`(melabuhkan jilbab atau melepasnya kebawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,mungkin dari sinilah muncul pendapat bahwa berjilbab atau menutup kepala harus dengan kain yang panjang dan bisa menutup dada lengan dan badan selain ada baju yang sudah menutupinya, karena jilbab menurut Ibnu Abbas adalah kain panjang yang menutup semua badan, maka bila seorang wanita muslimah hanya memaki tutup kepala yang relatif kecil ukurannya yang hanya menutup kepala saja maka dia masih belum dikatakan berjilbab dan masih berdosa karena belum sempurnah dalam berjilbab seperti yang diperintahkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi menutup kepala seperti itu di atas adalah kesadaran tinggi dalam memenuhi seruan agama sebab banyak ulama yang tidak mengharuskan cara yang demikian. Kita tidak diharuskan mengikuti pendapat salah satu Ulama dan menyalahkan yang lain karena masalah ini adalah masalah ijtihadiyah (yang mungkin salah dan mungkin benar menurut Allah Swt) yang benar menurut Allah swt akan mendapat dua pahala, pahala ijtihad dan pahala kebenaran dalam ijtihad itu, dan bagi yang salah dalam berijtihad mendapat satu pahala yaitu pahala ijtihad itu saja, ini apabila yang berijtihad sudah memenuhi syarat syaratnya. Adalah sebuah kesalah yaitu apabila kita memaksakan pendapat yang kita ikuti dan kita yakini benar kepada orang lain, apalagi sampai menyalahkan pendapat lain yang bertentangan tanpa tendensi pada argumen dalil yang kuat dalam Al Quran dan Hadist atau Ijma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama sepakat bahwa menutup aurat cukup dengan kain yang tidak transparan sehingga warna kulit tidak tampak dari luar dan juga tidak ketat yang membentuk lekuk tubuh, sebab pakaian yang ketat atau yang transparan demikian tidak bisa mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual)bagi laki-laki yang memandang secara sengaja atau tidak sengaja bahkan justru sebaliknya lebih merangsang terjadinya hal tersebut, atas dasar itulah para ulama` sepakat berpendapat bahwa kain atau model pakaian yang demikian itu belum bisa digunakan menutup aurat, seperti yang dikehendaki Syariat dan Maqasidnya (tujuan penetapan suatu hukum agama) yaitu menghindari fitnah jinsiyah (godaan seksual) yang di sebabkan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kalau kita mengkaji sebab diturunkannya ayat di atas yaitu ketika orang-orang fasiq mengganggu wanita-wanita merdeka dengan berdalih tidak bisa membedakan wanita-wanita merdeka itu dari wanita-wanita budak (wanita yang bisa dimiliki dan diperjual belikan), maka kalau sebab yang demikian sudah tidak ada lagi pada masa sekarang, karena memang sedah tidak ada budak, maka itu berarti menutup dengan cara idnaa` melabuhkan ke dada dan sekitarnya agar supaya bisa dibedakan antara mereka juga sudah tidak diwajibkan lagi, adapun kalau di sana masih ada yang melakukan cara demikian dengan alasan untuk lebih berhati-hati dan berjaga-jaga dalam mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) maka adalah itu masuk dalam katagori sunnat dan tidak sampai kepada kewajiban yang harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;Namun bisa jadi ketika jilbab sudah memasyarakat sehingga banyak wanita berjilbab terlihat di mall, pasar, kantor, kampus dan lain sebagainya, namun cara mereka sudah tidak sesuai lagi dengan yang diajarkan agama, misalnya tidak sempurna bisa menutup rambut atau dengan membuka sebagian leher. Atau ada sebab lain, misalnya berjilbab hanya mengikuti trend atau untuk memikat laki-laki yang haram baginya atau disebabkan para muslimah yang berjilbab masih sering melanggar ajaran agama di tempat-tempat umum yang demikian itu bisa mengurangi dan bahkan menghancurkan wacana keluhuran dan kesucian Islam, sehingga dibutuhkan sudah saatnya dibutuhkan kelmbali adanya pilar pembeda antara yang berjilbab dengan rasa kesadaran penuh atas perintah Allah Swt dalam Al Quran dari para wanita muslimah yang hanya memakai jilbab karena hal-hal di atas tanpa memahami nilai berjilbab itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di saat seperti itulah memakai jilbab dengan cara melabuhkan ke dada dan sekitarnya diwajibkan untuk mejadi pilar pembeda antara jilbab yang ngetrend dan tidak islami dari yang berjilbab yang islami dan ngetrend serta mengedepankan nilai jilbab dan tujuan disyariatkannya jilbab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaih Athiyah Shoqor (Ulama ternama Mesir) ketika ditanya hukum seorang wanita yang cuma mengenakan penutup kepala yang bisa menutup rambut dan leher saja tanpa memanjangkan kain penutup itu ke dada dan sekitarnya, beliau menjawab dengan membagi permasalahan menutup aurat (kepala) itu menjadi tiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Khimar (kerudung) yaitu segala bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Niqob atau burqo (cadar) yaitu kain penutup wajah wanita dan ini sudah ada dan dikenal dari zaman sebelum Islam datang seperti yang tertulis di surat kejadian dalam kitab Injil. Namun kata beliau ini juga kadang disebut Khimar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hijab (tutup) yaitu semua yang dimaksudkan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) baik dengan menahan pandangan, tidak mengubah intonasi suara bicara wanita supaya terdengan lebih menarik dan menggugah, menutup aurat dan lain sebagainya, semuanya ini dinamankan hijab bagi wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk jilbab atau penutup kepala yang hanya menutup rambut dan leher serta tidak ada sedikitpun cela yang menampakkan kulit wanita, maka itu adalah batas minimal dalam menutup aurat wanita.adapun apabila melabuhkan kain penutup kepala ke bawah bagian dada dan sekitarnya maka itu termasuk hukum sunat yang tidak harus dilakukan dan dilarang untuk dipaksakan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menambahkan apabila fitnah jinsiyah itu lebih dimungkinkan dengan terbukanya wajah seorang wanita sebab terlalu cantik dan banyak mata yang memandang maka menutup wajah itu adalah wajib baginya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selanjutnya, dan bila kecantikan wajah wanita itu dalam stara rata-rata atau menengah ke bawah maka menutupnya adalah sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang difatwakan oleh beliau inilah jalan keluar terbaik untuk mencapai kebenaran dan jalan tengah menempuh kesepakatan dalam masalah manutup wajah wanita dan berjilbab yang dari dulu sampai sekarang masih di persengketakan ulama` tentang cara, wajib dan tidak wajibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Khimar (kerudung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran juga datang dengan kata lain selain kata jilbab dalam mengutarakan penutup kepala sebagaimana yang termaktub dalam&lt;br /&gt;An Nuur .31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya..(An Nuur. 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Khumur dalam penggalan ayat di atas bentuk jama (plural) dari kata Khimar yang biasa diartikan dalam bahasa indonesia sebagai kerudung yang tidak lebar dan tidak panjang, sedang kalau kita melihat arti sebenarnya ketika Al Quran itu datang kepada Nabi Muhammad Saw maka Mufassirin (ulama ahli tafsir Al Quran) berbeda pendapat dan kita akan melihat sedikit reduksi atau penyempitan arti dari arti pada waktu itu. Imam Qurthubi menterjemahkan khumur secara lebih luas, yaitu semua yang menutupi kepala wanita baik itu panjang atau tidak, begitu juga dengan Imam Al Alusiy beliau menterjemahkannya dengan kata miqna ah yang berarti tutup kepala juga, tanpa menjelaskan bentuknya panjang atau lebarnya secara kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Al Quran di atas memerintahkan untuk memanjangkan kain penutup itu ke bagian dada yang di ambil dari kata juyuub (saku-saku baju) sehingga kalau wanita hanya memakai penutup kepala tanpa memanjangkannya ke bagian dada maka dia masih belum melaksanakan perintah ayat di atas, dengan kata lain penutup kepala menurut ayat di atas haruslah panjang menutupi dada dan sekitarnya, disamping juga ada baju muslimah yang menutupinya. Namun kalau kita teliti kata juyuub lebih lanjut dan apabila kita juga melihat sebab ayat itu diturunkan maka kita akan menemukan beberapa arti ayat (pendapat) yang dikemukakan oleh mufassir yang berbeda dengan pemahaman di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata juyuub dalam ayat di atas juga dibaca jiyuub dalam tujuh bacaan Al Quran yang mendapat legalitas dari umat Islam dan para Ulama dulu dan sekarang (qiraah sab'ah), kata juyuub adalah bentuk jama (plural) dari jaib yang berarti lubang bagian atas dari baju yang menampakkan leher dan pangkal leher. Imam Alusi menjelaskan kata jaib yang diartikan dengan lubangan untuk menaruh uang atau sejenisnya (saku baju) adalah bukan arti yang berlaku dalam pembicaraan orang arab saat Al Quran turun, sebagaimana Ibnu Taimiyah juga berpendapat yang sama, Imam Alusi juga menambahkan lagi dan berkata tetapi kalaupun diartikan dengan saku juga tidaklah salah dari pembenaran dia bahwa arti jaib adalah saku tadi, Imam Alusiy artinya setuju kalau penutup kepala jilbab, kerudung atau yang lain adalah harus sampai menutup dada, meskipun beliau tidak mengungkapkannya dengan kata-kata yang jelas dan tegas tapi secara implisit beliau tidak menyalahkan pendapat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dalam kitab hadist shohihnya manaruh satu bab yang berjudul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau setuju bila kata jaib diartikan dengan lubangan baju untuk menyimpan uang atau semisalnya (saku baju) tetapi sebaliknya Ibnu Hajar dalam Syarah Shahih Bukhariy (buku atau komentar kepada suatu karya tulis seorang pengarang kitab dengan berupa kesetujuan penjelasan atau ketidak setujuan atau menjelaskan maksud pengarang kitab aslinya) yang berjudul Fath Al bari, Ibn Hajar menjelaskan bahwa jaib adalah potongan dari baju sebagai tempat keluarnya kepala, tangan atau yang lain.dan banyak ulama lain yang sependapat dengan Ibnu Hajar, sedangkan Al Ismaili mengartikan jaib itu dengan lingkaran kera baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan arti kata jaib ini terasa penting karena letak saku baju tentu lebih di bawah dari pada kera atau lubangan leher baju, selanjutnya apakah penutup kepala yang hanya menutupi leher dan pangkal leher namun belum menutup sampai ke saku baju (yakni bagian dada) apakah sudah memenuhi perintah Allah Swt dalam ayat Al Quran di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arti jaib yang masih dipertentangkan maka arti kata Juyuub di ayat tersebut di atas juga masih belum bisa di temukan titik temunya, saku baju atau lubang kepala.sehingga bila diartikan saku maka menutup kepala dengan jilbab atau kain kerudung tidak cukup dengan yang pendek dan atau kecil tetapi harus panjang dan lebar sehingga bisa menutup tempat saku baju,Dan kalau juyuub dalam ayat di atas di artikan lubang baju untuk leher maka menutup kepala cukup memakai yang bisa menutup keseluruan aurat dengan sempurnah tanpa ada cela yang bisa menampakkan kulit serta tidak harus di panjangkan ke dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila kita kembali kepada sebab diturunkannya ayat tersebut, seperti yang disebutkan dalam Lubabun Nuqul karya Imam Suyuti yaitu ketika Asma binti Martsad sedang berada di kebun kormanya, pada saat itu datanglah wanita-wanita masuk tanpa mengenakan penutup (yang sempurna) sehingga tampaklah kaki, dada, dan ujung rambut panjang mereka, lalu berkatalah Asma` sungguh buruk sekali pemandangan ini maka turunlah ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terang Imam Qurtubi menjelaskan sebab ayat ini diturunkan yaitu karena wanita-wanita pada masa itu ketika metutup kepala maka mereka melepaskan dan membiarkan kain penutup kepala itu ke belakang punggungnya sehingga tidak menutup kepala lagi dan tampaklah leher dan dua telinga tanpa penutup di atasnya, oleh sebab itulah kemudian Allah Swt memerintahkan untuk melabuhkan kain jilbab ke dada sehingga leher dan telinga serta rambut mereka tertutupi, akan tetapi tetapi lebih lanjut Imam Qurtubi menjelaskan cara memakai tutup kepala, yaitu dengan menutupkan kain ke jaib (saku atau lubang leher) sehingga dada mereka juga ikut tertutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua sebab turunnya ayat di atas maka tampaknya bisa diambil kesamaan bahwa ayat di atas turun karena aurat (dalam hal ini leher, telinga dan rambut) masih belum tertutup dengan kain kerudung, sehingga turunlah ayat di atas memerintahkan untuk menutupnya, dengan kata lain, memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke jaib (saku atau lubang leher) itu adalah cara untuk menutup aurat yang diterangkan oleh Al Quran sesuai dengan keadaan wanita-wanita masa itu, artinya bila aurat sudah tertutup tanpa harus memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke dada maka perintah memanjangkan itu sudah tidak wajib lagi sebab memanjangkan adalah cara untuk bertujuan memuntup aurat sedang apabila tujuan yang berupa menutup aurat itu sudah tercapai tanpa memanjangkan kain itu ke dada kerana keadaan yang berbeda dan adapt yang tidak sama maka boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya jaib dengan arti lubang leher adalah tafsiran yang sesuai dengan sabab turunnya ayat di atas, dan memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke dada adalah tidak diwajibkan oleh ayat Al Quran di atas, karena yang wajib adalah menutup aurat tanpa ada sedikitpun cela yang menampakkan kulit autar wanita. Wallahu alam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Aurat Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas pula para ulama juga berbeda pendapat tentang kaki sampai mata kaki, tangan sampai pegelangan dan wajah dari seorang wanita apakah itu termasuk aurat yang wajib di tutup atukah tidak(?) Yaitu ketika menafsirkan kata ziinah (perhiasan) bagi yang mengartikan dengan perhiasan yang khalqiyah (keidahnya tubuh) seperti kecantikan dan daya tarik seorang wanita, bagi kelompok ini termasuk Imam Al Qaffal kata الاماظهرمنها (kecuali yang tampak darinya) diartikan dengan anggota badan yang tampak dalam kebiasaan dan keseharian masyarakat seperti wajah dan telapak tangan karena menutup keduanya adalah dlorurat (keterpaksaan) yang bila diwajibkan akan bertentangan dengan agama Islam yang diturunkan penuh kemudahan bagi pemeluknya, oleh sebab itu tidak ada perbedaan pendapat dalam hal bolehnya membuka wajah dan telapak tangan (meski sebenarnya dalam madzhab syafi`i masih ada yang berbeda pendapat dalam hal ini, misalnya dalam kitab Azza Zawajir wajah dan telapak tangan wanita merdeka adalah aurat yang tidak boleh dibuka atau dilihat karena melihatnya bisa menimbulkan fitnah jinsiyah (godaan seksual), adapun di dalam shalat maka itu bukan aurat tetapi tetap haram untuk dibuka atau dilihat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang menafsirkan kata ziinah (perhiasan) dengan perhiasan yang biasa di pakai wanita, mulai dari yang wajib dipakai seperti baju, pakaian bawah yang lain yang digunakan menutup badan waniti sampai perhiasan yang hanya boleh dipakai wanita seperti pewarna kuku, pewarna telapak tangan, pewarna kulit, kalung, gelang, anting dan lain-lain, maka mereka (mufassir) itu mengartikan kata اdengan perhiasan-perhiasan yang biasa tampak seperti cincin, celak mata, pewarna tangan dan yang tidak mungkin untuk ditutup seperti baju, pakaian bawah bagian luar dan jilbab atau kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun telapak kaki maka tidak termasuk yang boleh di buka karena keterpaksaan untuk membukanya dianggap tidak ada, namun yang lebih shahih (benar) menurut Imam Ar Rozi dalam tafsirnya hukum menampakkan cincin, gelang, pewarna tangan, kuku, dst adalah seperti hukum membuka kaki yaitu haram untuk dibuka sebab tidak ada kebutuhan yang memaksa untuk boleh membukanya menurut agama. Semua hal di atas adalah di luar waktu melaksanakan shalat dan selain wanita budak (wanita yang bisa dimiliki dan diperjual belikan) yaitu wanita muslimah zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu melaksakan shalat, Madzhab Hanafi berpendapat kalau semua badan wanita adalah aurat dan termasuk di dalamnya adalah rambut yang memanjang di samping telinga kecuali telapak tangan dan bagian atas dari telapak kaki. Madzhab Syafi`i berpendapat yang sama yaitu semua anggota badan wanita ketika shalat adalah aurat yang wajib ditutup kecuali wajah telapak tangan dan telapak kaki yang dalam (yang putih). Madzhab Hambali mengecualikan wajah saja selain itu semuanya aurat termasuk telapak tangan dan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama-ulama madzhab Maliki menjelaskan bahwa dalam shalat aurat laki-laki, wanita merdeka dan budak, terbagi menjadi dua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Aurat mugalladhah (berat), untuk laki-laki aurat ini adalah dua kemaluan depan dan belakang, sedangkan bagi wanita merdeka aurat ini adalah semua badan kecuali tangan, kaki, kepala dada dan sekitarnya (bagian belakangnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Aurat mukhaffafah (ringan), aurat ini untuk laki-laki adalah selain mugalladhah yang berada diantara pusar dan lutut, sedang untuk wanita merdeka adalah tangan, kaki, kepala, dada dan bagian belakangnya, dua lengan tangan, leher, kepala, dari lutut sampai akhir telapak kaki dan adapun wajah dan kedua telapak tangan (luar atau dalam) tidak termasuk aurat wanita dalam shalat baik yang mugalladhah atau yang mukhaffafah. Untuk wanita budak aurat ini adalah sebagaimana laki-laki namun di tambah pantat dan sekitarnya dan kemaluan, vulva dan bagian yang ditumbuhi rambut kemaluan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama madzhab Maliki juga menjelaskan bahwa apabila seorang melakukan shalat dengan tidak menutup aurat mugalladhah meskipun hanya sedikit dan dia mampu menutupnya baik membeli kain penutup atau meminjam (tidak wajib menerima penutup aurat bila penutup aurat itu diberikan dengan cara hibah pemberian murni) maka shalat yang demikian hukumnya adalah tidak sah dan batal dan apabila dia ingat kewajiban untuk menutup aurat itu maka wajib baginya untuk mengulang shalatnya ketiak dia telah siap melaksakan shalat dengan menutup aurat mugalladhah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila aurat mukhaffafah saja yang terbuka semua atau sebagiannya maka shalatnya tetap sah, tetapi di haramkan atau di makruhkan bila mampu untuk menutup aurat itu dengan sempurnah dan apabila telah ada penutup aurat yang sempurnah maka dia di sunnatkan untuk mengulang shalatnya (ada perincian tetacara pengulangan shalatnya (lihat madzhibul arba`ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Hijab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran juga mengungkapkan punutup seorang wanita dengan kata hijab yang artinya penutup secara umum, Allah Swt dalam surat Al Ahzab ayat 58 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw pada waktu mereka meminta suatu barang kepada istri-istri Nabi Saw untuk memintanya dari balik hijab (tutup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya; Dan bila engkau meminta sesuatu (keparluan) kepada mereka (istri-istri Nabi saw) maka mintalah dari belakang tabir,cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka¡&amp;shy;(Al Ahzab. 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang di terangkan di atas, hijab lebih luas artinya dari kata jilbab atau khimar meskipuan ayat di atas adalah turun untuk para istri-istri Nabi Saw tapi para ulama` sepakat dalam hal ini bahwa semua wanita muslimah juga termasuk dalam ayat di atas, sehingga yang di ambil adalah umumnya arti suatu lafad atau kalimat ayat Al Quran, bukan sebab yang khusus untuk istri-istri Nabi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas memerintahkan pada wanita muslimah untuk mengenakan penutup yang demikian itu adalah lebih baik untuk dirinya dan laki-laki lain yang sedang berkepentingan dengannya, adapun cara berhijab di atas adalah dengan berbagai cara yang bisa menutup aurat dan tidak bertentangan dengan maksud dari disyariatkannya pakaian penutup bagi wanita, sehingga kalau memakai pakaian yang sebaliknya bisa merangsang terjadinya keburukan maka itu bukan dan belum di namakan berhijab atau bertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya menutup aurat adalah kewajiban seorang wanita muslimah tepat ketika dia berikrar menjadi seorang muslimah, tidak ada menunda-nunda dalam memakainya dan tanpa pertimbangan apapun dengan cara yang minimal atau maksimal. Dengan tegas saya tekankan membuka kepala dan aurat selainya adalah haram yang tidak bisa ditawar lagi kerena ke wajiban itu adalah sudah ditetapkan dari pemahaman ayat-ayat Al Quran. Dan sudah jelas bahwa Al Quran sebagai satu-satunya yang di tinggalkan Nabi Saw kepada umatnya yang telah dijelaskan dan di dukung dengan Hadist Nabi Saw.&lt;br /&gt;Wallahu a`lam bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo 13 agustus 2002&lt;br /&gt;Oleh: Nur Faizin Muhith*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716686188015073?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716686188015073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716686188015073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716686188015073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716686188015073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab-dalam-al-quran-dan-jilbab-zaman.html' title='Jilbab Dalam Al Quran dan Jilbab Zaman Sekarang'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716573408693379</id><published>2005-09-19T14:33:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:03:23.230-07:00</updated><title type='text'>Jilbab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jilbab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: KH. Husein Muhammad&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, ada dua kosa kata dipakai untuk makna sama, hijab dan jilbab. Keduanya adalah pakaian perempuan yang menutup kepala dan tubuhnya. Al-qur'an menyebut kata hijab untuk arti tirai, pembatas, penghalang. Yakni, sesuatu yang menghalangi, membatasi, memisahkan antara dua bagian atau dua pihak yang berhadapan, sehingga satu sama lain tidak saling melihat atau memandang. Alqur'an menyatakan : "Jika kamu meminta sesuatu kepada mereka (para isteri Nabi saw), maka mintalah dari balik hijab. Cara ini lebih mensucikan hatimu dan hati mereka."(al-Ahzab, 53). Hijab dalam ayat ini menunjukkan arti penutup yang ada dalam rumah Nabi saw, yang berfungsi sebagai sarana menghalangi atau memisahkan tempat kaum laki-laki dari kaum perempuan agar mereka tidak saling memandang. Secara tekstual (lahiriah), ayat ini digunakan para ulama kemudian untuk membuat hijab untuk umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat ayat diatas, hijab adalah satu bentuk pakaian yang dikenakan perempuan. Akan tetapi, kemudian hari hijab diartikan sebagai pakaian sebagaimana jilbab atau busana muslimah. Dalam banyak buku berbahasa arab (kitab) kontemporer, hijab telah dimaknai sebagai jilbab. Jilbab, seperti disebutkan dalam al-Qur'an, " Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu" (al-Ahzab, 59) Jilbab berasal dari kata kerja jalab yang berarti menutupkan sesuatu diatas sesuatu yang lain sehingga tidak dapat dilihat. Dalam masyarakat Islam selanjutnya, jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi tubuh seseorang. Bukan hanya kulit tubuhnya tertutup, melainkan juga lekuk dan bentuk tubuhnya tidak kelihatan. Penelusuran atas teks al-Qur'an tentang jilbab agaknya tidak sama dengan pengertian sosiologis tersebut. Para ahli tafsir menggambarkan jilbab dengan cara yang berbeda-beda. Ibnu Abbas dan Abidah al-Samani merumuskan jilbab sebagai pakaian perempuan yang menutupi wajah berikut seluruh tubuhnya kecuali satu mata. Dalam keterangan lain disebutkan sebagai mata sebelah kiri. Qatadah dan Ibnu Abbas dalam pendapatnya yang lain mengatakan, makna mengulurkan jilbab adalah menutupkan kain ke dahinya dan sebagian wajahnya, dengan membiarkan kedua matanya. Mengutip pendapat Muhammad bin Sirin, Ibnu Jarir mencerita, "Saya tanya kepada Abidah al-Samani mengenai ayat yudnina 'alaihinna min jalabihinna (hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya). Maka dia menutupkan wajahnya dan kepalanya semabil menampakkan mata kirinya". Ibnu al-Arabi dalam tafsir Ahkam al-Qur'an, ketika membicarakan ayat ini menyebutkan dua pendapat. Pertama, menutup wajahnya dengan kain itu sehingga tidak tampak kecuali mata kirinya" (III/1586).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azzamakhsyari dalam Alkasysyaf merumuskan jilbab sebagai pakaian yang lebih besar daripada kerudung tetapi lebih kecil daripada selendang. Ia dililitkan di kepala perempuan dan membiarkannya terulur ke dadanya. Ibnu Katsir mengemukakan bahwa jilbab adalah selendang di atas kerudung. Ini yang disampaikan ibnu Mas'ud, Ubaidah Qatadah, Hasan Basri, Sa'id bin Jubair al-Nakha'i, Atha al- Khurasani dan lain-lain. Ia bagaikan "izar" sekarang. Al-Jauhari, ahli bahasa terkemuka, mengatakan Izar adalah pakaian selimut atau sarung yang digunakan untuk menutup badan (ibnu Katsir, III/518). Sementara Wahbah az-Zuhaili dalam at tafsir al-Munir pada kesimpulan akhirnya mengatakan bahwa para ulama ahli tafsir seperti Ibnu al-Jauzi, at-Thabari, Ibnu Katsir, Abu Hayyan, Abu as-Sa'ud, al-Jashash dan ar-Razi menafsirkan bahwa mengulurkan jilbab adalah menutup wajah, tubuh dan kulit dari pandanan orang lain yang bukan keluarga dekatnya (II/108) Latar belakang Turun Ayat Ada sejumlah riwayat, mengenai latar belakang turunnya ayat ini. Satu diantaranya, disampaikan Ibnu Sa'ad dalam bukunya al-Thabaqat dari Abu Malik. Katanya, "Suatu malam, para isteri Nabi Saw keluar rumah untuk memenuhi keperluannya. Saat itu, kaum munafiq menggoda dan mengganggu (melecehkan) mereka. Mereka mengadukan peristiwa itu kepada Nabi. Ketika Nabi menegur, kaum munafiq itu berkata, "Kami kira mereka perempuan-perempuan budak." Lalu turun surat al-Ahzab ayat 59 (Wahbah, II/107). Ibnu Jarir at-Thabari, guru para ahli tafsir, menyimpulkan ayat ini sebagai larangan menyerupai cara berpakaian perempuan-perempuan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal, perlu dicatat bahwa seruan mengenakan jilbab, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, dimaksudkan sebagai cara untuk meperlihatkan identitas perempuan-perempuan merdeka dari perempuan-perempuan budak. Soalnya, dalam tradisi Arab ketika itu, perempuan-perempuan budak dinilai tidak berharga. Mereka mudah menjadi sasaran pelecehan kaum laki-laki. Status sosial mereka juga direndahkan dan dihinakan. Berbeda dari kaum perempuan merdeka. Dengan begitu, identifikasi perempuan merdeka perlu dibuat agar tidak terjadi perlakuan yang sama dengan budak. Istilah merdeka dimaksudkan agar mereka tidak menjadi sasaran pelecehan seksual laki-laki. Ini sangat jelas disebutkan dalam teks ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini, pertanyaan penting agaknya perlu dikemukakan. Kalau jilbab digunakan sebagai pencirian perempuan merdeka, bagaimana pakaian yang biasa dikenakan perempuan budak ? Abdul Halim Abu Syuqqah menginformasikan bahwa kaum perempuan Arab pra Islam sebenarnya biasa mengenakan pakaian dengan berbagai bentuk atau mode. Ada yang memakai cadar dan sebagainya. Beberapa bentuk dan mode pakaian yang dikenakan kaum perempuan Arab saat itu, berlaku bagi perempuan merdeka dan perempuan budak. Ketika Islam datang, mode dan bentuk pakaian yang menjadi tradisi masyarakat Arab jahiliyah masih diakui. Tetapi, ada dugaan kuat, seruan pemakaian jilbab terhadap perempuan-perempuan mukmin yang merdeka, mengindikasikan perempuan budak tidaklah mengenakan jilbab. Atau mereka mengenakannya, tetapi tidak mengulurkannya sampai menutup wajahnya. Tidak berjilbabnya perempuan budak masuk akal, karena tugas-tugas berat mereka untuk melayani majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, surat al- Ahzab 59, tampaknya hanya membicarakan ciri khusus pakaian perempuan merdeka, yang membedakannya dari pakaian perempuan budak. Ciri itu adalah jilbab. Jadi, ayat ini secara lahiriah, serta didukung latar belakang turunnya, hanya membicarakan jilbab sebagai ciri perempuan merdeka, untuk membedakannya dengan perempuan budak. Ayat ini tidak membicarakan aurat perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai batas-batas aurat perempuan dikemukakan dalam ayat lain, misalnya surah al-Nur ayat 31. Para ahli tafsir, ketika mengartikan jilbab, menghubungkan surat al-Ahzab dengan surat an-Nur tadi. Dengan demikian, jilbab adalah pakaian tambahan, pelengkap atau assesoris yang dirangkap pada pakaian lain yang untuk menutup tubuh perempuan merdeka. Wahbah mengatakan, jilbab merupakan pelengkap kewajiban menutup aurat. Ini adalah tradisi yang baik, untuk melindungi perempuan dari sasaran pelecehan laki-laki (Wahbah, II/108). Ketika seorang muslimah merdeka menyatakan tidak mempunyai jilbab untuk sholat 'id, Nabi mengatakan, hendaklah temannya mengenakan jilbabnya kepada dia". Mengomentari hadist ini, al-Kasymiri dalam Faidh al-Bari mengatakan," Dari sabda Nabi ini, diketahui bahwa memakai jilbab hanya dituntut ketika perempuan keluar rumah." Abu Syuqqah mengatakan, perintah Nabi di atas menunjukkan jilbab bukanlah pakaian pokok untuk menutup aurat. Ia (perempuan itu), hanya memerlukan ketika keluar rumah, khsusnya ketika akan buang air di malam hari dan ketika akan sholat jama'ah (Abdul Halim, IV/59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jilbab menjadi pembeda perempuan merdeka dari budak, sedang budak sudah tak ada lagi, maka pemakaian jilbab saat ini tidak menjadi keharusan lagi, tetapi juga tak dilarang. Apalagi jilbab hanya sebagai assesoris atau sebagai pelengkap sebagaimana yang dikatakan Wahbah diatas. Itulah logika kausalitas. Persoalan tinggal pada masalah pakaian penutup aurat. Dari sinilah, akan muncul perdebatan menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716573408693379?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716573408693379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716573408693379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716573408693379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716573408693379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab.html' title='Jilbab'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716521138563457</id><published>2005-09-19T14:16:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:02:26.660-07:00</updated><title type='text'>Islam Agamaku, Jilbab Identitasku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Islam Agamaku, Jilbab Identitasku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jacques Chirac bikin ulah. Pasalnya, doi merestui lahirnya undang-undang larangan penggu-naan simbol-simbol keagamaan di sekolah negeri atau sarana umum dalam pidatonya pada tanggal 17 Desember 2003. Walhasil, kerudung dan jilbab, topi bundar khas Yahudi (yarmelke), dan tanda salib besar nggak boleh beredar di negeri sekular dengan jumlah penduduk muslim sekitar 5 juta orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah doi mengatakan secara khusus kalo penggunaan jilbab merupakan bentuk agresi. Mengenakan kerudung, apakah disengaja atau tidak, adalah merupakan jenis agresi yang sulit bagi kami untuk menerimanya, cetus Chirac ketika berlangsung pertemuan dengan para mahasiswa di Pierre Mendes France School di ibukota Tunisia Sabtu (6/12/2003). ( Eramus-lim.com, 08/12/2003 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak heran kalo protes terhadap kebijakan Perancis ini mengalir deras bak air bah dari berbagai belahan dunia; mulai dari London, Paris, Lebanon, sampai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma masalahnya, apa iya jilbab itu cuma simbol doang seperti penilaian mereka? Atau ada udang di balik bakwan atas pelarangan resmi penggunaan jilbab yang lagi rame ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih kebencian kaum kufar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, tindakan diskrimi-nasi kaum kufar terhadap kaum Muslim sudah sering terjadi. Kali ini kasus pelarangan jilbab di beberapa negara sekular kembali menghiasi media massa. Meski banyak menuai protes, Perancis tetep keukeuh mengatakan negaranya kudu bebas dari simbol keagamaan macam jilbab. Padahal katanya mereka menjunjung tinggi kebebasan menjalankan ajaran agama bagi para pemeluknya. Weh, ini mah sama aja menjilat ludah sendiri Iih jijay deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, mereka antimalu. Itu sebabnya, pola standar ganda diberlakukan untuk mendiskriminasikan dan menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam. Persis aturan kakak kelas pada saat OSPEK siswa baru. Pasal 1: Kakak kelas selalu benar. Pasal 2: jika kakak kelas berbuat kesalahan, lihatlah pasal 1!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus jilbab, orang-orang kafir sampe bela-belain pake wewenang negara untuk melegalisasi larangan penggunaan jilbab. Seperti halnya Perancis, Presiden Jerman, Johannes Rau juga melarang guru Muslimah mengenakan jilbab saat mengajar (jangan-jangan mereka kebingungan juga bedain kerudung ama jilbab?). Oke deh, kita sebut saja pakaian muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Belgia, Menteri Dalam Negeri Patrick Dewael menegaskan keinginannya untuk melarang kerudung dan jilbab serta simbol-simbol agama lainnya tampil di sekolah dan institusi-institusi milik pemerintah sebagai-mana hal itu diterapkan Perancis. ( Eramus-lim.com , 12/01/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, salah seorang anggota parleman dari Partai Demokratik Kristen, Reverend Fred Nile mengusulkan pelarangan terhadap pemakaian penutup aurat dan jilbab bagi warga muslim di Aus-tralia, khususnya di New South Wales (21/11/2002) silam. Menurutnya, dengan pakaian itu bisa dimungkin-kan sebagai kedok para teroris menyimpan bahan peledak atau bom. ( Hidaya-tullah.com , 22/11/2002). Ini namanya paranoid atuh euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Singa-pura, PM Lee Hsien Loon - anak dari Lee Kuan Yew, pendiri Singapura Modern mengatakan dalam harian Berita Harian Malay, edisi 1 Desember 2003, bahwa pelarangan memakai jilbab termasuk dalam upaya perukunan dan penyempur-naan kehidupan masyarakat di Singapura. ( Eramus-lim.com, 09/12/2003 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak cukup dengan kekuatan negara, pihak sekolah pun bikin larangan serupa. Seper-ti yang terjadi pada Lila dan Alma Levy yang diusir dari sekolah Henri Wallon yang berlokasi di daerah pinggiran utara Aubervilliers, Paris. Kebijakan itu diambil pihak sekolah dengan alasan kedua siswi berjilbab itu mengenakan pakaian yang memamerkan ekstrimitas agama. Muslimah itu bisa masuk mengikuti pelajaran di kelasnya, jika mereka mencopot hijabnya. ( Eramuslim.com , 26/09/2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, dari paparan fakta di atas, tentu kita sependapat dan tidak ragu dengan kebenaran filman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah ridha kepada engkau kaum Yahudi dan Nashrani hingga engkau mengikuti golongan (millah) mereka. (QS al-Baqarah [2]: 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab bukan semata simbol keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacques Chirac boleh aja menganggap topi bundar Yahudi, atau tanda Salib sebagai simbol keagamaan yang bisa aja sembarangan dilepas. Tapi jilbab, nggak lah yauw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-quran surat an-Nur [24]: 31 dan Surat al Ahzab [33]: 59 Allah telah memerin-tahkan dengan tegas, bahwa muslimah yang sudah aqil baligh (berakal sehat alias nggak gila dan sudah menstruasi) untuk mengenakan jilbab jika keluar rumah. Kewa-jibannya sama dengan perintah shalat lima waktu. Itu artinya, kalo nggak dikerjain, ya dosa. Sumpe lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban ini juga dikuatkan oleh penuturan Ummu Athiyah : Rasulu-llah saw telah memerin-tahkan kepada kami untuk keluar (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha; baik wanita tua, yang sedang haid, maupun perawan. Wanita yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang shalat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan yang ditujukan kepada kaum Muslim. Aku lantas berkata, Ya Rasulullah saw, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab. Beliau kemudian bersabda, Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini ada 2 point pemahaman yang bisa diambil. Pertama , semua muslimah disunnahkan untuk menghadiri sholat Idhul Adha, tapi harus memakai jilbab. Ditegaskan bahwa jika ada yang tidak memiliki jilbab, maka temannya harus meminjamkannya. Berarti jilbab itu wajib dipakai ketika keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua , hadits di atas menyiratkan tentang jilbab adalah pakaian luar yang dikenakan wanita di atas pakaian kesehariannya (yang biasa digunakan di dalam rumah). Karena ketika Ummu ‘Athiyah bertanya tentang seseorang yang tidak memiliki jilbab, tentu wanita tersebut bukan dalam keadaan telanjang, melainkan dalam keadaan memakai pakaian yang biasa dipakai di dalam rumah yang tidak boleh dipakai untuk keluar rumah. Dan wanita yang tidak mempunyai jilbab harus meminjam kepada saudaranya. Jika saudaranya tidak bisa meminjamkannya, maka yang bersangkutan tidak boleh keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian hadits di atas, kita bisa simpulkan kalo jilbab itu bukan cuma simbol, melainkan kewajiban. Jadi nggak ada yang bisa nyuruh ngelepasin kalo lagi di luar rumah. Walaupun dilegalisasi UU Negara atau peraturan sekolah. Karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Setuju kan? Siip dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melengkapi pengertian khimar dan jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, udah pada tahu kan seperti apa khimar dan jilbab yang syar'i itu? Bukannya kita meragukan, cuma kita takut masih ada yang keliru memahaminya. Soalnya ada yang memahami busana muslimah untuk di luar rumah itu asal menutup aurat. Pake kerudung yang dipadukan tangtop, kaos panjang plus celana jeans ketat. Kayak gitu mah pantasnya cuma di depan suami euy. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang memadukan kerudungnya dengan baju atas panjang nan longgar, dan bagian bawah berupa rok panjang atau celana panjang longgar yang biasa disebut kulot. Kita nggak menyalahkan, cuma ada baiknya kita sama-sama mencari tahu definisi jilbab itu secara syari. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab al-Mujam al-Wasith halaman 128, jilbab diartikan sebagai Ats tsaubul musytamil alal jasadi kullihi (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau Ma yulbasu fauqa ats tsiyab kal mil-hafah (pakaian luar yang dikenakan di atas pakaian (rumah), seperti milhafah /baju terusan), atau al-Mula`ah tasytamilu biha al mar`ah (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan hadits yang diriwayatkan Ummu Athiyah dan pengertian dalam kamus al-Mujam , ternyata yang maksud jilbab adalah kain terusan (dari kepala sampai bawah) (Arab: milhafah-mulaah ) yang dikenakan sebagai pakaian luar (di bawahnya masih ada pakaian rumah) lalu diulurkan ke bawah hingga menutupi kedua kakinya. Selain itu, jilbab juga harus terbuat dari kain yang tidak transparan dan tidak menampakkan lekuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun khimar syariat telah mewajibkan kerudung atau apa saja yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala, leher, dan 3 lubang baju di dada. Semoga pengertian ini bisa menambah wawasan biar nggak misspersepsi . Maksud hati menutup aurat, ternyata belum sempurna. Sayang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkin identitas kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener sobat, kita kudu berani tunjukkin identitas kita sebagai muslim dan muslimah. Ngikutin aturan Allah dalam setiap perbuatan maupun omongan yang keluar dari mulut kita. Nggak usah ragu bin malu. Kita kudu takut ama Allah dalam menjalankan perintah manusia, jangan ngeper ama manusia dalam menjalankan perintah-Nya. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara berpakaian seseorang menjadi salah satu identitas yang paling gampang diliat. Untuk yang satu ini, udah pasti seorang muslimah akan selalu menjaga kehormatannya dengan balutan busana yang menutup aurat nan sempurna. Di tengah hantaman badai trend fashion yang serba terbuka, full fresh body dan irit bahan, dia tetep PD mengenakan khimar dan jilbab di tempat-tempat umum seperti di sekolah, kampus, pasar, kantor, pabrik, di jalanan, de el el.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemoohan, kata-kata sinis, atau pelecehan sering menghampiri sodari kita hanya karena mereka berjilbab. Bahkan sampai diskriminasi berkedok undang-undang negara dan peraturan sekolah. Nggak sedikit sodari kita yang tetep istiqomah harus mengalami PHK dari tempatnya bekerja, skorsing, termasuk pengusiran oleh pihak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan takut, Allah akan membayar mahal untuk keisti-qomahan mereka dan setiap muslimah yang mengikuti jejaknya. Sabda Nabi saw.: Sesung-guhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka ? Rasululah saw. menjawab,Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat). ( HR Abu Dawud, dengan sanad hasan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, mari kita sama-sama mengokohkan keistiqomahan kita dengan aturan Allah. Caranya? Bisa dimulai dengan mengkondisikan lingkungan sekitar kita. Bergaul dengan teman-teman yang mampu mengingat-kan kita saat lengah, memperdalam Islam melalui kajian rutin, ber- taqarrub ilallah dengan ibadah wajib dan sunnah, serta berdoa agar Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk tetep stay tune dengan aturan-Nya sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa juga untuk gencar berdakwah demi tegaknya khilafah yang akan melindungi Islam dan kaum Muslim di seluruh dunia dari makar musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, kini muslimah SMU kelas tiga diperbolehkan menggunakan foto berkerudung siswi SMU untuk dipajang di STTB yang sebelumnya sering jadi masalah. Kebolehan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 1177/C/PP/2002 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi. ( smu-net.com , 09/02/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat remaja muslimah, Maju terus pan-tang mundur! Serukan dengan lantang: Islam agamaku, Jilbab identitasku! [hafidz&lt;br /&gt;www.dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716521138563457?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716521138563457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716521138563457' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716521138563457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716521138563457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/islam-agamaku-jilbab-identitasku.html' title='Islam Agamaku, Jilbab Identitasku'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716428369265278</id><published>2005-09-19T14:06:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:01:07.813-07:00</updated><title type='text'>Cara Berjilbab Menurut Syari'at</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Cara Berjilbab Menurut Syariat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau bicara tentang pakaian wanita muslimah yang ideal dan memenuhi seluruh persyaratan, maka sebagaimana yang disepakati oleh jumhur ulama bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, keseluruh tubuh itu wajib ditutup dengan pakaian kecuali bagian muka dan tapak tangan saja. Sedangkan model pakaian, warna, motif, corak atau stylenya diserahkan kepada masing-masing budaya dan kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan kesemuanya itu memenuhi syarat standar busana muslimah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tembus pandang&lt;br /&gt;Tidak ketat hingga membentuk lekuk tubuh&lt;br /&gt;Tidak menyerupai pakaian laki-laki atau&lt;br /&gt;Tidak menyerupai pakaian khas milik orang kafir atau pakaian orang fasik&lt;br /&gt;Benar-benar menutup dan tidak ada yang dibuka atau dibelah sedemikian rupa sehingga bisa memperlihatkan aurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah standar ideal busana muslimah yang bila semua itu terpenuhi, maka sudah cukup. Adapun masalah jilbab gaul yang sekarang jadi mode, bisa kita lihat dari dua arah yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah yang pertama, bila kita melihat dari arah ideal. Maka jilbab mode itu jelas masih belum memenuhi semua persyaratan. Misalnya soal ketatnya pakaian itu sehingga tetap membentuk lekuk tubuh. Atau belahan-belahan tertentu yang masih juga memperlihatkan bagian aurat. Juga masalah menyerupai pakaian laki-laki dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita nilai dari arah ideal atau tidak, maka jilbab gaul itu tidak bisa dikatakan ideal alias tidak memenuhi syarat busana muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang yang kedua, kita memandang dari arah pakaian trendi di kalangan remaja gaul saat ini yang sedemikian seronok, terbuka, seksi dan cenderung liar dan a moral. Kita bisa mengatakan bahwa pakaian mereka itu sama saja dengan bukan pakaian, karena aurat yang terlihat bukan hanya sebagian, tapi justru sebagian besar. Jadi pakaian mereka itu bukan setengah telanjang tapi 2/3 telanjang atau 4/5 telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dari kalangan mereka ini ada yang mulai sadar dan ingin kembali kepada Islam lalu mulai coba-coba menggunakan busana muslimah meski belum memenuhi standar ideal, maka kita perlu memberi support atau dukungan. Tentu saja dukungan ini sifatnya sementara, karena biar bagaimana pun pakaian idealnya belum terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi support dan dukungan tetap dibutuhkan agar mereka sedikit demi sedikit bisa beradaptasi dengan busana muslimah. Karena kalau mau dibandingkan, biar bagaimana pun jilbal gaul itu tetap lebih baik dari pada baju minim yang mengubar nafsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diperlukan adalah pendekatan dakwah yang baik dan simpatik kepada mereka agar keinginan baik mereka itu bisa dihargai lebih dahulu. Sambil perlahan-lahan kita mencoba menanamkan makna dan hakikat ajaran Islam secara lebih intensif dan mengena. Nanti pada akhirnya, bila penanaman itu mulai menghasilkan buah, mereka snediri yang akan mengganti jilbab gaulnya dengan busana muslimah yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajmain, Wallahu Alam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;www.syariahonline.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716428369265278?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716428369265278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716428369265278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716428369265278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716428369265278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/cara-berjilbab-menurut-syariat.html' title='Cara Berjilbab Menurut Syari&apos;at'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112716005350445332</id><published>2005-09-19T12:58:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T05:00:09.263-07:00</updated><title type='text'>Jilbab Wanita Muslimah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Jilbab Wanita Muslimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah dan atsar-atsar Salaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban kepada kami bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutup seluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus menggunakan pakaian (jilbab) yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi : "Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudar mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.&lt;br /&gt;Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : "Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya : "Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi, kecuali yang tidak mungkin disembunyikan." Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. "Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : "Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : "Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka." Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Nabi : "Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya." (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali harus tebal. Jika tipis, maka hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : "Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan : "Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian." (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-HAdits As-Shahihah no. 1326).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr berkata : Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu&lt;br /&gt;tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (dikutip oleh As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik III/103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsannya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qubthiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidk melihatnya sebagai pakaian yang tipis ! Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan lekuk tubuh). (Riwayat Al-Baihaqi II/234-235; Muslim binAl-Bitthin dari Ani Shalih dari Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar di atas menunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Yang tipis (transparan) itu lebih parah daripada yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal). Oleh&lt;br /&gt;karena itu Aisyah pernah berkata : "Yang namanya khimar adalah yang dapat menyembunyikan kulit dan rambut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : "Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?" Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : "Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya." (Ad-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan). Aisyah pernah berkata : Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu Sad VIII/71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf II:26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua juga menguatkan pendapat yang kami pegangi mengenai wajibnya menyatukan antara khimar dan jilbab bagi kaum wanita jika keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata : Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina." (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda : "Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian." (Muslim dan Abu Awanah&lt;br /&gt;dalam kedua kitab Shahih-nya; Ash-Shabus Sunan dn lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai bakhur (wewangian yang berasal dari pengasapan), maka janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat Isya yang akhir." (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi." (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki (Al-Munawi dalam Fidhul Qadhir dalam mensyarahkan hadits dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Al-Albany) katakan : Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu&lt;br /&gt;jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Al-Haitsami dalam kitab AZ-Zawajir II/37 menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dn berhias adalah termasuk perbuatan kabair (dosa besar) meskipun suaminya mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyrupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : "Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita." (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : "Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan." Dalam lafadz lain : "Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria." (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang&lt;br /&gt;bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)." (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya : Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal. 43 : Firman Allah "Janganlah mereka seperti..." merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini (IV/310) berkata : Karena itu Allah melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) : "Raaina" tetapi katakanlah "Unzhurna" dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih." Ibnu Katsir I/148 berkata : Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan "Denagrlah kami" mereka mengatakan "Raaina" sebagai plesetan kata "ruunah" (artinya&lt;br /&gt;ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi tahukan (dalm surat Al-Mujadalah : 22) bahwa tidak ada seorang mumin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mumin, sedangkan tindakan&lt;br /&gt;menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN KEBESARAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya&lt;br /&gt;dengan api neraka." (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya,&lt;br /&gt;maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : "Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu.&lt;br /&gt;Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah :&lt;br /&gt;Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112716005350445332?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112716005350445332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112716005350445332' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716005350445332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112716005350445332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab-wanita-muslimah.html' title='Jilbab Wanita Muslimah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112715970833091387</id><published>2005-09-19T12:52:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T04:59:04.383-07:00</updated><title type='text'>Jilbab: Rahasia Politik, Rahasia Teks, &amp; Rahasia Waktu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Jilbab: Rahasia Politik, Rahasia Teks, &amp;amp; Rahasia Waktu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI menjelang senja. Seorang pria setengah baya mengetuk pintu Aula Mahasiswi Universitas 'Ain Syams, Kairo, Mesir. Belasan mahasiswi yang melingkar lesehan di dalam aula spontan gaduh. Mereka tergopoh mengenakan hijab (kerudung) dan niqa' (kain penutup wajah) masing-masing. Sesaat kemudian, suasana pun tenang. Meski dandanan belum rapi, pimpinan mahasiswi mempersilakan tamu pria itu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaklah kemudian seorang lelaki mengenakan gallabiyyah, gaun putih khas Arab, berlengan panjang, longgar, dan ujungnya sampai tungkai kaki. Ia pun ternyata ''berkerudung'' kufiyah. Ia menarik ujung selendang kepalanya untuk menutup muka lalu masuk perlahan sambil merapat tembok agar tidak melihat kerumunan kaum hawa. Pria itu menuju tirai yang dipasang diagonal di sudut ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu lantas duduk menghadap para wanita dari balik tirai. Di balik kain pemisah, ia membuka penutup wajah, membiarkan ujung kufiyah-nya melilit bahu tapi tetap menutup kepala. Ia kemudian mendiskusikan ayat-ayat Al-Quran tentang hijab menurut penafsiran Abul A'la al-Mawdudi, tokoh revivalis Islam asal Pakistan. Kata hijab ini di Indonesia lebih dikenal dengan istilah jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswi sesekali memberi komentar halus, namun kritis. Diskusi pun berlangsung dinamis. Kedua pihak tak terganggu penampilan fisik lawan jenisnya. Masing-masing berpegang pada norma khas pergaulan pria-wanita: di ruang publik wanita harus berjilbab dan pria-wanita harus dipisah tirai. Setelah 30 menit, penceramah pria berpamitan dan pergi dengan cara seperti ketika ia masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadwa El Guindi, kini profesor antropologi di Universitas Southern California, terpesona oleh peristiwa yang ia saksikan langsung pada 1979 itu. Kebetulan, pada sore yang sama, Fadwa tengah berbincang dengan beberapa mahasiswi di aula itu. Ketika itu, Fadwa sedang melakukan observasi lapangan untuk riset etnografis mengenai gerakan Islam di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman itu memberi inspirasi pada wanita kelahiran Mesir ini. Ia melihat tema jilbab tak cukup diulas dalam lingkup kajian wanita, sebagaimana banyak dibahas kalangan feminis. Faktanya, laki-laki yang dilihatnya itu juga berjilbab. Sudut pandang inilah yang belakangan menjadi salah satu pilar ide dasar bukunya, Veil: Modesty, Privacy, and Resistence terbitan Oxford, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti-Pendekatan Parsial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APRIL lalu, versi Indonesia buku ini diluncurkan Penerbit Serambi, Jakarta, dengan judul Jilbab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan Perlawanan. Selain bertolak dari kritik atas kajian wanita, buku ini juga didorong oleh kritik pada dua pendekatan parsial lain yang selama ini dipakai mengupas tema jilbab: kajian keagamaan yang melulu bersumber pada teks agama, serta kajian kewilayahan yang hanya memotret jilbab sebagai produk budaya Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadwa El Guindi memperluas sudut pandang kajian jilbab dengan memasukkan pendekatan antropologi, khususnya etnografi. Namun, ia tetap meramu pendekatan itu dengan data sejarah dan teks agama (Al-Quran, hadis, dan tafsir). Buku ini tidak berpretensi membela ataupun menyerang jilbab, tetapi meletakkannya lebih proporsional sebagai model berpakaian multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan jilbab selama ini memang rentan pro-kontra. Pilihan mengharamkan jilbab sama kontroversialnya dengan beleid mewajibkan jilbab. Pada 1980-an, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pernah melarang siswi sekolah menengah mengenakan jilbab. Kebijakan ini menuai protes karena dianggap melanggar kebebasan asasi beragama. Ini karena banyak kalangan meyakini jilbab sebagai kewajiban agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat, kebijakan penjajah Prancis yang melarang wanita Aljazair berkerudung justru memicu konsolidasi perlawanan anti-kolonial di negeri jajahan itu. Sebaliknya, pemaksaan wajib jilbab di berbagai daerah yang menerapkan syariat Islam juga memancing reaksi. Suara menolak datang dari para aktivis feminisme. Pemaksaan jilbab dipandang sebagai politisasi agama serta bentuk penindasan pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan lalu, kontroversi jilbab juga mengemuka di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kampus ini memang mewajibkan mahasiswinya berjilbab. Forum Mahasiswa Ciputat menentang kewajiban itu. ''Kami tolak kewajiban berjilbab, sebagaimana kami tolak larangan berjilbab,'' demikian bunyi pamflet mereka. Aksi ini ditentang unsur mahasiswa lain yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat bukunya, Fadwa El Guindi tidak hendak memasuki perdebatan jilbab yang cenderung jalan di tempat itu. Melalui penelusuran sejarah dan bukti etnografis, peraih PhD dari Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat, ini menunjukkan bahwa praktek berjilbab di berbagai kawasan memiliki sejarah dan fungsi sosial berbeda-beda. Dimensinya juga jauh lebih luas ketimbang hasil kajian selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Monopoli Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMUAN Fadwa El Guindi menunjukkan memang ada praktek jilbab yang mengandung pesan pengucilan perempuan (seclusion) seperti di Bizantium dan Yunani. Namun, ada juga kasus di mana jilbab merupakan simbol kelas sosial tinggi, seperti di Mesopotamia. Bahkan jilbab menjadi simbol kejantanan pria suku Tuareg di Sahara, Afrika. Pengabaian fakta ini adalah kelemahan pendekatan kajian wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kepada para penganut pendekatan kajian keagamaan, Fadwa menunjukkan bahwa berjilbab bukan hanya monopoli teks dan tradisi keagamaan Islam. Melainkan juga pernah menjadi kebiasaan wanita Yahudi, dan sampai kini masih menjadi kostum kebesaran para biarawati Kristen. Terhadap pengguna kajian kawasan yang melihat jilbab sebagai produk budaya Arab, buku ini menyodorkan bukti antropologis bahwa jilbab justru berasal dari tradisi Mesopotamia dan Bizantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelacakan sejarah dalam buku ini menemukan lima pola perilaku berjilbab. Pertama, pola komplementaritas gender di Sumeria. Kawasan ini mengenal peran saling melengkapi antara lelaki dan perempuan. Peran itu dipengaruhi mitos penciptaan Dilmun (kini Bahrain). Dilmun diciptakan akibat persatuan dewa laki-laki (Enki) dan dewa perempuan (Nimsikil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enki selaku Dewa Air menyirami Nimsikil yang Dewa Tanah. Ladang Nimsikil menjadi penuh tanaman. Kota-kotanya mejadi pelabuhan ramai. Air merasa kesepian tanpa tanah. Tanah tidak akan subur tanpa air. Dilmun tercipta ketika tanah menjadi subur setelah kawin dengan air lalu melahirkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, laki-laki di Bahrain bertugas mencari nafkah di laut: mencari ikan atau berdagang. Perempuan di darat menjadi kepala rumah tangga. Otoritas perempuan dalam urusan rumah tangga dapat dilihat di pedesaan Syiah kontemporer di Bahrain. Kunci setiap rumah dibawa si wanita, biasanya terikat pada jilbab mereka. Ini sekaligus simbol bahwa jilbab terkait erat dengan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pola eksklusivitas kelas di Persia-Asyiria-Mesopotamia. Pemakai jilbab di Persia menunjukkan kelas sosial tinggi. Hukum Asyiria mewajibkan wanita bangsawan berjilbab. Para pelayan wajib berjilbab hanya selama mendampingi wanita bangsawan. Sedangkan kalangan budak dan para pelacur dilarang memakai jilbab. Kecuali setelah mereka menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpergok Berjilbab, Potong Telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELANGGARAN aturan itu diancam sanksi berat. Barang siapa tertangkap secara ilegal berjilbab bisa dihukum dera, disiram cairan hitam di kepalanya, dan potong telinga. Lelaki yang melihat gadis budak berjilbab dan membiarkannya bisa dicambuk 50 kali, telinganya dilukai, dan harus bekerja untuk raja satu bulan penuh. Jilbab menandai pembagian kelas. Tanda eksklusivitas, status istimewa, dan privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pola hierarki gender dalam kebudayaan Hellenis (Yunani). Fondasi ideologi masyarakat Yunani bertumpu pada ide-ide Aristoteles. Ide filsuf Yunani terkemuka itu mempengaruhi konstruksi budaya tentang gender. Teori-teori Aristoteles, menurut Fadwa El Guindi, menggagas wanita sekadar subordinat kehidupan sosial. Secara kodrat dan biologis inferior. Baik dalam kapasitas mental maupun kemampuan fisiknya. Posisinya harus tunduk-patuh. Tubuhnya tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita merdeka dalam masyarakat Yunani klasik (550-323 SM) di Athena sebelum Kristen digambarkan sebagai wanita yang begitu ketat dipingit, sehingga tidak dapat dilihat laki-laki yang bukan keluarga dekat. Mirip dengan Yunani pedesaan kontemporer, seperti dijelaskan etnografi, laki-laki dan wanita mempunyai kehidupan terpisah. Laki-laki dalam wilayah publik, seperti pasar dan gedung olahraga. Sementara wanita ''terhormat'' tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita diharapkan dapat membatasi diri dalam lingkungannya, mengelola rumah tangga, serta mengenakan pakaian yang dapat menyembunyikan diri dari mata laki-laki asing. Wanita Yunani digambarkan terkungkung dalam ruangan-ruangan pedalaman, jauh dari jalan, dan terpisah dari bagian rumah untuk umum. Mereka menutupi kepalanya dengan sehelai selendang dan dihormati karena selalu diam dan patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pola egalitarianisme Mesir. Mesir kuno terhitung sebagai masyarakat Mediterania dan Timur Tengah satu-satunya yang wanitanya tidak menutup muka dan kepala. Kebanyakan feminis menerima premis bahwa kesetaraan gender menjadi salah satu kelebihan Mesir kuno. Kondisi egaliter yang dinikmati wanita Mesir bahkan mengejutkan orang Yunani yang menaklukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hukum Yunani-Romawi merasuki Mesir, wanita Mesir justru kehilangan sebagian besar haknya. Sebaliknya, setelah Yunani menjalin kontak dengan Mesir, posisi wanita dalam masyarakat Hellenis makin baik. Mereka lebih bebas, dilayani lebih baik di depan hukum, tidak dipingit, dan tidak dihambat bergaul dengan laki-laki. Ini karena semangat penghargaan pada wanita ala Mesir mulai mempengaruhi hukum Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Juga Menutup Muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANITA dalam peradaban Mesir menjadi partisipan penuh dalam ekonomi, memiliki properti, melakukan transaksi, dan mengurus keuangan sendiri. Mereka tidak dipingit. Peran mereka dalam masyarakat bukan semata urusan reproduksi. Merosotnya posisi dan hak-hak wanita di Mesir terjadi jauh sebelum Islam datang. Bahkan sebelum penaklukan Arab. Ini lebih disebabkan pengaruh Eropa era Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pola pemingitan wanita di Bizantium. Masyarakat Bizantium merepresentasikan perkembangan penting dalam pemikiran dan praktek Kristen. Dalam ideologi gender Kristen, konsep kesucian dalam praktek diterjemahkan menjadi aseksualitas, dicerminkan dalam lembaga pemingitan wanita, ajaran membujang, dan kelahiran perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu berkembang menjadi batasan-batasan ketat soal kewanitaan dan berpakaian. Dalam budaya Kristen, pemingitan lebih diasosiasikan pada agama dan konsep-konsep tentang kemurnian agama. Jilbab dan pemingitan merupakan bagian dari struktur dan etos institusional masyarakat Yunani dan Bizantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan konsep Yunani kuno tentang wanita, ada kearifan tradisional Yahudi yang menekankan bahwa wanita adalah sumber tipu daya, menggairahkan, dan sumber kekacauan. Wanita diciptakan untuk laki-laki sebagai penjaga anak-anak dan teman di atas ranjang. Berdasarkan ini, kelompok Yahudi Essenes, sekte yang berdiam di Engeddi dekat Laut Mati, mencampakkan wanita dan menganut kehidupan berpantang secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsip sejarah ternyata memberi gambaran lebih majemuk tentang jilbab. Temuan Fadwa El Guindi di Universitas 'Ain Syams bahwa ternyata lelaki juga berjilbab mendorongnya meneliti lebih jauh. Eksplorasi data tekstual Islam melahirkan temuan baru. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad menutup mukanya dalam beberapa kesempatan. Nabi juga pernah memakaikan jilbab pada sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah laki-laki Arab pra-Islam dikenal dengan gelar dzu khimr (orang ber-khimr --nama lain jilbab). Ada nama 'Auf ibn al-Rabi' yang kerap bertempur sambil mengenakan jilbab istrinya, dan selalu menang. Terdapat cukup bukti bahwa laki-laki berjilbab pada masa kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol Perjuangan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA pria Tuareg, kelompok muslim barbar di Sahara, Afrika, sampai kini masih berjilbab. Dalam dialek Tuareg, jilbab dinamakan tegelmoust. Citra yang terpancar dari jilbab laki-laki adalah kejantanan dan maskulinitas. Ada kebanggaan bagi lelaki Arab dan Afrika Utara ketika memakai turban dan jilbab saat mengendarai unta atau kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab dalam ruang sosial, menurut buku ini, dapat bercerita tentang banyak hal: privasi, identitas, status keluarga, peringkat, dan kelas. Jilbab juga dapat menjadi sarana pembebasan dan resistensi. Hal itu bisa dilihat dalam perjuangan Aljazair membebaskan diri dari penjahan Prancis, perlawanan intifadah di Palestina, dan revolusi di Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prancis menggarap jilbab sebagai target strategi kolonial. Wanita Aljazair didorong melepaskan jilbab. Penjajah menghormati wanita yang tidak berjilbab. Upacara pelepasan jilbab pada Mei 1958, misalnya, diiringi semboyan ''Vive l'Algerie Francaise'' (Hidup Aljazair Prancis!). Laki-laki Aljazair dibuat merasa bersalah memiliki istri berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini berlangsung dengan dalih memodernisasi Aljazair. Tapi, rakyat Aljazair memandangnya sebagai penghinaan akar budaya. Proses pelepasan jilbab dipandang sebagai strategi kolonial memerkosa kebudayaan. Efeknya adalah konsolidasi perlawanan terhadap Prancis. Jilbab dijadikan simbol nasional perjuangan wanita Aljazair sekaligus sumber vitalitas baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asrori S. Karni&lt;br /&gt;GATRA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112715970833091387?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112715970833091387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112715970833091387' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715970833091387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715970833091387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab-rahasia-politik-rahasia-teks.html' title='Jilbab: Rahasia Politik, Rahasia Teks, &amp; Rahasia Waktu'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112715930305526099</id><published>2005-09-19T12:41:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T04:58:05.000-07:00</updated><title type='text'>Aurat dan Jilbab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Aurat dan Jilbab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perintah memakai jilbab bagi wanita muslimah telah Allah firmankan dalam&lt;br /&gt;kitab-Nya yang mulia Al-Qur'an dan hadits rasul-Nya.Kedudukan mengenakan&lt;br /&gt;jilbab (busana wanita muslimah) dihukumi wajib sama kedudukannya dengan&lt;br /&gt;shalat , puasa, zakat, haji(bagi yang mampu).Dan, jilbab ini bila&lt;br /&gt;ditinggalkan (diacuhkan) oleh seorang wanita yang mengaku dirinya memeluk&lt;br /&gt;agama islam maka bisa mengakibatkan pelakunya terseret dalam salah satu dosa&lt;br /&gt;besar karena kedudukannya yang wajib maka bila ditinggalkan akan mendapatkan&lt;br /&gt;adzab, laknat dan murka Allah subhanahuwata'ala.Sebagaimana yang disebutkan&lt;br /&gt;dalam hadits Shahih riwayat Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada dua golongan penduduk neraka dari ummatku, tetapi aku belum pernah&lt;br /&gt;melihat keduanya: Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang&lt;br /&gt;berlenggak-lenggok dan memiringkan kepala mereka seperti punuk unta. Mereka&lt;br /&gt;tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Dan dimana sekelompok&lt;br /&gt;laki-laki bersama mereka yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka&lt;br /&gt;gunakan untuk memukuli atau menyambuki hamba-hamba Allah tersebut"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Muslim nomor 2128 yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi shalallahu alaihi wassalam&lt;br /&gt;bersabda: Ada dua kelompok ahli neraka yang aku belum pernah melihat&lt;br /&gt;keduanya Seorang laki-laki yang mempunyai cemeti/cambuk seperti ekor sapi.&lt;br /&gt;Mereka mencambuki manusia dengannya dan para wanita yang berpakaian tetapi&lt;br /&gt;telanjang,bergoyang-goyang dan berlenggak-lenggok , kepala mereka ( ada&lt;br /&gt;sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak akan masuk&lt;br /&gt;surga dan tidak akan mencium baunya padahal bau surga itu dapat dicium dari&lt;br /&gt;jarak sekian dan sekian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadits lain yang diriwayatkan Imam Ahmad 2/223 berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada akhir ummatku nanti akan muncul kaum laki-laki yang menaiki pelana&lt;br /&gt;seperti layaknya kaum laki-laki, mereka turun kemasjid-masjid, wanita-wanita&lt;br /&gt;mereka berpakaian tetapi laksana telanjang, diatas kepala mereka (ada&lt;br /&gt;sesuatu) seperti punuk unta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka, karena&lt;br /&gt;sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Riwayat Ahmad dan Al-Haitsami mengatakan rijal Ahmad adalah rijal&lt;br /&gt;Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya menyampaikan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits nabi tentang&lt;br /&gt;wajibnya mengenakan jilbab saya juga melampirkan keterangan tentang&lt;br /&gt;syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wanita muslimah ketika&lt;br /&gt;memakai jilbabnya (tentunya dengan dalil dari hadits yang shahih).&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah kita ketahui dalam kaidah ushul fiqih bahwa apabila&lt;br /&gt;suatu syarat dalam ibadah tidak dipenuhi maka ibadahnya tersebut tidak&lt;br /&gt;sah/tertolak. Misalnya seorang yang shalat tanpa menghadap kiblat atau tanpa&lt;br /&gt;berbusana(telanjang) maka shalatnya tidak sah karena ada beberapa syarat&lt;br /&gt;yang tidak dipenuhinya. Begitupula halnya dengan memakai jilbab ini ada pula&lt;br /&gt;syarat-syaratnya yang harus dipenuhi agar memakai jilbab ini diterima dan&lt;br /&gt;diridhai Allah Dan mudah-mudahan dengan rahmat-Nya karena ketaatan kita&lt;br /&gt;kepada Allah yang lebih kita utamakan dari siapapun diatas muka bumi ini&lt;br /&gt;Allah akan memasukkan kita kedalam surga-Nya yang abadi. Amin.Maka&lt;br /&gt;sepatutnya bagi seorang wanita muslimah setelah mendapati dalil tentang&lt;br /&gt;wajibnya mengenakan jilbab mematuhinya dan segera melaksanakan perintah&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya untuk menghindarkan dirinya dari murka Allah dan tentu&lt;br /&gt;saja siksa-Nya yang sangat pedih dineraka bagi hamba-hamba-Nya yang&lt;br /&gt;melanggar perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku fillah yang dirahmati Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita muslimah yang meyakini Allah sebagai Rabb-Nya dan Muhammad&lt;br /&gt;sebagai Nabi dan Rasul-Nya maka konsekuensinya adalah dia harus mematuhi apa&lt;br /&gt;yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.Dan tidaklah patut bagi kita sebagai&lt;br /&gt;hamba-Nya memilih alternatif/alasan lain untuk berpaling dari perintah-Nya&lt;br /&gt;sebab akan menyebabkan kita tersesat dari petunjuk-Nya sebagaimana&lt;br /&gt;firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi wanita&lt;br /&gt;yang mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu&lt;br /&gt;ketetapan(urusan) akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan&lt;br /&gt;mereka. Dan, barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh&lt;br /&gt;dia telah sesat, sesat yang nyata"(Al-Ahzab:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang hamba telah sesat maka yang menjadi teman setia baginya&lt;br /&gt;adalah setan. Karena didunia ini hanya ada dua pilihan menjadi hamba Allah&lt;br /&gt;(taat pada perintah dan menjauhi laranganNya serta mengikuti sunnah NabiNya)&lt;br /&gt;atau hamba setan yaitu mengikuti hawa nafsunya dan mematuhi seruan setan&lt;br /&gt;dengan meninggalkan seruan Allah dan rasul-Nya . Apabila hawa nafsunya telah&lt;br /&gt;ditaati dan diikuti maka setanlah yang akan menjadi sahabat setianya&lt;br /&gt;sehingga jauhlah dia dari hidayah-Nya dan petunjuk-Nya. Sebagaimana&lt;br /&gt;firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang Maha Pemurah (Al-Qur'&lt;br /&gt;an) kami adakan baginya setan yang (menyesatkan) maka setan itulah yang&lt;br /&gt;menjadi teman yang selalu menyertainya.Dan sesungguhnya setan-setan itu&lt;br /&gt;benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka&lt;br /&gt;bahwa mereka mendapat petunjuk" (Az-Zukhruf :36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita mendengar tentang nada-nada sumbang yang berkesan mengatakan&lt;br /&gt;bahwa jilbab itu tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang serba modern&lt;br /&gt;dan canggih ini. Dimana kita hidup diabad 21 yang penuh dengan teknologi&lt;br /&gt;modern dan serba bebas, sehingga apabila kita mengenakan busana&lt;br /&gt;islami/jilbab maka kita akan ketinggalan zaman dan kuno(kolot). Patut&lt;br /&gt;ditanyakan kembali kepada mereka apabila jilbab itu tidak lagi&lt;br /&gt;relevan/sesuai dengan perkembangan zaman saat ini secara tidak langsung dia&lt;br /&gt;telah menyatakan bahwa Allah itu tidak relevan lagi menjadi Rabbnya karena&lt;br /&gt;yang menurunkan perintah jilbab itu adalah Allah Rabbnya seluruh makhluk&lt;br /&gt;dibumi dan dilangit.yang jelas-jelas termuat dalam kitab-Nya yang mulia&lt;br /&gt;Al-Qur'anul karim bila dia mengingkari hakikat perintah jilbab tersebut&lt;br /&gt;berarti dia mengingkari Al-Qur'an dan dengan dia mengingkari Al-Qur'an&lt;br /&gt;berarti dia telah mengingkari yang membuat hak ciptanya yaitu Allah&lt;br /&gt;subhanahuwata'ala.Karena itu patut dicamkan dan direnungkan dengan hati-hati&lt;br /&gt;sebelum kita mengeluarkan nada-nada sumbang yang aneh dengan alasan&lt;br /&gt;perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Al-Qur'an Dan Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Berjilbab&lt;br /&gt;Dibawah ini saya sampaikan dalil-dalil yang menyuruh kita wanita muslimah&lt;br /&gt;untuk berjilbab. Yaitu firman Allah subhanahu wata'ala dalam surat An-Nuur&lt;br /&gt;ayat 31:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangan&lt;br /&gt;mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan&lt;br /&gt;perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka&lt;br /&gt;menutupkan kain kudung kedada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan&lt;br /&gt;mereka, kecuali kepad suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami&lt;br /&gt;mereka, atau putera-putera mereka, atau puter-putera suami mereka, atau&lt;br /&gt;saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau&lt;br /&gt;putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau&lt;br /&gt;budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak&lt;br /&gt;mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti&lt;br /&gt;tentang aurat wanita. Dan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar&lt;br /&gt;diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah,&lt;br /&gt;hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab turunnya ayat ini adalah sebagaimana yang diceritakan oleh Muqatil bin&lt;br /&gt;Hayan (dalam Tafsir Ibnu Katsir) dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah sampai berita kepada kami dan Allah Maha Tahu bahwa Jabir bin&lt;br /&gt;Abdullah Al-Anshari telah menceritakan bahwa Asma binti Murtsid tengah&lt;br /&gt;berada ditempatnya di Bani Haritsah. Tiba-tiba banyak wanita menemuinya&lt;br /&gt;tanpa menutup aurat dengan rapi sehingga tampaklah gelang-gelang kaki&lt;br /&gt;mereka, dada, dan kepang rambutnya. Asma berguman :Alangkah buruknya hal&lt;br /&gt;ini. Maka Allah Ta'ala menurunkan ayat ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu anha pernah berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga Allah merahmati wanita Muhajirin yang pertama yang tatkala Allah Ta'&lt;br /&gt;ala menurunkan ayat:"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada&lt;br /&gt;mereka.."mereka lantas merobek kain tak berjahit (muruth) yang mereka&lt;br /&gt;kenakan itu, lalu mereka berkerudung dengannya (dalam riwayat lain&lt;br /&gt;disebutkan: Lalu merekapun merobek sarung-sarung mereka dari pinggir&lt;br /&gt;kemudian mereka berkerudung dengannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Riwayat Bukhari (II:182 dan VIII:397) dan Abu Dawud dan Al-Hakim&lt;br /&gt;(IV/194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan riwayat dari Ibnu Abi Hatim lebih sempurna dengan sanadnya dari&lt;br /&gt;Shafiyah binti Syaibah yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tatkala kami berada disamping Aisyah yang menyebutkan keutamaan wanita suku&lt;br /&gt;Quraisy, lalu Aisyah berkata: Sesungguhnya kaum wanita suku Quraisy itu&lt;br /&gt;memiliki satu keutamaan . Dan, aku demi Allah tiada melihat yang lebih utama&lt;br /&gt;daripada wanita-wanita Anshar dan yang lebih membenarkan terhadap Kitabullah&lt;br /&gt;maupun keimanan terhadap Al-Qur'an. Tatkala diturunkan surat An-Nuur ayat&lt;br /&gt;31, maka para lelaki mereka (kaum Anshar) langsung kembali pulang menuju&lt;br /&gt;mereka untuk membacakan apa yang baru saja diturunkan oleh Allah atas mereka&lt;br /&gt;, seorang laki-laki membacakan ayat tersebut kepada istrinya, putrinya,&lt;br /&gt;saudarinya serta kerabatnya. Tak seorang wanitapun dari mereka melainkan&lt;br /&gt;lantas bangkit untuk mengambil kain yang biasa dikenakan lalu digunakan&lt;br /&gt;untuk menutupi kepala (menjadikannya kerudung) dalam rangka membenarkan dan&lt;br /&gt;mengimani apa yang telah diturunkan Allah dari Kitab-Nya. Lalu pada pagi&lt;br /&gt;harinya dibelakang Rasulullah (menunaikan shalat shubuh) mereka mengenakan&lt;br /&gt;tutup kepala (kerudung) seakan-akan diatas kepala mereka itu terdapat burung&lt;br /&gt;gagak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menuturkan juga riwayat ini, demikian pula Al-Hafizh dalam&lt;br /&gt;Fathul Bari (VIII/490), Imam Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir I/245-2 dan Ibnu&lt;br /&gt;Asakir dalam Tarikh Damsyiq (IV:46-1/243-1) Hadits ini diriwayatkan Bukhari&lt;br /&gt;dalam Tarikhnya secara ringkas dan juga oleh Abu Zur'ah ia mengatakan hadits&lt;br /&gt;ini shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah ta'aala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan&lt;br /&gt;istri-istri orang mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh&lt;br /&gt;tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,&lt;br /&gt;karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt;Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala menyuruh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar dia&lt;br /&gt;menyuruh wanita-wanita mukmin , istri-istri ,dan anak-anak perempuan beliau&lt;br /&gt;agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Sebab cara berpakaian yang&lt;br /&gt;demikian membedakan mereka dari kaum wanita jahiliah dan budak-budak&lt;br /&gt;perempuan. Jilbab berarti selendang/kain panjang yang lebih besar dari pada&lt;br /&gt;kerudung. Demikian menurut Ibnu Mas'ud, Ubaidah, Qatadah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kalau sekarang jilbab itu seperti kain panjang. Al-Jauhari berkata,"Jilbab&lt;br /&gt;ialah kain yang dapat dilipatkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ummu Salamah dia&lt;br /&gt;"Setelah ayat diatas turun, maka kaum wanita Anshar keluar rumah&lt;br /&gt;dan seolah-olah dikepala mereka terdapat sarang burung gagak. Merekapun&lt;br /&gt;mengenakan baju hitam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zuhri ditanya tentang anak perempuan yang masih kecil. Beliau menjawab&lt;br /&gt;menjawab:"Anak yang demikian cukup mengenakan kerudung, bukan jilbab"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lihat Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir ; jilid III hal:900-901 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat dalam Kitab Jilbab Wanita Muslimah karya Syaikh Al-Albani yang&lt;br /&gt;menjelaskan tafsir ayat tersebut dengan mengatakan pada hal:91-92, 102-103 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tatkala ayat ini turun, maka wanita-wanita Ansharpun keluar rumah&lt;br /&gt;sekan-akan diatas kepala-kepala mereka itu terdapat gagak karena pakaian&lt;br /&gt;(jilbab hitam) yang mereka kenakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Abu Dawud (II:182) dengan sanad Shahih. Disebutkan pula&lt;br /&gt;dalam kitab Ad-Duur (V:221) berdasarkan riwayat AbdurRazaq, Abdullah bin&lt;br /&gt;Humaid, Abu Dawud, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari&lt;br /&gt;hadits Ummu Salamah dengan lafal :"Tatkala ayat ini turun, maka&lt;br /&gt;wanita-wanita Ansharpun keluar rumah seakan diatas kepala-kepala mereka&lt;br /&gt;terdapat gagak lantaran pakaian (jilbab) yang mereka kenakan" Kata"Ghurban"&lt;br /&gt;adalah bentuk jamak dari "Ghurab" (gagak). Pakaian (jilbab) mereka&lt;br /&gt;diserupakan dengan burung gagak karena warnanya yang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits diatas dapat difahami bahwa mengenakan jilbab dengan warna gelap&lt;br /&gt;merupakan sunnahnya wanita-wanita shahabiyah dan tentu saja istri-istri Nabi&lt;br /&gt;kita yang mulia. Dalil yang lain adalah Hadits Shahih Riwayat Bukhari yang&lt;br /&gt;dimasukkan oleh Imam Syaukhani dalam kitabul Libas dimana Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu alaihi wassalam memakaikan pakaian warna hitam kepada Ummu Khalid&lt;br /&gt;lengkapnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan dari Ummu Khalid, ia berkata: Beberapa pakaian dibawa kepada Nabi&lt;br /&gt;diantaranya terdapat pakaian berwarna hitam. Lalu Nabi bertanya: Bagaimana&lt;br /&gt;pandanganmu kepada siapa kuberikan pakaian hitam ini?Lalu terdiamlah kaum&lt;br /&gt;itu. Kemudian Nabi bersabda :Bawalah kemari Ummu Khalid, lalu aku dibawa&lt;br /&gt;kepada Nabi , kemudian ia memakaikan pakaian itu kepadaku dengan tangannya&lt;br /&gt;sendiri, dan bersabda:selamat memakai dan semoga cocok! Dua kali. Lalu Nabi&lt;br /&gt;melihat kepada keadaan pakaian itu dan mengisyaratkan tangannya kepadaku&lt;br /&gt;sambli berkata: Ya, Ummu Khalid, ini bagus, ini bagus (sanna dalam bahasa&lt;br /&gt;Habasyah artinya: bagus)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR. Bukhari , Nailul Author, Imam Syaukhani,1/404-405&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya jilbab adalah kain yang dikenakan oleh wanita untuk menyelimuti&lt;br /&gt;tubuhnya diatas pakaian (baju) yang ia kenakan. Ini adalah definisi pendapat&lt;br /&gt;yang paling shahih(yang paling benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam menjelaskan definisi jilbab dikatakan terdapat 7 pendapat yang telah&lt;br /&gt;disebutkan oleh Al-Hafizh dalam kitab beliau "Fathul Bari" (I:336), dan ini&lt;br /&gt;adalah salah satunya. Pendapat ini juga diikuti oleh Imam Al-Baghawi dalam&lt;br /&gt;Tafsirnya (III:544) yang mengatakan:"Jilbab adalah pakaian yang dikenakan&lt;br /&gt;oleh wanita diatas pakaian biasa dan khimar(kerudung)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hazm (III:217) mengatakan:"Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan&lt;br /&gt;oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam adalah pakaian yang menutupi&lt;br /&gt;seluruh badan, bukan hanya sebagiannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi menshahihkannya dalam kitab Tafsirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya jilbab ini dikenakan oleh kaum wanita manakala ia keluar rumah. Ini&lt;br /&gt;seperti yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari &amp;amp; Muslim) dan juga&lt;br /&gt;oleh perawi lainnya dari Ummu 'Athiyah radhiyallahu'anha bahwa ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah shalallahu alaihi wasslam memerintahkan kami agar keluar pada&lt;br /&gt;hari Idul Fitri maupun Idul Adha , baik para gadis yang menginjak akil&lt;br /&gt;baligh, wanita-wanita yang sedang haidh maupun wanita-wanita pingitan.&lt;br /&gt;Wanita-wanita yang haidh tetap meninggalkan shalat namun mereka dapat&lt;br /&gt;menyaksikan kebaikan (mendengarkan nasehat) dan dakwah kaum muslimin. Aku&lt;br /&gt;bertanya: Ya, Rasulullah, salah seorang dari kami ada yang tidak memiliki&lt;br /&gt;jilbab? Beliau menjawab: Kalau begitu hendaklah saudarinya meminjamkan&lt;br /&gt;jilbabnya(agar ia keluar dengan berjilbab)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Shahih mutafaq alaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Anwar Al-Kasymiri dalam kitabnya"Faidhul Bari" (I:388) berkaitan&lt;br /&gt;dengan hadits ini mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dapatlah dimengerti dari hadits ini bahwa jilbab itu dituntut manakala&lt;br /&gt;seorang wanita keluar rumah dan ia tidak boleh keluar jika tidak mengenakan&lt;br /&gt;jilbab"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara beberapa madzhab /pendapat yang mengatakan berkenaan dengan ayat&lt;br /&gt;tersebut diantaranya ada yang mengatakan bahwa pada dasarnya jilbab itu&lt;br /&gt;tidak diperintahkan manakala orang-orang fasik sedang tidak lagi mengganggu,&lt;br /&gt;atau tatkala sudah hilang illat(sebab/alasan). Jika sebab ini sudah hilang,&lt;br /&gt;maka hilanglah pula ma'lul (akibatnya). Salah satunya adalah seperti yang&lt;br /&gt;ditulis dalam buku "Al-Qur'an dan Wanita ) hal:59:&lt;br /&gt;"Kami perlu mengingatkan riwayat-riwayat yang disebutkan berkenaan dengan&lt;br /&gt;keberadaan ayat surat Al-Ahzab, bahwa pakaian wanita-wanita merdeka maupun&lt;br /&gt;budak dahulunya sama. Lantas orang-orang fasik mengganggu mereka tanpa&lt;br /&gt;pandang dulu. Kemudian turunlah ayat ini yang membedakan pakaian bagi&lt;br /&gt;wanita-wanita merdeka agar mereka dapat dikenal sehingga tidak diganggu&lt;br /&gt;oleh orang-orang fasik itu. Dengan kata lain, persoalannya atau kepentingan&lt;br /&gt;darurat pada masa tertentu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syaikh Albani berkata): seakan-akan ia ingin mengatakan: Sekarang ini sudah&lt;br /&gt;tidak ada lagi kepentingan untuk mengenakan jilbab, karena sudah hilang&lt;br /&gt;penyebabnya. Menurutnya dengan lenyapnya perbudakan dan kaum wanita sekarang&lt;br /&gt;ini sudah merdeka seluruhnya! Perhatikanlah bagaimana kejahilan mengenai&lt;br /&gt;sebagian riwayat itu dapat berakibat hilangnya perintah Al-Qur'an dan juga&lt;br /&gt;perintah Nabi sebagimana hadits Ummu Athiyah diatas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika memakai jilbab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah saya janjikan diatas mengenai syarat dalam memakai&lt;br /&gt;jilbab yang harus dipenuhi oleh seorang wanita muslimah agar jilbabnya&lt;br /&gt;diterima Allah subhanahuwata'ala maka wajib untuk memperhatikan hal-hal&lt;br /&gt;berikut ini.Yang dimana Syaikh Albani mengatakan dalam bukunya Jilbab Wanita&lt;br /&gt;Muslimah hal :45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, Sunnah Nabi dan atsar-atsar&lt;br /&gt;Salaf dalam maslah yang penting ini memberikan jawaban kepada kami bahwa&lt;br /&gt;seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutup seluruh anggota&lt;br /&gt;badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya kecuali wajah dan dua&lt;br /&gt;telapak tangannya (bercadar lebih utama bila mau) maka ia harus menggunakan&lt;br /&gt;pakaian yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutupi seluruh tubuh selain muka dan telapak tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah dibahas diatas tentang penafsiran surat An-Nuur ayat&lt;br /&gt;31 dan Al-Ahzaab ayat 59 tentang keharusan menutupi seluruh tubuhnya dengan&lt;br /&gt;jilbab maka akan saya jelaskan beberapa tambahan secara terperinci&lt;br /&gt;diantaranya Firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah mereka itu memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang&lt;br /&gt;mereka sembunyikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla (II:216) mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan nash bahwa kedua kaki dan betis itu termasuk anggota tubuh&lt;br /&gt;yang harus disembunyikan (ditutup) dan tidak halal untuk ditampakkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari As-Sunnah, hal ini dikuatkan oleh hadist Ibnu Umar bahwa ia&lt;br /&gt;berkata: Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menghela pakaiannya lantaran angkuh, maka Allah tidak akan sudi&lt;br /&gt;melihatnya pada hari kiamat. Lantas Ummu Salamah bertanya:"Lalu, bagaimana&lt;br /&gt;yang mesti dilakukan oleh kaum wanita denngan bagian ujung pakaiannya?&lt;br /&gt;Beliau menjawa: hendaklah mereka menurunkan satu jengkal!Ummu Salamah&lt;br /&gt;berkata:Kalau begitu telapak kaki mereka terbuka jadinya. Lalu Nabi bersabda&lt;br /&gt;lagi:Kalau begitu hendaklah mereka menurunkan satu hasta dan jangan lebih&lt;br /&gt;dari itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR.Tirmidzi (III/47) At-Tirmidzi berkata hadits ini Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi&lt;br /&gt;sesuatu yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal&lt;br /&gt;ini dikuatkan oleh Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang&lt;br /&gt;jahiliyah yang dahulu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga berdasarkan sabda Nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada 3 golongan yg tidak akan ditanya (karena mereka sudah termasuk&lt;br /&gt;orang-orang yang binasa atau celaka): Seorang laki-laki yang meninggalkan&lt;br /&gt;jama'ah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka,&lt;br /&gt;seorang budak wanita/laki-laki yang melarikan diri dari tuannya, serta&lt;br /&gt;seorangwanita yang ditinggal pergi oleh suaminya, padahal suaminya telah&lt;br /&gt;mencukupi keperluan duniawinya namun setelah itu ia berhias/bertabarruj&lt;br /&gt;(berhias diluar rumah bukan untuk suaminya )"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR.Hakim (1/119) dan Ahmad (6/19) dari hadits Fadhalah bin Ubaid dengan&lt;br /&gt;sanad shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj adalah perilaku wanita yg menampakkan perhiasan dan kecantikan-nya&lt;br /&gt;serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat&lt;br /&gt;laki-laki (Fathul Bayan 7/274)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan perintah mengenakan jilbab adalah menutup perhiasan&lt;br /&gt;wanita. Dengan demikian tidaklah masuk akal jika jilbab itu sendiri&lt;br /&gt;berfungsi sebagai perhiasan. Seperti kejadian yang sering kita lihat sendiri&lt;br /&gt;yaitu jilbab trendy model masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kainnya harus tebal tidak tipis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali harus tebal. Jika tipis&lt;br /&gt;maka hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan&lt;br /&gt;perhiasan. Sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian tetapi&lt;br /&gt;telanjang. Diatas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Kutuklah&lt;br /&gt;mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum yang terkutuk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ahmad 2/223.Menurut Al-Haitsami rijal Ahmad adalah rijal shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dimaksud Nabi adalah wanita yang mengenakan pakaian tipis, yang dapat&lt;br /&gt;mensifati(menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau&lt;br /&gt;menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya akan tetapi&lt;br /&gt;hakekatnya telanjang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip oleh Imam As-Suyuti dalam Tanwirul Hawalik 3/103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hisyam bin Urwah bahwasanya Al-Mundzir bin Az-Zubair datang dari Iraq,&lt;br /&gt;lalu mengirimkan kepada Asma binti Abu Bakar sebuah pakaian Marwiyah (nama&lt;br /&gt;pakaian terkenal di Iraq) dan Quhiyyah (tenunan tipis dan halus dari&lt;br /&gt;Khurasan). Peristiwa itu terjadi setelah Asma mengalami kebutaan. Asma pun&lt;br /&gt;menyentuh dengan tangannya kemudian berkata:"Cis! Kembalikan pakaian ini&lt;br /&gt;kepadanya!" Al-Mundzir merasa keberatan lalu berkata:"Duhai Bunda,&lt;br /&gt;sesungguhnya pakaian itu tidak tipis!" Ia menjawab : Memang tidak tipis akan&lt;br /&gt;tetapi ia dapat menggambarkan lekuk tubuh !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikeluarkan oleh Ibnu Saad (8/184) isnadnya Shahih sampai kepada&lt;br /&gt;Al-Mundzir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus Longgar, Tidak Ketat, Sehingga tidak Dapat Menggambarkan&lt;br /&gt;Sesuatu Dari Tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tujuan dari mengenakan pakaian adalah untuk menghilangkan fitnah.&lt;br /&gt;Dan, itu tidak mungkin terwujud kecuali pakaian yang dikenakan oleh wanita&lt;br /&gt;itu harus longgar dan luas. Jika pakaian itu ketat, meskipun dapat menutupi&lt;br /&gt;warna kulit, maka tetap dapat menggambarkan bentuk tubuh atau lekuk&lt;br /&gt;tubuhnya, atau sebagian dari tubuhnya pada pandangan mata kaum laki-laki.&lt;br /&gt;Kalau demikian halnya maka sudah pasti akan menimbulkan kerusakan dan&lt;br /&gt;mengundang kemaksiatan bagi kaum laki-laki. Dengan demikian, pakaian wanita&lt;br /&gt;itu harus longgar dan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid pernah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah memberiku baju Qubthiiyyah yang tebal (biasanya baju Qubthiyyah&lt;br /&gt;itu tipis) yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada&lt;br /&gt;beliau. Baju itupun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku&lt;br /&gt;:Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qutbiyyah ? aku menjawab: Aku pakaikan&lt;br /&gt;baju itu pada istriku.Nabi lalu bersabda:Perintahkanlah ia agar mengenakan&lt;br /&gt;baju dalam di balik Qubthiyyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa&lt;br /&gt;menggambarkan bentuk tulangnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikeluarkan oleh Ad-Dhiya'Al-Maqdisi dalam kitab Al-Hadits Al-Mukhtarah&lt;br /&gt;1/441 Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ummu Ja'far binti Muhammad bin Ja'far bahwasanya Fatimah&lt;br /&gt;binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Asma! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan kaum wanita&lt;br /&gt;yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya. Asma berkata:Wahai&lt;br /&gt;putri Rasulullah! Maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku&lt;br /&gt;lihat di negeri Habasyah? Lalu Asma memabwakan beberapa pelepah daun kurma&lt;br /&gt;yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah&lt;br /&gt;pun berkomentar:Betapa baiknya dan eloknya baju ini, sehingga wanita dapat&lt;br /&gt;dikenali(dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah&lt;br /&gt;mati, maka mandikanlah aku wahai Asma bersama Ali (dengan pakaian penutup&lt;br /&gt;seperti itu) dan jangan ada seorangpun yang menengokku ! tatkala Fatimah&lt;br /&gt;meninggal dunia maka Ali bersama Asma yang memandikannya sebagaimana yang&lt;br /&gt;dipesankan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dikeluarkan oleh Abu Nuaim dalam kitab Al-Hilyah 2/43 dan ini adalah&lt;br /&gt;konteksnya diriwayatkan pula oleh Al-Baihaqi.Ada riwayat dengan lafal lain&lt;br /&gt;dari Asma dikeluarkan oleh At-Tabrani dalam Al-Ausath bahwasanya putri&lt;br /&gt;Rasulullah meninggal dunia. Mereka dalam membawa mayat laki-laki maupun&lt;br /&gt;perempuan sama saja diatas dipan. Lalu Asma berkata: Ya, rasulullah Saya&lt;br /&gt;pernah tinggal dinegeri Habasyah dimana penduduknya adalah nashara ahlul&lt;br /&gt;kitab. Mereka membuatkan tandu jenazah untuk mayat perempuan, karena mereka&lt;br /&gt;benci bilamana ada bagian dari tubuh wanita itu yang tergambarkan.Bolehkah&lt;br /&gt;aku membuatkan tandu semisal itu untukmu? Beliau menjawab: buatkanlah! Asma&lt;br /&gt;adalah orang yg pertama kali membuat tandu jenazah dalam islam yang&lt;br /&gt;mula-mula diperuntukkan buat Ruqayyah putri Rasulullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah sikap Fatimah yang merupakan bagian dari tulang&lt;br /&gt;rusuk Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat&lt;br /&gt;mensifati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati,&lt;br /&gt;apalagi jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih hidup tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah&lt;br /&gt;kaum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat&lt;br /&gt;menggambarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota bada mereka yang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan&lt;br /&gt;bertaubat kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nya serta mengingat selalu akan sabda Nabi shalallahu alaihi&lt;br /&gt;wassalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Perasaan malu dan iman itu keduanya selalu bertalian. Manakala&lt;br /&gt;salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satunya lenyap, maka lenyaplah pula yang satunya lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Mustadraknya dari Abdullah bin&lt;br /&gt;Umar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Al-Haitsami dalam Al-Majma III:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak Diberi Wewangian atau Parfum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasanya ia berkta Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki&lt;br /&gt;agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR.An-Nasai II:38,Abu dawud II:92, At-Tirmidzi IV:17, At-Tirmidzi&lt;br /&gt;menyatakan hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasanya Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju&lt;br /&gt;masjid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka janganlah sekali-kali mendekatinya dengan memakai parfum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Muslim dan dalam Ash-shahihah 1094)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar&lt;br /&gt;menuju masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa hukumnya bagi yang keluar menuju pasar atau tempat&lt;br /&gt;keramaian lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nya? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan&lt;br /&gt;lebih besar dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nya. Al-Haitsami dalam kita Az-Zawajir II:37 mengatakan bahwa&lt;br /&gt;keluarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang wanita dari rumahnya dengan memakai parfum dan berhias&lt;br /&gt;adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk dosa besar walaupun sang suami mengijinkannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru bin Ash dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah melihat saya mengenakan dua buah kain yang dicelup dengan warna&lt;br /&gt;ushfur, maka beliau bersabda: Sungguh ini merupakan pakaian orang-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang kafir maka jangan memakainya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Muslim 6/144, hadits Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah Rasulullah telah memberikan rambu-rambu yang&lt;br /&gt;harus ditaati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummatnya khususnya wanita muslimah. Mudah-mudahan Allah&lt;br /&gt;memberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidayah-Nya kepada kita untuk mampu melaksanakan apa yang&lt;br /&gt;diperintahkanNya.Amin.&lt;br /&gt;Wallahu'alam bishawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: "Taufik Hidayat"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112715930305526099?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112715930305526099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112715930305526099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715930305526099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715930305526099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/aurat-dan-jilbab.html' title='Aurat dan Jilbab'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112715808450204733</id><published>2005-09-19T12:04:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T04:57:00.690-07:00</updated><title type='text'>Jilbab Yang Membebaskan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Jilbab Yang Membebaskan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Dina Sulaeman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 4 Juni 2003 yang lalu, website Jaringan Islam Liberal memuat sebuah tulisan mengenai jilbab yang berjudul Kritik Atas Jilbab yang ditulis oleh Nong Darol Mahmada. Berikut ini, kami sarikan beberapa poin penting dari tulisan Nong Darol Mahmada tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nong Darol Mahamada memulai tulisannya dengan pertanyaan "Benarkah jilbab itu adalah syariat Islam?" Kemudian, dengan menelaah buku "Kritik Atas Jilbab" karya Muhammad Said Al-Asymawi yang diterbitkan oleh JIL bulan April 2003, Nong Darol menemukan jawabannya, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya konsep hijab bukanlah milik Islam. Dalam kitab Taurat, Injil, bahkan sebelum munculnya agama-agama Samawi, (seperti zaman Asyria), tradisi penggunaan jilbab sudah dikenal. Pelembagaan hijab dalam Islam didasarkan pada ayat 24 Surat An-Nur. Menurut Nong, kalimat dalam ayat itu "hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya" adalah merupakan reaksi dari tradisi pakaian perempuan Arab jahiliah karena menurut tafsir Ibnu Katsir, perempuan zaman jahiliah biasa memperlihatkan lehernya. Artinya, ayat jilbab di atas bersifat kondisional."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dengan mengutip Abu Syuqqah, Nong menulis bahwa kalimat "yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal" dalam ayat 33:59, menunjukkan bahwa maksudnya, penggunaan jilbab adalah untuk membedakan perempuan merdeka dan perempuan budak. Bahkan lebih jauh lagi, Nong mengomentari bahwa ayat ini menunjukkan ambiguitas Islam dalam melihat posisi budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tanggapan atas tulisan Nong Darol Mahmada tersebut. Tulisan ini sudah pernah dikirim ke website JIL, namun hingga kini tidak pernah dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, saya tidak (atau belum) bisa mendapatkan buku "Kritik Atas Jilbab" yang ditulis M.Said Al-Asymawi. Namun, membaca tulisan Nong Darol Mahmada yang diakuinya berdasarkan pengalaman subyektifnya, saya jadi tergelitik untuk berbagi pengalaman subyektif saya sendiri. Dan mungkin, pengalaman ini cukup menarik dibaca karena saya sudah empat tahun hidup di Iran, sebuah negeri yang, kesannya, "serba hitam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya datang ke Iran empat tahun yang lalu, saya bertanya-tanya, apakah saya akan diwajibkan ber-chadur (kain hitam yang diselubungkan di seluruh tubuh kecuali muka)? Ternyata benar, semasa saya belajar bahasa Parsi di Int'l Univ. Of Imam Khomeini, kami-kami mahasiswa asing, apapun agama dan mazhabnya, wajib ber-chadur. Baru sebulan belajar, ada beberapa mahasiswa Kristen asal Afrika mempelopori surat protes atas kewajiban pemakaian chadur terhadap mahasiswa asing. Alasannya, wong orang Iran saja tidak wajib ber-chadur mengapa mahasiswi asing diwajibkan? Akhirnya, kami dibebaskan dari chadur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lulus kuliah bahasa Parsi, saya pindah ke Tehran University, saya kembali diikat oleh kewajiban ber-chadur ini. Saya masuk fakultas teologi dan semua mahasiswi teologi wajib ber-chadur. Sebagian mahasiswi Iran dengan patuh mengenakan chadur di lingkungan kampus, tapi, di luar kampus, chadur-nya dilepas dan dimasukkan ke tas (dan ini pun terkadang saya lakukan karena saya merasa ribeut ber-chadur). Chadur memang tidak diwajibkan oleh pemerintah Iran, yang wajib adalah berjilbab. Semua perempuan di atas sembilan tahun, apapun agamanya, apapun warga negaranya, yang berada di Iran harus mengenakan jilbab bila keluar rumah. Inipun, akhir-akhir ini tidak begitu dipatuhi lagi oleh banyak perempuan Iran (khususnya di Teheran). Sebagian dari mereka kini lebih suka mengenakan jilbab ala Mbak Tutut, artinya sebagian rambutnya tetap terlihat. Mode baju yang semakin ketat juga mulai meraja-lela, sampai-sampai akhir-akhir ini pemerintah mengadakan razia ke toko-toko baju dan menyita baju-baju yang dianggap tidak sesuai syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, Iran memang tidak bisa dijadikan contoh sebagai negara yang secara praktis-- benar-benar ketat menerapkan aturan hijab. Tapi, ada satu bukti tak terbantahkan yang berhasil ditunjukkan Iran, yaitu: jilbab dihadirkan bukan untuk mengekang perempuan. Apa buktinya? Di Iran, semua lapangan pekerjaan bisa dipegang oleh perempuan, mulai dari wakil presiden (menjadi presiden memang belum pernah terjadi, meskipun dibenarkan oleh undang-undang), pilot, insinyur, dokter, sopir taksi, petani, penyanyi, olahragawan, dan bintang film. Jangan bayangkan bahwa film Iran berkisar pada tema-tema religius atau diperankan anak-anak melulu sebagaimana beberapa film pemenang festival yang pernah diputar di Indonesia. Tema film apapun, termasuk kisah cinta ala Rano Karno dan Yessi Gusman bisa dibuat di Iran dengan bintang film berjilbab atau ber-chadur sekalipun. Tentu saja adegan pelukan dan ciuman antar bintang film tidak dilakukan, tapi itu sama sekali tidak mengurangi keseruan kecuali kalau niat kita menonton film adalah menyaksikan adegan-adegan panas demi memuaskan nafsu syahwat. Pada Asian Games di Busan yang lalu, seorang perempuan Iran lengkap dengan jilbabnya berhasil meraih medali perunggu taekwondo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kalimat yang ditulis Nong "Bila jilbab itu wajib dipakai perempuan, dampaknya akan besar...Implikasinya, perempuan tidak bisa melakukan apa-apa sebagai manusia yang diciptakan Allah karena serba manusia." jelas bertentangan dengan realitas di sebuah negara yang jilbab bukan saja dianggap sebagai kewajiban agama, tetapi juga diwajibkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam logika Murtadha Muthahhari (di bukunya "Hak-Hak Wanita dalam Islam"), bila perempuan diwajibkan oleh Islam untuk berkurung diri di rumah, tidak perlu ada aturan berjilbab. Buat apa? Toh yang melihat si perempuan hanya suaminya sendiri atau ayahnya. Jilbab itu justru dipakai bila perempuan akan keluar rumah. Artinya, wajib jilbab berarti 'wajib' keluar rumah dan wajib beraktivitas untuk memaksimalkan potensi kemanusiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila diskusi ini diteruskan dari poin ini, mungkin akan melebar ke mana-mana. Perkenankan saya agak "meng-ilmiahkan" tulisan saya ini. Namun, saya tidak mau bersusah payah adu argumentasi ayat Quran atau hadis (atau, sejujurnya, saya sedang malas membuka-buka buku-buku agama). Bisa dianalogikan dengan orang Islam dan Kristen saling beradu argumen tentang kebenaran agamanya masing-masing. Si Muslim menyodorkan ayat-ayat Quran sebagai argumennya, sementara si Kristen menyodorkan ayat-ayat Injilnya. Jelas tidak akan ada titik temu. Kalimat terakhir mereka akan berbunyi: bagimu agamamu, bagiku agamaku. Diskusi antara mereka berdua hanya bisa mencapai titik temu bila alat yang dipakainya adalah alat yang universal, dimiliki semua orang dari semua agama, yaitu akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya ini pun hanya akan memberikan argumentasi mantiqi (logika, akal). Karena, mungkin saya dan Nong, meskipun sama-sama muslim, tidak sepakat dalam masalah teologis, masalah penafsiran ayat, hadis, sumber-sumber hadis mana yang bisa dipercaya, dan sejenisnya. Jadi, tidak ada gunanya berdebat dari sudut ini. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis pertama yang harus sama-sama diakui ketika kita ingin membicarakan masalah jilbab adalah apakah Islam itu agama hukum (syariat) atau bukan? Artinya, apakah kita mengakui Islam itu adalah agama dengan seperangkat aturan hukum atau tidak? Bila tidak, jilbab malah sama sekali tidak perlu dibahas. Buat apa? Ketika kita menganggap bahwa ayat-ayat Al-Quran tidak bisa dijadikan landasan utama batasan atau hukum atau dalam istilah Ulil Abshar-Abdalla dalam artikelnya Agama, Akal, dan Kebebasan, wahyu hanyalah sekedar "...membawa suatu wawasan tertentu mengenai yang baik dan yang jahat. Wahyu dapat mengangkat derajat akal manusia ke tingkat yang lebih tinggi dan bermutu untuk dapat lebih memahami batas-batas. "adalah non-sense membicarakan aspek-aspek hukum dalam Islam. Artinya, sah-sah saja bila kita menafikan semua aturan yang (dianggap) ada dalam Islam. Tidak perlu kita capek-capek sholat lima kali sehari semalam bila kita tidak meyakini adanya syariat itu. Tidak perlu takut dianggap kafir, karena istilah kafir itupun akan menjadi bias dalam konteks ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murtadha Muthhari dalam bukunya Keadilan Tuhan menulis bahwa orang yang tidak kenal Tuhan sekalipun bisa masuk surga bila memang orang itu telah mengerahkan segala daya upayanya untuk menemukan Tuhan, tapi tetap tak bertemu dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sudah menyepakati bahwa Islam adalah agama yang memberikan segenap aturan yang berupa syariat, mana yang boleh, mana yang tidak, (dengan pembahasan filosofis yang panjang, dan saya kira amat dangkal bila disimpulkan O...kalau begitu, Islam itu hanya buat keledai, yang harus diatur-atur, dikasih tahu mana yang benar, mana yang salah), kita bisa melangkah ke premis kedua, bagaimana proses tasyri' (penetapan hukum) terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses tasyri' dalam masalah ibadah (misalnya, mengapa haji harus mengelilingi Ka'bah) terjadi ringkasnya secara arbitrer alias: suka suka Tuhan, Dia yang menentukan. Tapi, proses tasyri dalam masalah sosial selalu bersifat kontekstual (dan masuk akalnya memang seharusnya begitu). Proses ini bisa saja berupa imdha (pengukuhan—budaya yang ada memang sesuai dengan prinsip islam lalu diadopsi dan ditetapkan sebagai hukum Islam) atau sebaliknya, berupa rad (penolakan). Seluruh fenomena budaya direspons secara proaktif oleh hukum Islam (kadang-kadang hukum yang muncul melebar melebihi keperluan temporer). Justru inilah yang menjadi salah satu ciri progresivitas hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ayat jilbab (QS 33:59) memang kontekstual. Bisa dicatat di sini, artinya, mengenakan jilbab bukan berasal dari budaya orang Arab, tapi, justru Islam yang memerintahkan kepada perempuan Arab saat itu untuk mengubah cara berpakaiannya. Nah, di sinilah proses tasyri'Islam terjadi. Ketika sudah ditetapkan, maka akan menjadi hukum abadi, tidak peduli bagaimana asalnya dan bagaimana konteksnya ketika diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita membantah proses ini, pada saat yang sama akan terbantah pula seluruh proses tasyri' yang lain dalam bangunan Islam. Misalnya dalam budaya Arab Jahiliah, anak angkat tidak ada bedanya dengan anak kandung. Tuhan memberikan respon syari dengan memerintahkan Rasul menikahi Zainab binti Jahsy, mantan istri anak angkatnya. Dengan demikian terjadi aturan syari baru bahwa anak angkat tetaplah anak angkat, yang bukan muhrim dan tidak berhak dimasukkan dalam pembagian warisan mendapatkan warisan (tentu saja, berhak mendapat hibah harta dari orang tua angkatnya hibah berbeda aturannya dengan waris). Atau, kaum Arab Jahiliah dulu tidak punya aturan dalam menikah (boleh berapa saja), Islam memberi aturan, maksimal empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pernyataan Mernisi yang dikutip Nong bisa dijawab So, what?. Nong menulis, Seperti yang dikemukakan Fatima Mernisi dalam buku Wanita dalam Islam, dalam masa-masa awal kehidupan Islam, ruang yang diciptakan Nabi sepertinya tidak ada dikotomi antara ruang privat Nabi dan isteri-isterinya dengan kaum muslimin lainnya. QS 33:53 menegaskan akan ruang privat Nabi dan isteri-isterinya yang berarti diduga sebelumnya tidak dikotomi publik dan privat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, so what? Memang mungkin, sebelum Islam datang, tidak ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan dalam interaksi publik maupun privat. Lalu? Ketika kita memeluk agama Islam, apa itu artinya kita bersedia mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan setelah Islam turun atau lebih memilih melaksanakan kebiasaan sebelum Islam turun? Jangankan soal agama, ketika kita bekerja di sebuah instansi, kita harus mau mematuhi peraturan-peraturan di instansi itu, bila tidak, direktur pasti bilang, Silahkan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tergelitik juga untuk mengomentari pendapat Nong tentang ayat jilbab (QS 33:59). Nong menulis: ... Inilah yang dipahami bersifat elitis dan diskriminatif. Karena dengan ayat ini, ingin membedakan status perempuan dengan budak. Di sini dapat dilihat ambiguitas Islam dalam melihat posisi budak. Satu sisi ingin menghancurkan perbudakan, di sisi lain masih mempertahankannya dalam strata masyarakat Islm misalnya dalam perbedaan pakaian di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, Nong bukanlah ahli tafsir dalam keilmuan konvensional Islam, yang berhak menjadi penafsir Al Quran haruslah orang yang sudah menguasai berbagai cabang keilmuan Islam, bukan sekedar paham bahasa Arab begitu pula saya. Tapi, karena dalam wacana Islib sepertinya semua orang berhak menafsirkan ayat Quran sesuai pemahamannya sendiri, saya pun tidak mau ketinggalan memberikan kemungkinan penafsiran menurut versi saya sendiri, dengan basis logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sebagaimana saya sebutkan di atas, syariat Islam memang responsif terhadap kondisi masyarakat. Di zaman jahiliah, yang namanya budak itu dikuasai sepenuhnya, jiwa dan raga oleh tuannya. Islam hadir dengan seruan memerdekakan budak, atau bila tidak, izinkan budakmu untuk memeluk keyakinannya sendiri. Tenaga si budak memang milik tuannya, tapi jiwa dan nuraninya adalah miliknya sendiri. Bahkan, dalam hukum waris disebutkan, bila si tuan tidak punya ahli waris (dan disebutkan perinciannya,siapa saja yang berhak menjadi ahli waris), maka warisan itu akan jatuh ke tangan budaknya yang digunakannya untuk memerdekakan dirinya. Walhasil, saya menolak adanya kesan ambigu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bila ayat jilbab boleh ditafsirkan sebagai pembeda antara budak dengan orang merdeka, berarti boleh pula ditafsirkan dengan cara lain, misalnya Lho... maksudnya, bukan membedakan antara budak dengan merdeka, (toh ayat itu sama sekali tidak menyebut kata budak, berarti sah-sah saja, dong, saya memberikan kemungkinan penafsiran yang lain) tapi, membedakan antara yang muslim dengan yang bukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sampai di sini perdebatan akan dilanjutkan dengan argumen Nong bahwa penafsiran ayat itu berasal dari ahli tafsir Abu Syuqqah. Masalahnya, saya tidak mengakui kevalidan Abu Syuqqah, sebagaimana mungkin Nong tidak akan mau mengakui kevalidan Muhsin Qiraati, misalnya, seorang ahli tafsir kontemporer Iran yang sangat saya akui kehebatannya. Jadi, terpaksa kita kembali ke fasilitas universal yang sudah disediakan Tuhan untuk semua umat manusia, yaitu akal dan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, penafsiran Nong tentang ayat itu bisa saya simpulkan sebagai berikut: kaum perempuan Jahiliah punya kebiasaan pakai kain di kepala tapi tidak ditutupkan ke dadanya (ini juga diakui oleh Murtadha Muthahhari yang mengutip catatan sejarah Will Durrant Sejarah Peradaban). Berarti, ayat yang berbunyi ''hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya'' adalah perintah bagi mereka itu yang memang asalnya sudah mengenakan kain di kepalanya. Kesimpulannya, perintah jilbab bukan untuk semua muslimah sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen bantahan untuk ini, bisa dari dua sisi. Pertama, dalam ilmu ushul (yurisprudensi Islam), ada pembahasan khusus tentang redaksi hukum dan ini amat berkaitan dengan logika. Misalnya, dalam Al-Quran hanya disebutkan Wa la taquuluu lahuma uffin janganlah berkata uff(kepada orangtuamu). Logikanya, kalau berkata uff saja tidak boleh, apalagi memaki, memukul, atau menelantarkan orangtua. Dari sudut pandang ini, sangat masuk akal bila ayat-ayat Quran seringkali hanya berupa isyarat hukum dan tidak terperinci. Adalah sangat tidak masuk akal bila sebuah undang-undang dasar harus memuat segala aturan secara detil dan terperinci, karena pasti akan memakan ribuan atau puluhan ribu halaman. Berarti, masuk akal pula bila dalam ilmu Islam puluhan ribu buku telah ditulis dan akan terus ditulis untuk menafsirkan Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan jilbab, bila diperintahkan untuk mengulurkan kain (yang semula sudah melekat di kepala) ke dada, logikanya, mengenakan kain jilbab (yang tadinya sama sekali tidak ada di kepala) lebih wajib lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen kedua, Nong (atau siapa saja yang menganggap jilbab tidak wajib dalam Islam) berdalil bahwa perintah itu adalah untuk 'mereka', bukan kamu (meskipun, selengkapnya ayat ini berbunyi, "Hai Nabi, katakanlah kepada istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal dan tidakdiganggu dan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." artinya, yang dimaksud dengan mereka itu sudah amat eksplisit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu tafsir Quran, kita bisa pelajari bahwa kata perintah dalam Quran tidak selalu menggunakan kata ganti kedua (kamu) atau dhamir mukhatab, melainkan kadang-kadang dipakai juga kata ganti orang ketiga (dhamir ghaib). Jika perintah dalam Al-Quran harus menggunakan dhamir yang jelas, baru dianggap berterima, maka banyak sekali perintah dalam Quran yang tertolak. Contoh gampangnya, qul huwallahu ahad. (Katakanlah [hai Nabi] bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.) Bisa saja kita berdalih, Lho...yang disuruh berkata bahwa tidak ada tuhan selain Allah itu cuma Nabi kok, bukan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Hajj ayat 29 juga bisa dipakai sebagai bukti bahwa perintah Tuhan tidak selalu menggunakan kata ganti orang kedua. Walyatawwafuu bil baitil atiiq (dan hendaklah mereka bertawaf di sekitar Ka'bah). Artinya, ada hukum bahwa dalam haji, bertawaf itu bukan di dalam Kabah, tapi mengelilingi Ka'bah. Perintah itu bukan buat mereka saja, tapi, seluruh umat Islam sampai hari ini tidak ada yang bertawaf di dalam Kabah, melainkan mengelilingi Kabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, bisa disimpulkan bahwa perintah jilbab itu bukan hanya buat mereka tetapi juga buat kamu, yaitu muslimah sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, mungkin kita bisa menyepakati bahwa memahami syariat tidaklah semudah membaca satu buku saja. Banyak cabang ilmu yang harus dijadikan pertimbangan. Karena itu, bila perdebatan ini dilanjutkan pada pertanyaan, Yang jadi masalah, manakah yang kita akui sebagai syariat, mana yang bukan? Mana yang benar-benar diturunkan Tuhan, mana yang di-institutionalized oleh sebagian ulama picik?, ada sederet proposisi yang harus disepakati dulu. Bila proposisi-proposisi itu tidak disepakati, hasilnya adalah debat kusir yang tidak akan berujung kemana-mana. Di antara proposisi-proposisi tersebut adalah: mana yang diakui sebagai sumber hukum dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang akan menjawab: Quran, sunnah, ijma, qiyas. Sebagian akan menolak sunnah, sebagian malah mungkin menolak Quran itu sendiri. Yang saya pelajari di Iran, sumber hukum itu ada empat, yaitu Quran, dua sunnah, yaitu sunnah Nabi (tapi itupun dengan batasan-batasan tersendiri versi Syiah yang jelas berbeda dengan mazhab lainnya) dan sunnah 12 Imam (12 keturunan Rasul), ijma (dengan batasan bahwa yang dimaksud ijma adalah kesepatan para ulama tentang apa yang terkandung dalam Quran dan Sunnah, bukan kesepakatan arbitrer di antara para ulama), dan akal (juga dalam pengertian yang khas, yaitu berbagai kaidah akal untuk memahami logika hukum, bukannya pendapat akal an sich). Untuk memutusan mana syariat, mana yang bukan, semua fasilitas itu harus dikuasai (dan itu artinya sebuah proses belajar puluhan tahun dan “menelan” ribuan buku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mazhab Syiah, kesulitan ini teratasi dengan konsep taklid, artinya, orang-orang yang memang tidak berkesempatan (atau tidak mampu) mempelajari semua itu, diwajibkan untuk patuh kepada kata-kata para ulama yang memang sudah diakui oleh civitas akademi keilmuan Islam sebagai ulama tingkat tinggi yang sudah boleh ditaklidi. Dan, proses penetapan syariat itu hingga kini terus berjalan karena dalam mazhab ini, pintu ijtihad tidak dinyatakan tertutup. Hal ini jelas lebih masuk akal karena zaman berputar dan banyak masalah-masalah baru yang timbul, misalnya bolehkah kloning pada manusia, dll?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apapun mazhab saya (saya tidak ingin dianggap mempropagandakan Syiah), tapi, inilah yang menurut saya jalan keluar terbaik dan cenderung mengurangi perbedaan pendapat di antara umat. Masuk akal karena, bila semua orang sibuk mempelajari agama, siapa yang harus jadi dokter, insinyur, tukang becak, tukang bangunan, presiden, politikus, dll? Karena itulah, di Iran, saya lihat orang cenderung tidak pusing-pusing soal fiqih. Bila dia ber-taklid pada Ayatullah Sistani, misalnya, (ulama besar yang juga ditaklidi sebagian besar umat Syiah Irak), dia akan membuka buku petunjuk fiqih yang ditulis oleh sang Ayatullah (atau, menelpon langsung ke kantor perwakilan sang Ayatullah) dan tidak perlu repot-repot berdebat dengan sesama orang awam atau orang yang sedikit-sedikit tahu agama lalu mengaku sebagai ustadz. Dan, saya pikir ini adalah salah satu yang diberontak oleh islib, bukan? Dunia ini ruwet ketika hampir semua orang merasa berhak memutuskan ini haram, ini halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, bila di Iran kini sebagian perempuan dan beberapa orang yang mengaku ulama menyuarakan agar dibebaskannya kaum perempuan Iran dari jilbab, itu sama sekali tidak bisa dijadikan hujjah (argumen) benar atau tidaknya sebuah negara mewajibkan pemakaian jilbab. Pengalaman subyektif saya yang ingin saya sampaikan terakhir adalah masalah keterbebasan dari mode (dan inilah yang saya angkat sebagai judul tulisan ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, berjilbab di Iran (yang artinya juga mengenakan pakaian panjang dengan warna yang gelap atau minimalnya kalem) saya lihat justru membebaskan kaum perempuan dari mode. Pergi kuliah atau ke kantor memakai baju dan jilbab yang itu itu selama bertahun-tahun bukanlah aib atau aneh. Tidak ada yang peduli. Bahkan, bila seorang perempuan ber-chadur, dia akan lebih merdeka lagi dari yang namanya mode. Mau pakai pakaian apapun tidak akan terlihat orang. Tapi, fitrah perempuan pun bukannya hilang. Berdandan adalah fitrah perempuan. Kompensasinya, perempuan Iran cenderung berpakaian cantik dan seksi di rumah. Hasilnya, secara sosial kaum laki-laki (terutama yang belum menikah) terbebas dari siksaan batin menonton keindahan tubuh perempuan yang tidak bisa dia jamah, kaum perempuan tidak perlu sibuk-sibuk berdandan ketika akan keluar rumah, dan di rumah, suami-suami disuguhi istri dengan pakaian seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan sendiri kemerdekaan berpakaian seperti ini. Tidak ada yang peduli saya pakai apa, atau bila saya pakai baju dan jilbab yang sama selama tiga hari berturut-turut sekalipun. Juga, bila saya pakai baju dan jilbab baru pun, tak ada yang peduli, karena ketiadaan mode membuat orang sulit mengenali mana jilbab baru, mana jilbab lama. Menurut saya, inilah satu versi lain dari kebebasan. Tentu, kebebasan seperti ini tidak didapat bila seseorang yang berjilbab pun ingin tetap menarik perhatian orang lain dengan jilbabnya itu. Dan, kebebasan seperti ini jelas tidak didapatkan oleh mereka yang tidak berjilbab, yang tiap saat harus pusing dengan penampilan dan model (atau minimalnya, kerapihan) rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehran, Akhir Musim Semi, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah karyawati IRIB (Islamic Republic of Iran Broadcasting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Karena saya 99,9% yakin bahwa tulisan ini tidak akan dimuat karena isinya melawan main-stream JIL (dan bila prasangka saya ini benar, boleh dong, saya mempertanyakan, se-liberal mana sih Islib itu?), maka 99,9% tujuan saya menulis ini adalah buat Nong Darol Mahmada pribadi. Oleh karena itu, empat kali empat enam belas, muat tak dimuat harap dibahas [bukan dibalas].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112715808450204733?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112715808450204733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112715808450204733' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715808450204733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715808450204733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab-yang-membebaskan.html' title='Jilbab Yang Membebaskan'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-112715598720339406</id><published>2005-09-19T11:50:00.000-07:00</published><updated>2006-04-10T04:55:52.553-07:00</updated><title type='text'>Jilbab Gaul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Jilbab Gaul&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanya : Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb Bapak ustad yang terhormat. 1. Bolehkah saya&lt;br /&gt;menggunakan fasilitas perusahaan ( telepon, motor, dll ) untuk&lt;br /&gt;kepentingan pribadi. 2. Bolehkan saya memakai jilbab dengan gaya gaul (&lt;br /&gt;celana jeans agak ketat , baju lumayan ketat ,jilbab menutup kepala cuma&lt;br /&gt;saya sengaja melihatkan anting 2x dan leher tidak tertutup. Tolong pak&lt;br /&gt;ustad jawabanya (kurang paham terhadap hukum islam ) wassalamualaikum&lt;br /&gt;wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil&lt;br /&gt;mursalin, wa ba`du,&lt;br /&gt;1. Anda boleh menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi&lt;br /&gt;sepanjang hal itu secara umum dibenarkan atau diizinkan oleh pihak&lt;br /&gt;perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perusahaan yang memang memberikan kelonggaran dalam&lt;br /&gt;pemakaian fasilitas ini selama masih dalam batas ambang kewajarannya.&lt;br /&gt;Dan itu menjadi hak karyawan yang dibenarkan meski tidak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau ada aturan yang tegas melarang penggunaannya, sebaiknya&lt;br /&gt;Anda berhati-hati dari menggunakan sesuatu yang bukan hak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari pada sama sekali terbuka, jilbab gaul itu sudah lebih lumayan.&lt;br /&gt;Benarkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal sudah ada niat untuk berjilbab meski mungkin masih bisa&lt;br /&gt;disempurnakan lagi. Dan pada hakikatnya niat itu yang paling penting&lt;br /&gt;sebelum bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi barangkali ada sebagian kalangan yang melecehkan wanita yang pakai&lt;br /&gt;jilbab tapi masih belum memenuhi syarat. Menurut hemat kami, setiap&lt;br /&gt;orang pastilah membutuhkan proses untuk sampai kepada taraf sempurna.&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal berpakaian Islami yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab proses perubahan dari busana kantoran yang cenderung tampil seksi,&lt;br /&gt;terlihat betis, lekuk tubuh dan seronok menjadi pakai jilbab dan menutup&lt;br /&gt;aurat bukanlah hal yang terlalu mudah dilakukan oleh setiap orang.&lt;br /&gt;Paling tidak, seseorang butuh niat kuat untuk itu. Padahal, yang namanya&lt;br /&gt;penampilan bagi seorang wanita adalah hal yang sangat mutlak pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ada salahnya kita beri kesempatan kepada para wanita untuk&lt;br /&gt;melakukan proses perubahan secara perlahan namun pasti dalam urusan&lt;br /&gt;pakaiannya. Sampai pada titik dimana kesadaran itu datang dengan penuh&lt;br /&gt;dan jilbabnya sempurna. Tertutp rapat, tidak membentuk lekuk tubuh,&lt;br /&gt;tidak tipis transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki dan tentu&lt;br /&gt;saja tidak mengundang syahwat dengan penampilan dan aroma mencolok. Dan&lt;br /&gt;yang penting, tidak melenggak lenggok seperti yang digambarkan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tentang penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita butuh proses. Dan proses itu adalah sebuah pergerakan dari&lt;br /&gt;jahiliyah kepada Islam. Berbahagialah mereka yang terus berjalan bersama&lt;br /&gt;proses itu. Dan alangkah sedihnya melihat mereka yang berhenti di tengah&lt;br /&gt;jalan, mandek dan mogok dalam proses itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------&lt;br /&gt;www.syariahonline.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-112715598720339406?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/112715598720339406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=112715598720339406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715598720339406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/112715598720339406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/09/jilbab-gaul.html' title='Jilbab Gaul'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-110789383266332102</id><published>2005-02-08T13:09:00.000-08:00</published><updated>2006-04-10T04:54:17.486-07:00</updated><title type='text'>Jilbab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;J i l b a b&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad Shaleh Otsaimin&lt;br /&gt;Syeikh Abdullah Jarallah Al-Jarallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih bahasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Othman Moh. Makki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya agama Islam memerintahkan setiap orang muslim agar mencintai saudaranya bagaikan mencintai dirinya sendiri, kemudian menghindarkan mereka dari keburukan sebagaimana ia menghindarkan diri daripadanya, nasehat menasehati demi mentaati kebenaran yang telah didatangkan dari Allah dan RasulNya, baik itu berupa perintah maupun larangan, dengan hati rela mematuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat agama Islam dan kaum Jahiliyah membenci bayi wanita, bahkan tega buah hati sendiri dikubur hidup-hidup, tidak memberikan harta warisan kepada wanita, terkadang mempusakai wanita bagaikan harta yang lain dengan jalan paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah serta RasulNya melarang perbuatan keji tersebut, menjaga dan mengangkat derajat wanita bagaikan mutiara berharga, dengan memberi hak-haknya sebagaimana agama menghormati dan memberi hak-hak orang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kesucian masyarakat, serta demi keutuhan dan kehormatan seorang muslimah dari kemaksiatan dan dari kecerobohan orang jahil, maka Islam menganjurkan perkawinan dan mengharamkan perbuatan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini beberapa ringkasan akibat dari maksiat berzina :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terkumpulnya bermacam-macam keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merusak kehormatan pribadi dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyebaran beberapa penyakit menular yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengganggu ketentraman rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperbanyak perceraian serta perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengguguran kandungan yang tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mewujudkan anak malang tak berorang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pendapatan waris di luar garis syara, karena ia adalah anak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pezina bermuka muram, disisikan oleh masyarakat dianggap sebagai penghianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengurangi keimanan di saat berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bagi pezina gadis / jejaka hukumannya dengan seratus pukulan cambuk berikut di asingkan dari negerinya selama setahun, dan hukum rajam (dilempar dengan batu) hingga mati bagi yang telah kawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Penjerumusan diri ke api Neraka yang beratap sempit dan bawahnya luas (hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang telah diharamkan oleh agama, misalkan saja: maksiat berzina, maka perbuatan atau usaha yang menuju ke maksiat tersebut hukumnya haram pula, contohnya bermesraan dengan lain jenis yang bukan halalnya, atau memandang dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demi kesucian dan keutuhan, Allah Maha Penyayang memerintah para muslimah agar mengenakan hijab (jilbab), supaya berada disisi Allah, dan di tempat sejauh mungkin dari perbuatan keji yang dapat menimpa pada diri seorang muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah baik-baik ayat Al-Qur'an di bawah ini : "Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung." (Q.S. An Nur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum yang terkandung di dalam ayat tersebut, ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika wanita diperintah agar mengulurkan kain kerudungnya menutupi dada, dan dilarang memukul kaki bila bermaksud supaya terdengar suara gelang kerincing, semuanya dikhawatirkan akan menggetarkan hati orang laki-laki. Maka keindahan muka lebih patut dan lebih wajib ditutup, karena wajah lebih besar daya godaannya, memaksa laki-laki penuh minat melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ayat tersebut menerangkan bahwa kerabat-kerabat wanita tidak wajib baginya berjilbab di hadapan mereka, seperti suami, ayah, putra, saudara ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermakna, bahwa lainnya yang tidak tersebut di dalam ayat bagi wanita bukan muhrim (yang benar mahram : orang asing), maka hendaklah ia berjilbab di hadapan mereka. Firman Allah Ta'ala, lebih menguatkan tentang masalah ini : "Apakah kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir, cara demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka ." (Q.S. Al Ahzab : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula hadist dari Ummi Muminin Aisyah Radhiallahu 'anha berkata : "Ketika para musafir laki-laki berkendaraan melewati kami, saat kami berihram (haji/umrah) bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, jika mereka mendekati pada kami maka masing-masing dari kami mengulurkan jilbab dari kepala ke muka, jika mereka sudah menjauh dari kami, maka kami membuka kembali muka kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(H.R. Ahmad, abu Dawud dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudari-saudariku kaum muslimah, ada beberapa hukum penting yang perlu di mengerti oleh anda, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Menyepi berdua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang suci dan murni melarang anda berkumpul / menyepi bersama seorang pria yang bukan muhrim, karena di saat demikian Syaithan bersama kalian berdua, bebas dalam berbicara dan memandang, sangat mudah untuk berbuat maksiat. Maka di dalam masalah ini, junjungan Nabi kita telah memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah berkumpul seorang lelaki dan wanita, kecuali Syaithan bersama mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini bersifat umum, baik bagi yang shaleh atau-pun lainnya, meskipun tua renta. Karena hukum alami: lelaki biasa condong mencintai wanita, apalagi pelayan itu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan versi yang lainpun tidak kurang bahayanya, bila kaum pria sebagai pelayan rumah tangga atau sopir, dimana mereka biasa bergaul dengan keluarga tanpa adanya seorang muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang terjadi di rumah-rumah zaman sekarang antara kerabat isteri, atau kerabat suami (alhamuw). Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam: "Hendaklah kalian tidak berkumpul dengan para wanita", maka seorang lelaki dari kaum Anshar bertanya : Bagaimana dengan kerabat suami (al hamuw) ? Beliau menjawab : "Al hamuw ialah maut". (H.R. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bila seorang muslimah bepergian hendaklah bersama muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah bepergian (musafir) seorang wanita kecuali bersama muhrim". (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hukum berjabatan tangan dengan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku seagama, sesungguhnya anda tidak diperkenankan untuk berjabatan tangan dengan laki-laki yang bukan muhrim, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa Ummil Muminin Aisyah Radhiallahu anha pernah berkata: "Rasulullah tidak pernah sekali-kali menyentuh tangan seorang wanita, kecuali yang beliau miliki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Jagalah baik-baik pandangan mata anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Azza wa Jall :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya". (Q.S. An Nur: 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setiap manusia kelak akan diminta pertanggungan jawab atas apa yang telah mereka lihat di dunia ini: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". (Q.S. Al Isra: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pandangan yang tidak disengaja, hukumnya tidak berdosa asalkan cepat memalingkan pandangan kepada arah lain. Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu 'anhu berkata: "Saya bertanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tentang hukum melihat yang tidak disengaja, beliau menjawab: "Palingkanlah pandanganmu". (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Hukum bagi wanita yang telah lanjut usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berdosa bagi mereka yang tidak menginginkan kawin lagi, karena memang tidak ada kemauan laki-laki kepada mereka disebabkan umur yang telah lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan wanita-wanita tua yang telah berhenti (dari haidh dan mengandung) yang tidak kawin lagi, tiada dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar dan Mengetahui". (Q.S. An Nur: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud "menanggalkan pakaian" di dalam ayat tersebut, bukan berarti meletakkan secara telanjang, buktinya: "tidak bermaksud menampakkan perhiasan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Hukum tentang wanita yang akan dilamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam perihal ini telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Jika seseorang diantara kamu melamar seorang wanita, maka tiada dosa baginya melihat wanita itu jika memang melihatnya karena melamarnya, meskipun wanita itu tidak mengerti". (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini memperkuat bahwa melihat wanita selain untuk dilamar hukumnya berdosa, begitu pula bagi pelamar jika melihat wanita hanya untuk merasakan kelezatan dan untuk bersenang-senang memandang wajahnya, walaupun dengan alasan melamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat hijab menurut hukum syara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah : "Hendaklah mereka itu mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka".(Q.S. Al Ahzab : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Maksud daripada berhijab ialah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat atau berkelir serupa dengan kulit, maupun tetapi bercorak dan yang bersifat mengundang penglihatan orang laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Harus yang longgar. Sehingga tidak menampakkan tempat-tempat yang menarik pada anggota tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak diberi wangi-wangian. Hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina". (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbolehkan baginya menaruh wangi-wangian di kalangan kaum wanita, atau di hadapan muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pakaian wanita tidak boleh menyerupai pakaian lelaki "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melaknat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(H.R. Abu Dawud dan An Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir. "Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka". (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berpakaian tanpa bemaksud supaya dikenal. Baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal, maupun yang murah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya, ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang taat (riya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka&lt;br /&gt;Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan api pada pakaian tersebut". (H.R. Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-110789383266332102?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/110789383266332102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=110789383266332102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/110789383266332102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/110789383266332102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/02/jilbab.html' title='Jilbab'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7024205.post-110712122074516108</id><published>2005-01-30T13:33:00.000-08:00</published><updated>2006-04-10T04:53:06.380-07:00</updated><title type='text'>Kewajiban Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kewajiban Seorang Muslimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisah-kan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap Islam.&lt;br /&gt;Pada kali ini akan sedikit dibahas tentang kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Terhadap Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya adalah berhias dengan akhlaq yang mulia sebagai cermin dari keimanan yang ada di dalam dirinya.&lt;br /&gt;Diantara akhlaq mulia yang harus dimiliki seorang muslimah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hati yang lembut dan perasaan yang sensitif.&lt;br /&gt;Rasulullah sebagai panutan bagi seluruh umat Islam terkenal mempunyai hati yang sangat lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jujur.&lt;br /&gt;Sifat ini mutlak harus ada pada diri setiap muslimah. Jujur dalam bersikap sehari-hari, selalu berhati-hati dengan segala ucapannya agar lidahnya tidak tergelincir pada perkataan yang dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berani &amp;amp; mempunyai fisik yang kuat.&lt;br /&gt;Bagaimana seorang muslimah yang berani dan kuat ? Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita yang dapat dijadikan contoh. Dimana dalam masa kehamilannya beliau berjalan melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsaur. Sedang-kan keberanian dalam berpendapat dapat kita ambil contoh teguran Kaulah binti Salabah kepada Ummar bin Khattab yang pada masa kekhalifahannya hendak membatasi harga mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjauhi teman yang buruk.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya teman yang buruk adalah teman yang menjauhkan kita dari mengingat Allah dan mengajak kita pada perbuatan yang mengundang murka Allah. Teman seperti inilah yang harus kita hindari, karena akhlaq seseorang itu dapat dilihat dari akhlaq teman karibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban terhadap Lingkungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah hidup dalam suatu lingkungan masyarakat dan saling berinteraksi dengan mereka. Dalam berinteraksi dengan sesamanya, seorang muslimah harus memiliki hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap adil.&lt;br /&gt;Ia harus mampu bersikap adil kepada orang-orang di sekitar-nya. Tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keperdulian terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Tanggap terhadap situasi dan keadaan saudaranya yang sedang mempunyai masalah. Perduli bukan berarti hanya mengetahui bagaimana keadaan saudaranya, tetapi juga berusaha untuk menunjukkan perha-tiannya sebagai bukti dari keper-duliannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hati yang pengasih.&lt;br /&gt;Seorang muslimah harus memiliki rasa sayang terhadap sesamanya dan mampu untuk menunjukkan rasa sayangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;Apa yang menjadi hak orang lain adalah merupakan kewajiban bagi diri kita untuk memenuhinya. Sebagai contoh, hak seornag muslim dari muslim yang lain adalah dikunjungi ketika ia sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban terhadap Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kewajiban muslimah terhadap Islam adalah keikutsertaanya dalam menyebarkan syiar-syiar Islam. Dengan selalu berprilaku baik, menjaga adab-adab yang islami, dan membina hubungan baiknya dengan masyarakat, maka secara tidak langsung ia telah turut andil dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Dari sinilah orang dapat melihat dan merasakan indahnya islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu seorang muslimah juga dituntut untuk dapat berperan aktif dalam membina masyarakatnya sesuai dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Aisyah ra adalah salah satu istri Rasulullah yang pandai tentang ilmu hadits, fiqih, dan kedokteran. Kemampuan tersebut beliau ajarkan kepada para muslimah lainnya dalam rangka keikutsertaannya membina masyarakat pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tiga kewajiban seorang muslimah yang harus ia jalankan. Dengan mengetahui kewajiban-kewajiban tersebut diharapkan bahwa setiap muslimah akan sadar, bahwa dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, dan dia juga islam bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga hidup dan islam bagi masyarakatnya, dan harus turut serta dalam menyebarkan nilai-nilai islam tersebut. Tanggung jawabnya begitu besar, dan kelak akan dimintai pertanggung-jawabannya di hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~NisaOnline~&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7024205-110712122074516108?l=cintaku-msl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/feeds/110712122074516108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7024205&amp;postID=110712122074516108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/110712122074516108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7024205/posts/default/110712122074516108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-msl.blogspot.com/2005/01/kewajiban-seorang-muslimah.html' title='Kewajiban Seorang Muslimah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
